Ini Perbedaan Balkon dan Teras, Harus Tahunya!
- account_circle -
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Balkon yang dibangun meski ukurannya tidak luas telah membuat tampak rumah istimewah.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Pada banyak hunian modern, balkon dan teras kerap dianggap sebagai elemen serupa yaitu ruang kecil di luar bangunan yang menjadi tempat menikmati udara segar.
Padahal, keduanya memiliki karakter, fungsi, dan pengalaman ruang yang berbeda. Perbedaan ini bukan sekadar istilah, tetapi menyangkut posisi dalam struktur bangunan, skala ruang, hingga cara penghuni berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Sebetulnya, Profesor Arsitektur dari University of Southern California Dana Cuff dalam kajian ruang domestik telah menjelaskan bahwa keduanya merupakan perantara antara privat dan publik.
“Elemen seperti balkon dan teras merupakan lapisan perantara antara ruang privat dan ruang publik dalam hunian,” ungkap Dana dikutip dari Kompas, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, balkon berada lebih dekat dengan ranah privat penghuni. Sementara teras berfungsi sebagai ruang semi-publik yang menghubungkan rumah dengan lingkungan sekitar.
Perbedaan Balkon dan Teras
Balkon
Definisi Balkon Mengutip Architectural Digest, balkon merupakan ruang luar yang menempel pada bangunan dan berada di lantai atas. Ukurannya relatif terbatas, biasanya hanya cukup untuk satu set kursi kecil atau tanaman pot.
Balkon menjadi perpanjangan dari ruang dalam, seperti kamar tidur atau ruang keluarga yang memberikan akses langsung pada cahaya dan sirkulasi udara tanpa harus turun ke lantai dasar.
Penggunaan Balkon
Perbedaan paling terasa terletak pada cara ruang tersebut digunakan. Balkon cenderung bersifat privat.
Ruang ini menjadi sudut personal untuk menikmati pemandangan kota, membaca buku, atau sekadar mengambil jeda dari aktivitas di dalam rumah. Dalam apartemen perkotaan yang lahannya terbatas, balkon sering menjadi satu-satunya ruang luar yang dimiliki penghuni.
Struktur Balkon
Balkon biasanya menggunakan sistem kantilever atau penopang khusus karena posisinya menggantung dari fasad bangunan.
Hal ini membuat perancangannya harus memperhitungkan beban, keamanan, dan kedalaman struktur. Laporan Dezeen tentang hunian urban menyoroti bahwa balkon menjadi solusi ruang luar pada bangunan vertikal dengan keterbatasan lahan.
Karakteristik Balkon
Balkon, terutama di apartemen kota besar, lebih berperan sebagai ruang relaksasi singkat atau area hijau kecil yang memberi kualitas udara lebih baik bagi penghuni.
Teras
Definisi Teras
Melansir The Spruce, teras berada di permukaan tanah atau di atas struktur yang lebih luas, seperti podium rumah.
Teras merupakan ruang transisi antara interior dan eksterior yang memiliki dimensi lebih lega dan fleksibel untuk berbagai aktivitas, mulai dari menerima tamu, bersantai, hingga makan bersama keluarga.
Penggunaan Teras
Teras memiliki sifat lebih sosial. Pada rumah tapak, teras kerap menjadi ruang pertama yang menyambut tamu sekaligus tempat berkumpul keluarga di sore hari.
Skala ruangnya memungkinkan penataan furnitur yang lebih beragam, bahkan penambahan elemen lanskap seperti tanaman atau kolam kecil.
Struktur Teras
Teras tidak membutuhkan sistem penopang seperti itu karena berdiri di atas tanah atau struktur utama yang lebih stabil, sehingga lebih leluasa dalam penataan.
Karakteristik Teras
Di wilayah beriklim tropis, teras sering berfungsi sebagai ruang peneduh yang membantu menurunkan panas sebelum memasuki ruang utama. Keberadaannya juga mendukung budaya berkumpul di ruang semi-terbuka.
Pada akhirnya, balkon dan teras bukan sekadar perbedaan istilah arsitektur. Balkon menghadirkan ruang luar yang intim dan personal di ketinggian, sementara teras menawarkan ruang sosial yang lebih luas di permukaan tanah.
Keduanya mencerminkan cara hunian modern menjembatani kebutuhan akan privasi, interaksi, serta kedekatan dengan lingkungan luar.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
- Sumber: Kompas


Saat ini belum ada komentar