Mobil Listrik Ditinggal Mudik: Wajib Jaga SOC Baterai agar Tetap Aman
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 21 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tips Tinggalkan Mobil Listrik Saat Mudik, Pastikan SOC Baterai Minimal 50 Persen
JAMBISNIS.COM – Menjelang musim mudik Lebaran, sebagian pemilik kendaraan memilih meninggalkan mobilnya di rumah dalam jangka waktu cukup lama, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu.
Hal tersebut juga berlaku bagi pengguna mobil listrik. Namun, berbeda dengan mobil konvensional, kendaraan listrik memiliki komponen utama berupa baterai yang perlu diperhatikan kondisinya ketika mobil tidak digunakan dalam waktu lama.
Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan pemilik mobil listrik sebaiknya memastikan kondisi baterai berada pada level ideal sebelum meninggalkan kendaraan saat mudik.
“Apabila kendaraan listrik ditinggalkan selama 1–2 minggu, disarankan memastikan level baterai berada pada kondisi ideal dengan SOC minimal 50 persen,” ujar Budi kepada Kompas.com, Rabu (3/4/2026).
SOC atau State of Charge merupakan indikator yang menunjukkan tingkat pengisian baterai pada kendaraan listrik.
Menurut Budi, menjaga SOC di level tersebut penting untuk menjaga stabilitas sel baterai serta mencegah risiko penurunan kapasitas akibat kondisi baterai terlalu rendah atau terlalu penuh dalam waktu lama.
Selain itu, level baterai yang ideal juga membantu mempertahankan performa baterai ketika kendaraan kembali digunakan setelah masa penyimpanan.
Pendapat serupa disampaikan Service Manager Hyundai Kalijaga Cirebon, Arif Nugroho. Ia menjelaskan kondisi baterai yang paling aman saat mobil listrik tidak digunakan adalah berada pada kisaran 40 persen hingga 60 persen.
“Idealnya baterai disisakan di kisaran 40–60 persen. Level ini paling aman untuk menjaga kesehatan baterai lithium-ion saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu tertentu,” kata Arif.
Ia juga mengingatkan pemilik kendaraan untuk menghindari menyimpan mobil dalam kondisi baterai sangat rendah atau terlalu penuh, seperti 0 persen maupun 100 persen, dalam waktu lama.
Pasalnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan sel baterai apabila terjadi dalam periode penyimpanan yang cukup panjang
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar