Influencer Kripto Tinggalkan Dubai Jelang Konflik Iran, Sempat Unggah Video Serangan
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Seorang pelaku pasar kripto yang dikenal dengan nama ElonTrades dilaporkan meninggalkan Dubai, Uni Emirat Arab, setelah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diambil setelah otoritas setempat memperketat aturan terkait penyebaran konten online selama situasi konflik.
Mengutip laporan Yahoo Finance, Jumat (13/3/2026), Dubai selama ini dikenal sebagai salah satu pusat global bagi pelaku industri kripto, mulai dari investor, trader hingga influencer digital.
Namun meningkatnya tensi geopolitik membuat pemerintah setempat memperketat regulasi, terutama terkait penyebaran informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Mulai 1 Februari 2026, pemerintah Uni Emirat Arab telah menerapkan aturan baru bagi kreator konten dan influencer digital.
Dalam kebijakan tersebut, para kreator diwajibkan memiliki izin pengiklan atau lisensi media elektronik influencer serta izin usaha komersial untuk menjalankan aktivitas digital secara legal.
Aturan ini secara resmi menjadikan aktivitas pembuatan konten sebagai kegiatan bisnis yang harus memiliki izin formal.
Selain itu, otoritas Dubai juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi mengenai konflik yang sedang berlangsung.
Berdasarkan Pasal 52 Undang-Undang Federal UEA No. 34 Tahun 2021 tentang pemberantasan rumor dan kejahatan siber, penyebaran berita palsu dapat dikenakan sanksi berat.
Pelaku dapat menghadapi hukuman penjara minimal satu tahun serta denda hingga 100.000 dirham atau sekitar USD 27.000.
Hukuman dapat menjadi lebih berat jika informasi yang disebarkan dianggap memicu keresahan publik.
Otoritas Dubai juga dilaporkan telah melakukan penegakan aturan tersebut, termasuk penangkapan seorang turis asal Inggris yang diduga merekam rudal Iran di udara dan mengunggahnya ke media sosial.
ElonTrades mengungkapkan pengalaman dramatisnya saat berada di Dubai melalui unggahan di platform X pada 9 Maret 2026.
Ia mengaku baru sebulan pindah ke kota tersebut sebelum terjadi serangan drone di dekat tempat tinggalnya.
“Pindah ke Dubai sebulan lalu… lalu dua drone meledak di sebelah gedung kami,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia juga mengaku sempat mengunggah video kebakaran di Hotel Fairmont yang kemudian ditonton sekitar 1,7 juta kali.
Menurutnya, unggahan tersebut membuat namanya masuk dalam daftar penyelidikan otoritas karena dianggap mempublikasikan konten ilegal.
Situasi yang semakin tidak menentu membuat ElonTrades memutuskan meninggalkan Dubai bersama keluarganya.
Ia menceritakan perjalanan keluar dari wilayah Teluk yang dilakukan pada tengah malam menggunakan kendaraan menuju perbatasan.
Setelah melintasi wilayah perbatasan, ia dan keluarganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Oman sebelum akhirnya menuju ibu kota Muscat.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan, tetapi juga memengaruhi ekosistem industri kripto global yang selama ini menjadikan Dubai sebagai salah satu pusat aktivitasnya.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar