Harga TBS Kelapa Sawit Naik Hampir Rp 100 per Kilogram
- account_circle Deddy Rachmawan
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar

TBS kelapa sawit dimuat ke dalam truk pengangkur. FOTO:bpdp.or.id
JAMBISNIS.COM – Harga komoditas kelapa sawit sedang bagus. Terbaru, harga tandan buah segara sawit untuk Provinsi Jambi mencapai Rp 3.592,08 per kilogram TBS. Harga untuk periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026 tersebut naik Rp 98,66 per Kg untuk umur tanam 10-20 tahun.
Kenaikan ini lebih tinggi dari kenaikan periode sebelumnya. Data yang diperoleh Jambisnis.com dari asosiasi petani kelapa sawit, kenaikan per umur tanam bervariasi.
Berikut harga TBS kelapa sawit periode 30 Januari – 5 Februari 2026 untuk Provinsi Jambi :
Umur tanam 3 tahun Rp 2.802,88
Umur tanam 4 tahun Rp 2.994,46
Umur tanam 5 tahun Rp 3.132,10
Umur tanam 6 tahun Rp 3.262,86
Umur tanam 7 tahun Rp 3.345,16
Umur tanam 8 tahun Rp 3.416,46
Umur tanam 9 tahun Rp 3.483,63
Umur tanam 10-20 thn Rp 3.592,08
Umur tanam 21-24 thn Rp 3.484,73
Umur tanam 25 tahun Rp 3.326,16
Adapun harga CPO dan kernel serta indeks K yang dipakai adalah:
CPO Rp. 14.566,16
Kernel Rp. 11.651,57
Indeks “k” 94,49%


Industri kelapa sawit rendah emisi
Indonesia dan China terus memperkuat kerja sama di bidang pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Chinese Society of Environmental Sciences (CSES) dalam pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi.
Kemitraan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mentransformasi industri kelapa sawit nasional agar sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan target penurunan emisi.
“Salah satu aspek utama dari kemitraan ini adalah pengembangan dan penerapan teknologi inovatif rendah emisi, atau yang kami sebut sebagai PaMER (Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah),” kata Sekretaris Kementerian PPN Teni Widuriyanti sebagaimana dilansir Antara.
Teknologi ini tidak hanya menghasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi dan produk lain yang ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 79,19 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional.
Dengan demikian, penerapan teknologi PaMER diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri sawit nasional sekaligus membuka peluang pembiayaan pembangunan inovatif melalui mekanisme perdagangan karbon.
- Penulis: Deddy Rachmawan


Saat ini belum ada komentar