Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » 470 SPBU Australia Kehabisan BBM, Alarm Krisis Energi Kian Nyata

470 SPBU Australia Kehabisan BBM, Alarm Krisis Energi Kian Nyata

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Krisis energi global mulai berdampak langsung. Sekitar 470 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Australia dilaporkan kehabisan stok, setidaknya untuk satu jenis bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah merespons dengan menyiapkan rapat darurat kabinet nasional. Perdana Menteri Anthony Albanese dijadwalkan kembali menggelar pertemuan dengan para pemimpin negara bagian dan teritori untuk memperkuat koordinasi penanganan krisis.

“Koordinasi itu penting agar kita memiliki konsistensi secara nasional,” kata Albanese.

Krisis ini dipicu lonjakan harga energi global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Gangguan di jalur strategis tersebut mulai menekan pasokan energi global dan berdampak pada berbagai sektor industri, sekaligus mendorong potensi kenaikan harga barang. Kekosongan BBM terjadi di sejumlah wilayah utama:

  • 109 SPBU di Victoria kehabisan setidaknya satu jenis bensin
  • 47 SPBU di Queensland tanpa solar, 32 lainnya tanpa bensin
  • 37 SPBU di New South Wales kehabisan bensin

Data ini menunjukkan gangguan distribusi tidak lagi bersifat sporadis, melainkan meluas di berbagai kawasan.

Pemerintah Australia menilai kekosongan BBM lebih dipicu lonjakan permintaan ketimbang gangguan pasokan semata. Fenomena panic buying mempercepat penipisan stok di lapangan.

Namun, kondisi ini juga memunculkan pertanyaan soal kesiapan sistem distribusi dalam menghadapi tekanan global.

Sebagai langkah darurat, pemerintah telah mengeluarkan cadangan energi nasional:

  • sekitar 6 hari pasokan bensin
  • sekitar 5 hari pasokan solar

Di saat bersamaan, pemerintah mengamankan tambahan kapal tanker minyak untuk menjaga suplai tetap berjalan. Menteri Energi Chris Bowen menegaskan pembatasan distribusi belum akan diberlakukan, dengan fokus awal pada pengendalian konsumsi publik.

Menteri Keuangan Jim Chalmers menyebut proyeksi inflasi dan harga minyak sebelumnya tidak lagi relevan. Pemerintah kini menyiapkan skenario baru yang lebih berat. Krisis energi berpotensi merembet ke sektor lain, termasuk industri, logistik, hingga harga pangan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Maskapai Resmi Pindah ke Terminal 1B Bandara Soetta, Ini Daftar Lengkapnya

    4 Maskapai Resmi Pindah ke Terminal 1B Bandara Soetta, Ini Daftar Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mulai melakukan penataan operasional dengan memindahkan empat maskapai rute domestik ke Terminal 1B. Kebijakan ini dilakukan untuk menyeimbangkan distribusi layanan dan memperlancar arus penumpang. General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan penyesuaian dilakukan bertahap mulai Senin (17/11/2025). Perpindahan pertama dilakukan oleh Lion Air dan Airfast Indonesia, yang […]

  • Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Turun Rp17.000

    Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Turun Rp17.000

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terpantau stagnan pada Kamis (26/3/2026). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam tak bergerak atau tetap di angka Rp2.850.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam turun dari semula Rp2.507.000 menjadi Rp2.490.000 per gram. Harga tersebut merosot Rp17.000. Harga emas Antam sewaktu-waktu bisa berubah. Transaksi harga […]

  • Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    Menkeu Purbaya Tarik Rp 75 Triliun Dana Pemerintah dari Bank, Dialihkan ke Belanja Rutin K/L

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut selanjutnya dialihkan untuk membiayai belanja rutin kementerian dan lembaga (K/L) agar dapat langsung masuk ke sistem perekonomian. Purbaya menjelaskan, dana yang ditarik merupakan penempatan SAL pada kloter kedua, […]

  • Turun Tipis, Emas Antam Kini Dibanderol Rp2.378.000 per Gram

    Turun Tipis, Emas Antam Kini Dibanderol Rp2.378.000 per Gram

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan hari ini, Rabu (26/11/2025). Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam tersebut turun Rp2.000 menjadi Rp2.378.000 per gram. Sementara itu, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,31 miliar. Sedangkan yang paling murah dibanderol Rp1.239.000. Penurunan harga ini mengimbas pada harga beli kembali (buyback) […]

  • Turnamen Catur Bulanan Percasi Jambi Berlanjut ke Sarolangun, Pengprov Harap Semua Daerah Kirim Atlet

    Turnamen Catur Bulanan Percasi Jambi Berlanjut ke Sarolangun, Pengprov Harap Semua Daerah Kirim Atlet

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi mengajak seluruh pengurus Percasi kabupaten dan kota untuk berpartisipasi dalam turnamen catur bulanan yang akan digelar di Kabupaten Sarolangun pada 25–26 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Pengprov Percasi Jambi dalam upaya meningkatkan semangat atlet sekaligus memperluas pembinaan olahraga catur di […]

  • Efek Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Tidak Berdaya

    Efek Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Tidak Berdaya

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum bisa keluar dari tekanan. Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi, kurs rupiah melemah 72 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.931 per dolar AS. Posisi ini turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.859 per dolar AS. Sentimen global masih menjadi faktor utama yang menyeret pergerakan mata uang Indonesia ke zona […]

expand_less