Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » 184 Ribu Penerima PBI JKN Ternyata PNS dan Pegawai BUMN

184 Ribu Penerima PBI JKN Ternyata PNS dan Pegawai BUMN

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap temuan terbaru terkait penonaktifan dan reaktivasi peserta Program Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN). Dari total 11 juta peserta yang sempat dinonaktifkan, sebanyak 184.357 orang tercatat beralih ke segmen pegawai negeri dan pegawai BUMN/BUMD.

Temuan ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya ketidaktepatan sasaran dalam data penerima bantuan iuran sebelumnya.

“Dari 11 juta yang kemarin nonaktif, sejumlah 869.000 telah aktif kembali melalui berbagai skema,” kata Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Karawang, Jumat (27/2/2026).

  • 132.507 peserta melakukan reaktivasi ke segmen PBI JKN
  • 405.965 peserta beralih pembiayaan ke pemerintah daerah melalui skema PBPU/BP Pemda
  • 184.357 peserta beralih ke segmen pegawai negeri atau BUMN/BUMD
  • 147.046 peserta pindah ke segmen mandiri
  • 88 peserta beralih pembiayaan ke perusahaan swasta

“Karena status mereka adalah pegawai negeri atau pegawai BUMN/BUMD. Jadi masih ada ini cukup besar (jumlahnya), ini sebagai salah satu penanda bahwa dulu memang belum sepenuhnya tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul juga menambahkan terdapat 6.993 peserta yang naik ke kelas 2 dan 2.990 peserta naik ke kelas 1. Hinga kini, pemerintah juga mencatat sekitar 106 ribu peserta penderita sakit kronis dan penyakit katastrofik telah otomatis direaktivasi sehingga dapat kembali menggunakan fasilitas layanan PBI JKN.

Gus Ipul menegaskan bahwa meski sebagian besar dari 11 juta peserta yang dinonaktifkan sudah tepat sasaran, tetap diperlukan pembaruan data agar program bantuan lebih akurat.

“Kita sarankan bagi yang mampu untuk pindah ke segmen mandiri, tapi bagi yang tidak mampu kita akan aktifkan kembali melalui PBI JKN,” tegasnya.

Saat ini Kementerian Sosial akan terus melakukan groundcheck dan pencocokan aset dalam proses pemutakhiran DTSEN. Verifikasi lapangan ini akan melibatkan Badan Pusat Statistik guna menjaga konsistensi dan akurasi data penerima bantuan.

“Tetap nanti akan dilakukan uji lapangan dan nanti akan diukur oleh BPS, sehingga dengan begitu konsistensinya tetap terjaga,” pungkasnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Juara GP Amerika, Aprilia Kuasai Puncak

    Klasemen MotoGP 2026 Usai Bezzecchi Juara GP Amerika, Aprilia Kuasai Puncak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap Italia, Marco Bezzecchi, sukses merebut kemenangan dalam seri MotoGP Amerika 2026 sekaligus kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP World Championship 2026. Bezzecchi tampil dominan sepanjang balapan di Austin. Ia bahkan mampu finis dengan keunggulan sekitar dua detik atas rival terdekatnya, Jorge Martin. Hasil ini membuat Bezzecchi kini mengoleksi 81 poin dan unggul […]

  • Catatnya, Ini Harapan Menteri PKP Terhadap Pengembang di Daerah

    Catatnya, Ini Harapan Menteri PKP Terhadap Pengembang di Daerah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) terus mendorong tumbuhnya pengembang yang berkualitas di daerah untuk membuka lapangan pekerjaan. “Saya ingin terus menumbuhkan semakin banyak pengembang-pengembang yang berkualitas di daerah, supaya membuka lapangan pekerjaan,” ujar Ara dikutip dari Antara, Rabu (8/10/2025). Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah karena sudah menjalankan […]

  • Padi Jambi Menguat, Luas Panen 2025 Naik 30 Persen

    Padi Jambi Menguat, Luas Panen 2025 Naik 30 Persen

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Luas panen padi di Provinsi Jambi meningkat signifikan sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen mencapai 80,37 ribu hektare, naik 18,75 ribu hektare atau 30,42 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 61,63 ribu hektare. Pertumbuhan areal panen itu berjalan beriringan dengan kenaikan produksi. Sepanjang 2025, produksi padi Jambi mencapai 367,79 ribu ton […]

  • Harga Sembako Hari Ini di Jambi: Cabai Turun, Telur dan Beras Tetap

    Harga Sembako Hari Ini di Jambi: Cabai Turun, Telur dan Beras Tetap

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di tiga pasar utama Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat Talang Banjar, dan Pasar Rakyat Kasang, terpantau stabil pada Rabu, 19 November 2025. Mayoritas komoditas berada dalam kondisi stabil, sementara beberapa jenis cabai mengalami penurunan, dan sebagian lainnya justru mengalami kenaikan harga. Data resmi ini disampaikan oleh Dinas […]

  • Menaker Perkuat Pencegahan Gratifikasi di Ketenagakerjaan

    Menaker Perkuat Pencegahan Gratifikasi di Ketenagakerjaan

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen memperkuat pencegahan gratifikasi dan korupsi di kementeriannya, guna memastikan layanan ketenagakerjaan berjalan bersih, adil, dan meningkatkan kepercayaan publik. Dalam acara “Penguatan Integritas dan Komitmen Pencegahan Gratifikasi dan Korupsi” di Jakarta, Yassierli menekankan bahwa penguatan integritas bukan sekadar slogan, melainkan kerja harian yang menuntut kejujuran, kepatuhan, dan pemahaman risiko […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun Lagi, Sekarang Dipatok Segini: Buruan!

    Harga Emas di Pegadaian Turun Lagi, Sekarang Dipatok Segini: Buruan!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian kembali merosot hari ini, Selasa (7/4/2026). Emas produksi anak perusahaan pegadaian, galeri24, kini dihargai Rp2.860.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.870.000 per gram. Sementara itu, emas UBS turun menjadi Rp 2.874.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.885.000 per gram. Penurunan harga ini berdasarkan data terbaru dari Pegadaian. Perlu menjadi […]

expand_less