Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk pasar dengan harga lebih kompetitif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penandatanganan IEU–CEPA sebagai tonggak bersejarah setelah sembilan tahun proses perundingan sejak putaran pertama di Brussels pada 2016.

“Perjalanan sembilan tahun ini telah membawa kita pada sebuah tonggak bersejarah yang mencerminkan komitmen bersama dan berkelanjutan kita terhadap kemitraan ekonomi yang terbuka, adil, dan berkelanjutan melalui IEU–CEPA,” katanya dikutip dari Kompas, Rabu (15/10/2025).

Langkah ini menandai perubahan besar dalam peta persaingan otomotif Tanah Air yang selama puluhan tahun didominasi produsen asal Jepang seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi. Bagi konsumen, peluang memiliki mobil Eropa kini menjadi lebih nyata, sementara bagi pelaku industri, momentum ini menuntut strategi bisnis yang lebih adaptif, efisiensi produksi, serta percepatan inovasi agar tetap relevan di tengah kompetisi global.

Selain pembebasan bea masuk, kesepakatan ini juga memungkinkan kendaraan asal Uni Eropa yang telah mengantongi sertifikasi UN type approval untuk diakui langsung di Indonesia tanpa pengujian ulang. Langkah ini diharapkan mempercepat adopsi standar keselamatan dan teknologi kendaraan yang lebih canggih. Kemudian, Indonesia akan bergabung dalam UNECE 1958 Agreement, kerangka utama regulasi otomotif global serta memperkuat kerja sama teknis melalui forum Automotive Working Group.

Masuknya mobil Eropa berstatus zero tariff akan menambah dimensi baru dalam lanskap persaingan kendaraan bermotor di regional. China, yang tengah agresif mendatangkan mobil listrik ke Indonesia dengan proyeksi nilai impor mencapai lebih dari Rp 15 triliun hingga tahun fiskal 2025, kini menghadapi pesaing baru dari benua biru. Situasi ini menjadikan pasar otomotif Indonesia semakin strategis, menjadi arena pertemuan tiga kekuatan besar dunia yaitu Jepang, China, dan Eropa. Persaingan tidak lagi hanya soal harga, tetapi juga kualitas, inovasi, dan kecepatan adopsi teknologi baru.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Tawarkan Cashback Rp1 Juta untuk Transaksi Luar Negeri Pakai Kartu Kredit

    BRI Tawarkan Cashback Rp1 Juta untuk Transaksi Luar Negeri Pakai Kartu Kredit

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan promo kartu kredit bagi nasabah yang bertransaksi di luar negeri, dengan penawaran cashback hingga Rp1 juta serta fasilitas cicilan bunga 0 persen. Program ini berlaku mulai 9 April hingga 31 Mei 2026 dan ditujukan bagi pemegang kartu kredit BRI, khususnya segmen premium. Nasabah dapat memperoleh cashback dengan syarat […]

  • BMKG: Hujan Ringan Melanda Sebagian Besar Wilayah Provinsi Jambi

    BMKG: Hujan Ringan Melanda Sebagian Besar Wilayah Provinsi Jambi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Provinsi Jambi pada hari ini, Senin, 3 November 2025, akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan disertai petir dan udara kabur pada siang hingga malam hari. Secara umum, suhu udara […]

  • Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam

    Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan membangun peternakan ayam terintegrasi. Bila ini terwujud maka, industri ayam tidak lagi “dimonopoli” oleh swasta. Selama ini, industri ayam termasuk produksi DOC (day old chick) masih sepenuhnya berada di tangan swasta. Dengan kondisi itu pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat harga bergejolak. Karena itu pembangunan pabrik peternakan ayam ini diarahkan untuk […]

  • Rupiah Terkoreksi 16 Poin Jadi Rp16.692 per Dolar AS

    Rupiah Terkoreksi 16 Poin Jadi Rp16.692 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (10/12/2025). Rupiah dibuka terkoreksi 16 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.692 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,02 persen ke level 99,24. Pelemahan rupiah ini menjelang keputusan suku bunga The Fed pada hari ini. Sejumlah mata […]

  • Harga Emas di Pegadaian Merosot! UBS dan Galeri24 Kompak Turun

    Harga Emas di Pegadaian Merosot! UBS dan Galeri24 Kompak Turun

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian hari ini terkoreksi setelah sempat bergerak stagnan sepanjang akhir pekan kemarin. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (6/4/2026), harga emas UBS dan Galeri24 yang diperjualbelikan di Pegadaian turun dengan nilai bervariasi. Emas UBS merosot Rp 17.000 menjadi Rp 2.868.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 juga […]

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

expand_less