Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dunia usaha nasional menghadapi tekanan yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik. Dalam kondisi tersebut, penguatan jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga keberlangsungan dan daya tahan bisnis.

Business Networking International (BNI) Indonesia National Director Grace Hakim mengatakan, tantangan global dan domestik menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada persaingan, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung.

“Jejaring yang kuat dan kolaboratif dapat membuka peluang bisnis baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong inovasi yang berdampak luas bagi perekonomian nasional,” ujar Grace, Selasa (20/1/2026).

Melalui platform BNI Achievers, BNI mendorong terbentuknya komunitas pelaku usaha lintas sektor yang mengedepankan kepercayaan, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama berkelanjutan. Saat ini, anggota BNI Achievers berasal dari berbagai bidang, mulai dari jasa hukum, pemasaran, konstruksi, manufaktur, kesehatan, hingga teknologi informasi.

Keberagaman sektor tersebut dinilai memperkuat sinergi lintas industri dan membuka peluang kolaborasi strategis yang saling menguntungkan. Integrasi rantai nilai antarsektor diharapkan mampu meningkatkan daya saing dunia usaha di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) juga dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pasar, termasuk melalui ekspor. BNI Indonesia National Director Setio Priyono menyebutkan, kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional sangat signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UKM menyumbang sekitar 61,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Kontribusi tersebut menegaskan peran strategis UKM dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Untuk meningkatkan daya saing UKM, BNI menghadirkan berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi pelaku usaha sekaligus membuka akses jejaring bisnis di tingkat internasional.

“Dengan memanfaatkan jaringan BNI yang tersebar di puluhan negara, UKM dapat terhubung langsung dengan mitra bisnis global. Ini menjadi bagian dari komitmen BNI mendukung penguatan ekonomi nasional,” kata Setio.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

    Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat, 25 Oktober 2025, melanjutkan kenaikan sebelumnya dan tetap berada di jalur penguatan mingguan. Kenaikan harga dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, yang menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan global. Mengutip CNBC, harga minyak Brent berjangka turun tipis 7 sen atau […]

  • Meta Uji Fitur Premium WhatsApp dan Instagram, Pengguna Wajib Berlangganan

    Meta Uji Fitur Premium WhatsApp dan Instagram, Pengguna Wajib Berlangganan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meta Platforms dikabarkan tengah menguji fitur premium berbasis langganan di sejumlah platform miliknya, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Kebijakan ini berpotensi mengubah model layanan yang selama ini dinikmati pengguna secara gratis. Mengutip laporan TechCrunch yang dilansir CNBC, paket berlangganan tersebut dirancang untuk memberikan akses ke fitur produktivitas dan kreativitas lanjutan, termasuk kemampuan kecerdasan […]

  • IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    IHSG Anjlok 3,06% ke Level 7.152 Sesi I, Saham DSSA, BBTN, dan AMMN Jadi Top Losers LQ45

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat anjlok 3,06% ke level 7.152,85 pada perdagangan siang ini. Pelemahan terjadi secara merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan besar di pasar saham domestik. Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi 4,09%, disusul sektor […]

  • Dilema UMKM Perempuan: Keuntungan Usaha Masih Tercampur dengan Kebutuhan Rumah Tangga

    Dilema UMKM Perempuan: Keuntungan Usaha Masih Tercampur dengan Kebutuhan Rumah Tangga

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lebih dari 100 pelaku UMKM memadati Gedung PLUT Kabupaten Pacitan untuk mengikuti pelatihan wirausaha dan literasi finansial yang digelar Kementerian UMKM bersama ShopeePay dan SeaBank. Mayoritas peserta adalah ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kemampuan mengelola usaha, termasuk memisahkan keuangan bisnis dari kebutuhan rumah tangga sebuah dilema yang hingga kini masih kerap terjadi […]

  • Rupiah Dibuka Loyo! Sentuh Rp17.386 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Loyo! Sentuh Rp17.386 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (11/5/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah tipis di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi pasar keuangan global. Pada pembukaan perdagangan pagi, rupiah turun 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan […]

  • Juda Agung Dilantik Wamenkeu, Kekayaannya Rp56 Miliar

    Juda Agung Dilantik Wamenkeu, Kekayaannya Rp56 Miliar

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang baru, menggantikan Thomas Djiwandono, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026). Sebelumnya, Juda menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) per 10 Maret 2025, total kekayaan Juda Agung tercatat Rp56,08 miliar. Rinciannya: Tanah dan Bangunan: […]

expand_less