Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam
- account_circle Deddy Rachmawan
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

Peternakan ayam potong
JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan membangun peternakan ayam terintegrasi. Bila ini terwujud maka, industri ayam tidak lagi “dimonopoli” oleh swasta.
Selama ini, industri ayam termasuk produksi DOC (day old chick) masih sepenuhnya berada di tangan swasta. Dengan kondisi itu pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat harga bergejolak.
Karena itu pembangunan pabrik peternakan ayam ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada swasta dalam pengendalian pasokan ayam dan telur, sekaligus memperkuat peran negara sebagai stabilisator harga.
Cnnindonesia.com melansir pembangunan pabrik peternakan ayam terintegrasi senilai Rp20 triliun segera dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 28 Februari 2026. Proyek yang dibiayai Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan pangan nasional, terutama untuk menopang kebutuhan ayam dan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“(Biaya dari) Danantara, 28 insya Allah (groundbreaking pabrik peternakan ayam), doakan 28 Januari (2026),” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).
Dia menyampaikan pada bulan lalu, harga DOC mencapai Rp14 ribu per ekor, padahal biasanya Rp9.000 per ekor. Alhasil, Kementan memutuskan menurunkan harga menjadi Rp11 ribu agar semua pihak merasa nyaman. Sayangnya, tidak terjadi perubahan harga.
Untuk itu, pemerintah akan membangun sebanyak 12 unit pabrik, pakan, dan produksi DOC di Indonesia sebagai solusi jangka panjang.
“Solusinya adalah negara akan membangun pabrik, pakan dan produksi DOC. Itu negara. Doakan dalam waktu singkat. Kita bangun 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini tidak terjadi lagi. Kemudian negara harus hadir, termasuk ada daging dan seterusnya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran negara melalui pembangunan fasilitas produksi ayam terintegrasi diperlukan agar pemerintah memiliki instrumen yang lebih kuat untuk mengendalikan pasokan dan harga.
Pemerintah menyiapkan investasi Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia. Proyek ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pendanaan akan bersumber dari BPI Danantara Indonesia, dengan lokasi pembangunan difokuskan di daerah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur.
Selain menjaga pasokan protein hewani nasional, proyek ini juga ditargetkan membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi desa.
Berdasarkan perhitungan Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan tambahan untuk menopang MBG mencapai sekitar 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun.
- Penulis: Deddy Rachmawan

Saat ini belum ada komentar