Selasa, 26 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Mendag Budi Santoso Desak Reformasi WTO yang Inklusif dan Berbasis Kebersamaan

Mendag Budi Santoso Desak Reformasi WTO yang Inklusif dan Berbasis Kebersamaan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan pentingnya reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang bersifat inklusif dan berorientasi pada semangat kebersamaan antarnegara anggota. Pernyataan ini menjadi sorotan dalam pertemuan Informal WTO Working Dinner di Gqeberha, Afrika Selatan, Kamis (9/10), di tengah meningkatnya tekanan global terhadap sistem perdagangan multilateral yang dinilai kian kehilangan relevansi.

“Krisis global saat ini telah mengikis kepercayaan terhadap peran WTO. Banyak pihak menilai bahwa lembaga ini sudah tidak relevan, padahal masalah utamanya justru terletak pada perbedaan itu. Diperlukan reformasi WTO yang bersifat inklusif dan berorientasi semangat kebersamaan antarnegara anggota,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Menurut Mendag, reformasi WTO perlu dimaknai secara luas. Hal tersebut tidak hanya sebagai upaya perbaikan kelembagaan, tetapi juga pembaruan aturan dan proses negosiasi agar lebih adaptif terhadap tantangan global. Lebih lanjut, Budi menyoroti pentingnya menjaga prinsip pengambilan keputusan berbasis konsensus sembari mencari cara untuk menghindari kebuntuan prosedural.

Ia mengusulkan agar setiap negara mencatat secara terbuka kepentingan nasional yang menjadi dasar penolakan suatu konsensus. “Langkah ini dapat mencegah tindakan penghalangan yang bersifat taktis atau tidak substantif,” jelasnya.

Terkait mekanisme penyelesaian sengketa, Budi menyebutkan sejumlah kasus formal yang diajukan ke WTO justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem multilateral masih mampu bekerja bahkan dalam kondisi yang melemah. Oleh karena itu, reformasi sistem penyelesaian sengketa perlu segera dituntaskan agar dapat diterima seluruh anggota,” katanya.

Budi menjelaskan, WTO berdiri di atas tiga pilar utama, yakni pemantauan (monitoring), penyelesaian sengketa (dispute settlement), dan negosiasi. Dari ketiga pilar tersebut, pemantauan dinilai berjalan baik, sementara penyelesaian sengketa dan negosiasi menghadapi tantangan politik yang tidak ringan. Ia juga mengingatkan para anggota WTO untuk fokus pada proses reformasi secara bertahap. Menurutnya, pembenahan WTO harus berangkat dari kesadaran kolektif negara-negara anggota, bukan semata menyalahkan institusi.

“WTO adalah organisasi yang digerakkan oleh anggota. Untuk itu, tanggung jawab keberhasilan atau kegagalannya ada di tangan kita sendiri,” imbuh Budi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Dunia: Anak Muda Asia Timur dan Pasifik Sulit Dapat Pekerjaan Layak

    Bank Dunia: Anak Muda Asia Timur dan Pasifik Sulit Dapat Pekerjaan Layak

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia (World Bank) melaporkan bahwa anak muda di kawasan Asia Timur dan Pasifik menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan pekerjaan layak. Meski ekonomi kawasan ini terus tumbuh pesat berkat ekspor dan industri padat karya, perubahan teknologi dan demografi menciptakan ketimpangan di pasar tenaga kerja. Dalam laporannya, Bank Dunia mencatat tingkat pengangguran usia 15–24 […]

  • Jejak Panjang Aqua di Pasar Saham Indonesia

    Jejak Panjang Aqua di Pasar Saham Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Merek air minum dalam kemasan (AMDK) legendaris AQUA memiliki sejarah panjang di dunia industri dan pasar modal Indonesia. Didirikan oleh Tirto Utomo pada 1973, Aqua menjadi pelopor AMDK pertama di Tanah Air sebelum akhirnya menjadi bagian dari raksasa multinasional asal Prancis, Danone. Kini, setelah lebih dari lima dekade, perjalanan Aqua di pasar saham […]

  • Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup tajam pada Kamis (19/3/2026). Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp53.000 menjadi Rp2.943.000 per gram dari sebelumnya Rp2.996.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) yang kini berada di level Rp2.665.000 per gram. Pergerakan […]

  • Perjalanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Kecelakaan di Bekasi Timur, KAI Pastikan Refund 100 Persen

    Perjalanan KA Jarak Jauh Kembali Normal Pasca Kecelakaan di Bekasi Timur, KAI Pastikan Refund 100 Persen

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh kembali beroperasi normal mulai Kamis, 30 April 2026. Pemulihan ini dilakukan setelah kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur yang sempat mengganggu operasional secara luas. Vice President Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengatakan […]

  • Danantara Buka Lelang Proyek Sampah jadi Listrik di 7 Kota per 6 November

    Danantara Buka Lelang Proyek Sampah jadi Listrik di 7 Kota per 6 November

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Danantara Investment Management (Persero) atau Danantara akan mulai melaksanakan lelang proyek pengolahan sampah menjadi listrik (waste to energy/WtE) di tujuh kota dan kabupaten di Indonesia pada 6 November 2025 mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan berbasis sampah perkotaan sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 […]

  • Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih tertahan pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit UMKM per Maret 2026 hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.498,4 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pertumbuhan 7 hingga 9 persen yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini. Meski […]

expand_less