Logan Paul Jual Kartu Pokémon Langka Rp 278 Miliar, Pecahkan Rekor Dunia
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Investasi Kartu Pokémon Logan Paul Berbuah Rp 278 Miliar, Lampaui Ekspektasi
JAMBISNIS.COM – YouTuber sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat, Logan Paul, kembali mencatatkan rekor dunia setelah berhasil menjual satu kartu Pokémon langka dengan nilai fantastis. Kartu tersebut terjual seharga USD 16,49 juta atau setara Rp 278 miliar, menjadikannya kartu trading termahal yang pernah dilepas ke publik.
Kartu yang dijual merupakan Pikachu Illustrator, salah satu kartu Pokémon paling langka di dunia. Penjualan dilakukan melalui lelang pada Minggu malam waktu setempat dan melampaui estimasi awal yang berkisar antara USD 7 juta hingga USD 12 juta.
Logan Paul diketahui membeli kartu tersebut pada 2022 melalui transaksi privat senilai USD 5,3 juta. Dengan harga jual terbarunya, Paul mencatatkan keuntungan sekitar 212 persen dari investasi awal.
Alih-alih menyimpan kartu tersebut di brankas, Logan Paul justru menjadikannya bagian dari identitas publik. Kartu Pikachu Illustrator kerap dikenakannya sebagai kalung berlian dalam berbagai acara besar, termasuk saat tampil di ring gulat profesional WWE. Strategi tersebut dinilai meningkatkan nilai simbolik sekaligus daya tarik kartu sebagai aset koleksi.
Adapun pembeli kartu langka tersebut adalah AJ Scaramucci, investor modal ventura sekaligus putra dari Anthony Scaramucci, mantan direktur komunikasi Gedung Putih Amerika Serikat. Transaksi ini sekaligus memecahkan rekor penjualan kartu trading dunia yang sebelumnya juga dipegang oleh kartu Pokémon.
Dalam pernyataannya sebelum lelang, Logan Paul menyebut penjualan ini bukan sekadar soal keuntungan finansial, melainkan pembuktian atas proses membangun nilai dari sebuah minat.
Lonjakan harga kartu Pokémon bukan hanya terjadi pada koleksi Logan Paul. Dalam dua dekade terakhir, nilai kartu Pokémon tercatat naik lebih dari 3.200 persen. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, performanya disebut melampaui sejumlah saham teknologi global.
Fenomena ini mencerminkan tren investasi alternatif di kalangan generasi muda, yang mulai melirik aset nonkonvensional seperti kartu koleksi, jam mewah, hingga barang hobi bernilai tinggi.
Meski sukses meraup keuntungan besar, Logan Paul tidak menyarankan generasi muda meninggalkan investasi konvensional. Menurutnya, aset koleksi dapat menjadi peluang selama didasari pengetahuan dan ketekunan.
Ia menegaskan bahwa di tengah perubahan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam membangun nilai jangka panjang.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar