Pemerintah Batasi Pembelian BBM Maksimal 50 Liter per Hari, Berlaku untuk Kendaraan Pribadi
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter, Kendaraan Umum Dikecualikan
JAMBISNIS.COM – Pemerintah membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) maksimal 50 liter per hari untuk setiap kendaraan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi di tengah gejolak harga minyak dunia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan ini bertujuan menjaga distribusi BBM tetap adil dan konsumsi energi lebih terkendali.
“Pengaturan pembelian dilakukan dengan barcode MyPertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan per hari. Namun, ini tidak berlaku bagi kendaraan umum,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari program Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi yang dicanangkan pemerintah untuk merespons dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia.
Airlangga memastikan, meskipun terjadi tekanan global, stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan ekonomi domestik tetap terjaga.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah belum akan melakukan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi.
“Kami sampaikan bahwa tidak ada penyesuaian harga, baik naik maupun turun,” kata Bahlil.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak agar distribusi energi tetap stabil di tengah ketidakpastian global. Selain pembatasan konsumsi, pemerintah juga mempercepat implementasi program mandatori B50, yakni pencampuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar.
Program ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 dan diproyeksikan mampu mengurangi konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter (KL), sekaligus menghemat subsidi energi dalam jumlah signifikan. Airlangga menyebut, kebijakan B50 juga akan mendorong kemandirian energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
- Penulis: say say

Saat ini belum ada komentar