Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan, rencana impor 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tidak pernah dibahas dalam rapat bersama DPR.

Menurut Herman, dalam beberapa kali pertemuan antara Komisi VI dan pihak Agrinas, pembahasan hanya berfokus pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk alokasi anggaran sebesar Rp 3 miliar per desa.

“(Agrinas) tidak pernah menyebutkan transportasinya jenis apa dan kualifikasinya apa. Nah, tahu-tahu kemarin tahu dari media ya, ada impor dari India yang masing-masing jenis kendaraan 35.000 kendaraan sehingga berjumlah 105.000 kendaraan dengan menyerap anggaran Rp 24,66 triliun,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/2/2026).

Herman menilai, pengadaan dengan nilai anggaran mencapai Rp 24,66 triliun tersebut seharusnya terlebih dahulu dikonsultasikan dengan DPR. Menurut dia, mekanisme tersebut penting untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara.

“Ini anggaran besar sekali, semestinya dibahas dulu di DPR dan untuk memenuhi asas transparansi dan akuntabilitas keuangan negara, semestinya juga ini terbuka kepada publik,” ujar Herman.

Ia juga menyatakan sepakat dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar impor 105.000 pikap dari India tersebut ditunda, setidaknya hingga ada pembahasan lebih lanjut antara pemerintah dan DPR.

Selain itu, Herman mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang kerap menekankan pentingnya mengutamakan industri dalam negeri. Ia menilai, pengadaan kendaraan secara lokal berpotensi mendorong penjualan otomotif yang saat ini sedang stagnan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Kita kan banyak mobil-mobil di kala sekarang sedang stagnan, penjualan mobil stagnan, kalau ada program yang kemudian ini bisa meningkatkan penjualan sekaligus ini akan meningkatkan putaran ekonomi, ada value added,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya tidak serta-merta mengabaikan produsen otomotif yang telah berproduksi di dalam negeri.

Ia menyebut, hampir seluruh pemain besar telah diundang untuk mengikuti proses pengadaan, mulai dari klarifikasi, kualifikasi, hingga negosiasi.

“Nah, bisa dilihat ya. Ini adalah Isuzu yang berita acara ini, dan sesuai dengan prosedur, kami melakukan prosedural pengadaan sesuai dengan standar pengadaan, yaitu mulai dari klarifikasi, kualifikasi, negosiasi, dan setelah di ujung ya harus ada kesepakatan gitu,” kata Joao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Joao menambahkan, proyek tersebut merupakan program berskala besar sehingga seharusnya memungkinkan harga yang lebih ekonomis dibanding pembelian satuan.

“Harusnya harga lebih efektif dan lebih rasional, memenuhi anggaran yang sudah kami siapkan. Tetapi sampai akhir ternyata produsen-produsen lokal ini sebagian besar mungkin karena dominasi selama sekian puluh tahun, mereka cenderung merasa bahwa membeli bulk itu tidak ada bagi mereka, tetap dihitung per unit,” ujar Joao.

Dari proses tersebut, Agrinas akhirnya menggandeng pabrikan India untuk memenuhi kebutuhan pikap 4×4 dan truk dalam jumlah besar. Agrinas mengklaim, melalui skema tersebut perusahaan dapat menghemat hingga Rp 46,5 triliun.

Isu impor 105.000 pikap dari India ini pun menjadi sorotan publik dan parlemen, terutama terkait aspek transparansi anggaran, keberpihakan terhadap industri nasional, serta tata kelola pengadaan dalam proyek berskala besar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Gandeng PBB Sukseskan Program MBG Prabowo, Jadi Investasi Strategis Masa Depan

    RI Gandeng PBB Sukseskan Program MBG Prabowo, Jadi Investasi Strategis Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia menggandeng Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Konferensi Utama SDGs di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (19/11/2025). “Ibu dan Bapak sekalian, mengapa MBG bekerja sama dengan PBB, bekerja sama dengan United Nations?” kata Pambudy. Ia menjelaskan, kerja […]

  • DJP: 14,4 Juta Wajib Pajak Aktivasi Coretax, 4 Juta SPT Tahunan 2025 Sudah Dilaporkan

    DJP: 14,4 Juta Wajib Pajak Aktivasi Coretax, 4 Juta SPT Tahunan 2025 Sudah Dilaporkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan realisasi penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025 telah mencapai lebih dari 4 juta laporan hingga 25 Februari 2026. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, menyampaikan bahwa per 25 Februari 2026 pukul 08.07 WIB, jumlah SPT Tahunan PPh yang masuk […]

  • Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

    Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh pimpinan perusahaan di Indonesia untuk membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pendekatan pola pikir baru yang berpusat pada manusia. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Menaker menjelaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap K3 sangat penting agar keselamatan kerja tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi budaya […]

  • Menkeu Purbaya Bahas Keadilan Fiskal dan Penguatan PAD dalam Rapat Kerja Bareng DPD

    Menkeu Purbaya Bahas Keadilan Fiskal dan Penguatan PAD dalam Rapat Kerja Bareng DPD

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (3/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, Menkeu bersama anggota DPD membahas pendalaman materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Rapat ini mengusung tema peningkatan keadilan fiskal, optimalisasi […]

  • OJK Cabut Izin 6 BPR hingga Maret 2026, Nasabah Diminta Tetap Tenang

    OJK Cabut Izin 6 BPR hingga Maret 2026, Nasabah Diminta Tetap Tenang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah mencabut izin usaha enam Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sepanjang tahun 2026 hingga Maret. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan regulasi serta perlindungan terhadap konsumen di sektor perbankan. Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pencabutan izin dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar  Turun 15,38%  Menjadi  Rp 55.000 per Kilogram

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar  Turun 15,38%  Menjadi  Rp 55.000 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar per 27 November 2025 tercatat stabil pada hampir semua komoditas. Meski demikian, beberapa komoditas hortikultura terutama kelompok cabe mengalami pergerakan harga, baik kenaikan maupun penurunan, berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Harga beras hari ini terpantau stabil dengan harga rata-rata berada di […]

expand_less