Senin, 22 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Demam Emas Modern, Ketika Harga Emas Terus Melonjak dan Ancaman Inflasi

Demam Emas Modern, Ketika Harga Emas Terus Melonjak dan Ancaman Inflasi

  • account_circle Deddy Rachmawan
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Mereka yang mengamati pergerakan harga emas dalam setahun terakhir tentu mendapati, betapa cepatnya harga emas beranjak naik.

Siapa nyana rilis inflasi 2025 oleh BPS mendapati, emas punya andil dalam angjka inflasi tahunan. Memang, ia tidak seperti komoditas lainnya semisal cabai merah, rokok yang acap menyumbang inflasi. Dua yang disebut terakhir, boleh disebut konsumsi harian banyak masyarakat kita. Lha emas?

BPS menyebut emas perhiasan memuncaki posisi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar, yakni 0,79 persen. Sepanjang tahun lalu, emas tercatat menjadi penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali. Anda mungkin bertanya, fenomena apa ini?

Mengutip Kompas.com, secara tahunan, harga emas mengalami inflasi hingga 58,98 persen pada Desember 2025. Secara bulanan, inflasi emas perhiasan pada Desember 2025 masih berada di level tinggi, yakni 3,4 persen, dengan andil inflasi 0,07 persen. Dari angka itu terjawab mengapa emas bisa menjadi faktor penentu inflasi.

Kita merujuk pada harga emas logam mulia Antam. Rekor tertinggi tercapai pada Senin (26/1/2026). Rp 2.917.000 per gram. Padahal di awal tahun 2026, harganya masih Rp 2.488.000 per gram. Kurang sebulan kenaikannya mencapai Rp 429.000.

Secara global, harga emas dunia per Selasa (27/1/2026) bahkan kembali mencetak rekor. Harga emas spot naik ke level sekitar 5.060,36 dollar AS per ounce. Sehari sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa di 5.110,50 dollar AS per ounce.

Dinamika tatanan global turut memicu kenaikan emas di seluruh dunia. dinamika politik domestik AS, pelemahan nilai tukar dolar termasuk konflik yang Rusia-Ukraina memberi andil.

“Begitu terjadi perang Rusia dan Ukraina, simpanan dolar Rusia dibekukan oleh negara Barat. Karena itu, mereka beralih mencari cadangan yang lebih aman, yaitu emas, dan pembelian besar-besaran pun terjadi.” Begitu Mendagri Tito Karnavian mengomentari fenomena demam emas ini.

Ia menjelaskan lonjakan harga emas tak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan dampak lanjutan dari perang Rusia-Ukraina yang mengubah pola keuangan global. Sebelum perang, Rusia dikenal sebagai pemasok utama minyak dan gas ke Eropa, dengan transaksi menggunakan dolar AS.

Menurutnya, efek domino pun muncul. China, India, dan sejumlah negara lain turut mengalihkan cadangan devisanya dari dolar ke emas, bahkan hingga membeli tambang emas di berbagai wilayah dunia. Fenomena ini mendorong lonjakan tajam harga emas secara global.

Rentetan panjang itulah yang juga memicu demam emas modern di tanah air. Masyarakat berlomba membeli emas sebagai instrumen lindung nilai, sehingga semakin memperkuat tekanan harga. Dan, seperti kata BPS, emas turut menyumbang inflasi.

Fenomena ini terbaca pula, bahwa masyarakat kelas menengah memiliki peran karena emas menambah bobot signifikan dalam keranjang konsumsi sebagian masyarakat. Entah itu emas perhiasan maupun emas logam mulia.

Kini, yang perlu dilihat pemerintah adalah bagaimana agar angka inflas tidak terus naik. Pasalnya secara tahunan, inflasi Desember 2025 berada di level 2,92 persen. Angka itu mendekati ambang batas pemerintah sebesar 3,5 persen. Ujung-ujungnya, bila inflasi terus meroket, kita tahu siapa yang paling terdampak. Yap, masyarakat berpenghasilan rendah.

  • Penulis: Deddy Rachmawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara

    Jepang Siapkan Pinjaman Rp171 Triliun untuk Amankan Pasokan Minyak Asia Tenggara

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jepang mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi kawasan dengan menyiapkan bantuan pinjaman sebesar US$10 miliar atau setara Rp171,34 triliun bagi negara-negara Asia, khususnya Asia Tenggara. Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak global serta gangguan rantai pasok energi. Perdana Menteri Jepang, Sanae […]

  • Emas Antam Meroket Rp50.000, Per Gramnya Rp3,135 Juta

    Emas Antam Meroket Rp50.000, Per Gramnya Rp3,135 Juta

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam kembali meroket pada perdagangan Senin (2/3/2026). Dari semula Rp3.085.000, kini menjadi Rp3.135.000 per gram.‎ Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini mengalami kenaikan Rp50.000. Sepanjang 2026, harga emas Antam mencatatkan kenaikan sekitar 26 persen. Sebab, pada 1 Januari lalu, harga emas Antam tercatat hanya sebesar Rp2.488.000 per gram. […]

  • Sentimen Global Masih Membayangi: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229

    Sentimen Global Masih Membayangi: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026) sore. Mata uang Indonesia ini tercatat naik 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini menunjukkan adanya sentimen positif di pasar keuangan domestik, meski pergerakan rupiah sepanjang hari tetap diwarnai fluktuasi. Namun demikian, penguatan rupiah […]

  • Sektor Pertanian Gorontalo Jadi Tulang Punggung Ekonomi

    Sektor Pertanian Gorontalo Jadi Tulang Punggung Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sektor pertanian di Provinsi Gorontalo menjadi tulang punggung perekonomian daerah, menyumbang lebih dari sepertiga Produk Domestik Bruto (PDB). Data Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa dominasi sektor ini tidak hanya penting untuk ekonomi, tetapi juga bagi ketahanan pangan masyarakat. Komoditas unggulan Gorontalo, seperti jagung, berhasil menembus pasar ekspor internasional, sementara produksi padi tetap […]

  • Prabowo Hapus Kredit Macet Rp2,4 Triliun, 67 Ribu UMKM Dapat Nafas Baru

    Prabowo Hapus Kredit Macet Rp2,4 Triliun, 67 Ribu UMKM Dapat Nafas Baru

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menandai tahun pertama kepemimpinannya dengan langkah besar di sektor keuangan rakyat: penghapusan kredit macet senilai Rp2,4 triliun untuk 67.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Kebijakan yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 ini mencakup sektor pertanian, […]

  • Hashim Ungkap Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Terkait Banjir Sumatra

    Hashim Ungkap Empat Perusahaan Keberatan Izinnya Dicabut Terkait Banjir Sumatra

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -Hashim Djojohadikusumo sebut ada 4 dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut pemerintah mengajukan keberatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Keberatan itu disampaikan lantaran perusahaan menilai pencabutan izin tidak tepat sasaran. Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan keempat perusahaan tersebut menilai aktivitas usaha mereka tidak berada di wilayah terdampak banjir di Aceh, […]

expand_less