Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Kuartal I-2026, Produksi Emas Bertahap Naik

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah akan kembali beroperasi pada kuartal I-2026. Tambang tersebut sebelumnya sempat dihentikan operasionalnya akibat insiden longsor material basah.

Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, mengatakan saat ini perusahaan masih mengandalkan dua tambang lainnya, yakni Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan. Kedua tambang tersebut tidak terdampak oleh insiden longsor yang terjadi di area GBC.

“Dari dua tambang ini kapasitasnya adalah 30 persen dari total produksi kita. Jadi kita jauh dari kapasitas normal. Nah dari yang kami sudah koordinasikan, kita konsultasikan ke pemerintah, saat ini kita masih di 30 persen tersebut,” ujar Harry dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Seiring berjalannya upaya mitigasi dan penanganan teknis, PTFI telah memperoleh rekomendasi dari pemerintah, tim pakar, serta tim independen terkait pemulihan operasional tambang GBC. Atas dasar tersebut, pemerintah memberikan persetujuan kepada PTFI untuk mulai mengoperasikan kembali sebagian area tambang GBC secara parsial pada akhir kuartal I-2026.

“Sehingga diharapkan nanti dengan mulai akhir kuartal I-2026 sampai ke akhir Desember 2026, kita harapkan nanti produksi sudah mulai naik, tapi tetap belum bisa mencapai 100 persen dari kapasitas normal,” kata Harry.

Di tengah proses pemulihan tersebut, PTFI juga berupaya mengejar ketertinggalan produksi emas. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan produksi emas sebesar 33 ton, dengan 16 ton di antaranya berupa emas batangan. Produksi tersebut merupakan kombinasi antara konsentrat dan emas batangan.

Untuk tahun 2026, PTFI menargetkan penjualan emas sekitar 26 ton, dengan prioritas penyerapan di pasar domestik. “Kita sangat mendukung agar produksi ini bisa diserap oleh domestik,” ujar Harry.

Ia menambahkan, saat ini PTFI baru mampu mengoptimalkan produksi sekitar separuh dari kapasitas normal. Dalam kondisi normal, produksi emas Freeport biasanya berada di kisaran 50 hingga 60 ton per tahun.

Ke depan, PTFI menargetkan produksi emas dapat kembali meningkat hingga sekitar 40 ton per tahun pada periode 2027–2029. Target tersebut diharapkan dapat tercapai setelah proses pemulihan tambang GBC rampung dan seluruh aspek keselamatan serta operasional dinyatakan aman.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

    Menaker Ajak Perusahaan Bangun Budaya K3 dengan Pola Pikir Baru

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh pimpinan perusahaan di Indonesia untuk membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pendekatan pola pikir baru yang berpusat pada manusia. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Menaker menjelaskan bahwa perubahan cara pandang terhadap K3 sangat penting agar keselamatan kerja tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi budaya […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi Turun Lagi

    Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi Turun Lagi

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi kembali turun. Bila pada periode sebelumnya, 24-30 Oktober harga TBS kelapa sawit untuk umur 10 tahun turun Rp 59,89 per kilogram TBS, kali ini penurunannya lebih kecil. Data yang Jambisnis terima dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, harga TBS Jambi periode 31 Oktober – 6 November 2025 […]

  • China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, di tengah rencana Indonesia merestrukturisasi utang proyek tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (23/10), menyatakan bahwa proyek kerja sama strategis kedua negara itu berjalan baik sejak diresmikan dua tahun lalu. […]

  • Ini Penyebab Timnas Indonesia Keok dari Arab Saudi

    Ini Penyebab Timnas Indonesia Keok dari Arab Saudi

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi setelah kalah tipis 2-3 pada laga perdana Grup B Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Sempat unggul lebih dulu lewat penalti Kevin Diks, skuad Garuda gagal mempertahankan momentum dan harus menyerah dari tim tuan rumah. […]

  • Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal tegas kepada bank-bank pelat merah terkait rendahnya penyerapan dana pemerintah. Dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di lima bank BUMN akan dicabut jika tidak segera disalurkan ke sektor riil. Dalam rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Purbaya menegaskan […]

  • Ahli Konstruksi Ingatkan Pentingnya SNI dan SLF untuk Semua Gedung

    Ahli Konstruksi Ingatkan Pentingnya SNI dan SLF untuk Semua Gedung

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ahli Konstruksi Davy Sukamta menyarankan seluruh bangunan gedung harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Layak Fungsi (SLF). Hal itu salah satunya guna memitigasi terjadinya kebakaran gedung. “Kita punya SNI 03-1735-2000 yang mengatur akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung,” kata Davy Sukamta dikutip Kompas.com, Kamis (11/12/2025). […]

expand_less