Breaking News
light_mode
Beranda » Otobiz » Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

  • account_circle -
  • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang IndonesiaEuropean Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk pasar dengan harga lebih kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penandatanganan IEU–CEPA sebagai tonggak bersejarah setelah sembilan tahun proses perundingan sejak putaran pertama di Brussels pada 2016.

“Perjalanan sembilan tahun ini telah membawa kita pada sebuah tonggak bersejarah yang mencerminkan komitmen bersama dan berkelanjutan kita terhadap kemitraan ekonomi yang terbuka, adil, dan berkelanjutan melalui IEU–CEPA,” katanya dikutip dari Kompas, Rabu (15/10/2025).

Langkah ini menandai perubahan besar dalam peta persaingan otomotif Tanah Air yang selama puluhan tahun didominasi produsen asal Jepang seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi. Bagi konsumen, peluang memiliki mobil Eropa kini menjadi lebih nyata, sementara bagi pelaku industri, momentum ini menuntut strategi bisnis yang lebih adaptif, efisiensi produksi, serta percepatan inovasi agar tetap relevan di tengah kompetisi global.

Selain pembebasan bea masuk, kesepakatan ini juga memungkinkan kendaraan asal Uni Eropa yang telah mengantongi sertifikasi UN type approval untuk diakui langsung di Indonesia tanpa pengujian ulang. Langkah ini diharapkan mempercepat adopsi standar keselamatan dan teknologi kendaraan yang lebih canggih. Kemudian, Indonesia akan bergabung dalam UNECE 1958 Agreement, kerangka utama regulasi otomotif global serta memperkuat kerja sama teknis melalui forum Automotive Working Group.

Masuknya mobil Eropa berstatus zero tariff akan menambah dimensi baru dalam lanskap persaingan kendaraan bermotor di regional. China, yang tengah agresif mendatangkan mobil listrik ke Indonesia dengan proyeksi nilai impor mencapai lebih dari Rp 15 triliun hingga tahun fiskal 2025, kini menghadapi pesaing baru dari benua biru. Situasi ini menjadikan pasar otomotif Indonesia semakin strategis, menjadi arena pertemuan tiga kekuatan besar dunia yaitu Jepang, China, dan Eropa. Persaingan tidak lagi hanya soal harga, tetapi juga kualitas, inovasi, dan kecepatan adopsi teknologi baru.(*)

  • Penulis: -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hutama Karya Percepat Perbaikan Tol Binjai–Langsa Usai Bencana

    Hutama Karya Percepat Perbaikan Tol Binjai–Langsa Usai Bencana

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Hutama Karya (Persero) mempercepat proses pemeliharaan dan perbaikan Jalan Tol Binjai–Langsa pasca bencana alam yang terjadi di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol dapat kembali terjaga secara optimal. Pemeliharaan infrastruktur difokuskan pada pemulihan kondisi jalan yang terdampak agar fungsi layanan Tol Binjai–Langsa kembali normal. […]

  • 2028, Indonesia Punya Mobil Buatan Sendiri

    2028, Indonesia Punya Mobil Buatan Sendiri

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa Indonesia akan memiliki mobil buatan dalam negeri. Prabowo menyebut mobil buatan dalam negeri itu sebagai “jip” buatan Indonesia. Dana maupun lahan tempat berdirinya pabrik pembuat mobil itu juga disebut Prabowo sudah dialokasikan dan disiapkan pihaknya. “Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang […]

  • Transaksi Derivatif Kripto Indonesia Melonjak 120 Persen, Tembus Rp 73,8 Triliun per September 2025

    Transaksi Derivatif Kripto Indonesia Melonjak 120 Persen, Tembus Rp 73,8 Triliun per September 2025

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Bursa Kripto CFX, total nilai transaksi derivatif kripto hingga September 2025 mencapai Rp 73,8 triliun, atau melonjak 120 persen dibandingkan periode kuartal II 2025 yang tercatat sebesar Rp 33,54 triliun. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap produk […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • IHSG Dibuka Menghijau ke Posisi 8.187 Pagi Ini

    IHSG Dibuka Menghijau ke Posisi 8.187 Pagi Ini

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan hari ini, Kamis (9/9/2025). IHSG menguat ke posisi 8.187. IHSG sempat bergerak di rentang 8.187-8.204 sesaat setelah pembukaan. Tercatat, 321 saham menguat, 73 saham melemah, dan 206 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp15.452 triliun. Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. […]

  • Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

    Pasar Ritel Menguat, Brand Asing Ramai Masuk Indonesia: Terapkan Pop-up Store dan Konsep Omnichannel

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor properti ritel di Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan. Fenomena penutupan gerai-gerai besar dan department store seperti Transmart dan Sogo di beberapa lokasi bukan pertanda kemunduran, melainkan indikasi kuat adanya pergeseran preferensi konsumen dan evolusi model bisnis ritel. Di tengah perubahan ini, Indonesia, khususnya Jakarta, menawarkan pangsa pasar yang menarik bagi masuknya brand-brand […]

expand_less