Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

AS dan China Masih Dominasi Jumlah Miliarder Global, Negara Kecil Mulai Menyusul

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Peta kekayaan global terus mengalami pergeseran seiring meluasnya sumber penciptaan kekayaan baru di berbagai kawasan dunia. Laporan terbaru lembaga keuangan global menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan China masih menjadi dua negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, meskipun laju pertumbuhannya mulai bervariasi antarwilayah.

Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan lebih dari 900 miliarder, jauh meninggalkan negara lain. Total kekayaan para miliarder di Negeri Paman Sam diperkirakan mencapai hampir US$7 triliun, mencerminkan dominasi AS dalam sektor teknologi, keuangan, dan pasar modal.

China berada di peringkat kedua dengan sekitar 470 miliarder dan kekayaan gabungan US$1,8 triliun. Meski pertumbuhan ekonomi China melambat dibandingkan satu dekade lalu, negara tersebut masih mencatat pertambahan miliarder dua digit, terutama dari sektor teknologi, manufaktur, dan konsumen.

Di posisi berikutnya, India menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dengan hampir 200 miliarder, didorong oleh ekspansi di bidang teknologi, infrastruktur, dan industri manufaktur. Sementara itu, Jerman menjadi negara Eropa dengan jumlah miliarder terbesar, menandai kebangkitan kekayaan dari sektor industri dan keluarga bisnis lama.

Menariknya, sejumlah negara dengan populasi relatif kecil justru memiliki konsentrasi miliarder yang tinggi, seperti Swiss, Hong Kong, dan Singapura. Negara-negara ini memanfaatkan peran sebagai pusat keuangan global dan tujuan relokasi kekayaan internasional.

Di kawasan Asia Tenggara, Singapura mencatat lonjakan signifikan nilai kekayaan miliardernya, bahkan melampaui pertumbuhan beberapa negara maju. Kondisi ini memperkuat posisi Singapura sebagai pusat manajemen kekayaan regional.

Sebaliknya, Indonesia belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah miliarder nasional tercatat masih terbatas dan total kekayaannya justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tantangan di sektor komoditas dan pasar keuangan domestik.

Sementara itu di Eropa, pertumbuhan jumlah miliarder berlangsung tidak merata. Jerman mencatat kenaikan tajam, sedangkan negara-negara seperti Inggris dan Prancis relatif stagnan. Di luar pusat ekonomi utama, beberapa negara berkembang justru mencatat lonjakan persentase tertinggi meski dari basis yang kecil.

Laporan tersebut menegaskan bahwa pusat penciptaan kekayaan global kini semakin menyebar, tidak lagi hanya terkonsentrasi di ekonomi besar, meski Amerika Serikat dan China masih memegang kendali utama dalam jumlah absolut.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghujung Tahun 2025, Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Stabil

    Penghujung Tahun 2025, Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diproduksi oleh UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Senin (29/12/2025) ini terpantau stabil. Logam mulia emas dari kedua produsen ini sama-sama menahan harga di tengah minat pasar. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tetap Rp2.627.000 per gram. Sementara UBS bertahan di Rp2.684.000. Menunjukkan dua produk buatan UBS dan Galeri24 […]

  • Bangkit Setelah Dipecat, Dua Pemimpin Redaksi Tulis Buku ‘All the Cool Girls Get Fired’ 

    Bangkit Setelah Dipecat, Dua Pemimpin Redaksi Tulis Buku ‘All the Cool Girls Get Fired’ 

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kehilangan pekerjaan sering kali menjadi titik balik dalam hidup seseorang. Hal ini pula yang dialami Laura Brown dan Kristina O’Neill, dua mantan pemimpin redaksi majalah ternama di Amerika Serikat. Keduanya pernah berada di puncak karier sebelum akhirnya harus menerima kenyataan pahit: dipecat dari pekerjaan impian mereka. Namun alih-alih tenggelam dalam kesedihan, Laura dan […]

  • KPK Umumkan Harta Prabowo Subianto Rp2,066 Triliun, LHKPN Sudah Terverifikasi

    KPK Umumkan Harta Prabowo Subianto Rp2,066 Triliun, LHKPN Sudah Terverifikasi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – KPK resmi mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Presiden Prabowo Subianto untuk periode pelaporan 2025. Total kekayaan kepala negara tersebut tercatat mencapai Rp2,066 triliun. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan seluruh data dalam laporan tersebut telah melalui proses verifikasi dan kini dapat diakses publik. “LHKPN Presiden sudah diverifikasi, lengkap, dan dipublikasikan […]

  • Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    Bayar Hutang atau Zakat Dulu? Ini Penjelasan Quraish Shihab

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bulan Ramadan sering menjadi momen bagi umat Islam untuk menunaikan berbagai ibadah, termasuk membayar zakat. Namun di tengah kewajiban tersebut, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: mana yang harus didahulukan, membayar hutang atau menunaikan zakat? Ulama tafsir Indonesia, M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa dalam Islam, membayar hutang yang sudah jatuh tempo harus didahulukan […]

  • Sengketa Lahan 16 Ha Tanjung Bunga Memanas: GMTD Vs Hadji Kalla Saling Klaim Kepemilikan

    Sengketa Lahan 16 Ha Tanjung Bunga Memanas: GMTD Vs Hadji Kalla Saling Klaim Kepemilikan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sengketa kepemilikan lahan seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, kembali memanas setelah PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD), afiliasi Grup Lippo, dan PT Hadji Kalla sama-sama menyatakan sebagai pemilik sah atas area tersebut. Presiden Direktur GMTD, Ali Said, menegaskan bahwa dasar hukum kawasan Tanjung Bunga telah ditetapkan melalui sejumlah dokumen […]

  • 9 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Anjing, Apakah Indonesia Termasuk? Cek Faktanya di Sini

    9 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Anjing, Apakah Indonesia Termasuk? Cek Faktanya di Sini

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meski menuai pro dan kontra, konsumsi daging anjing masih menjadi bagian dari budaya di sejumlah negara. Beberapa wilayah bahkan memiliki tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Humane Society International memperkirakan 30 juta anjing dibunuh setiap tahun untuk konsumsi manusia. Asia tercatat sebagai benua dengan tingkat konsumsi anjing tertinggi. Banyak anjing disebut dicuri dari pemiliknya […]

expand_less