Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

Jejaring dan Kolaborasi Jadi Kunci Dunia Usaha Bertahan di Tengah Gejolak Global

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Dunia usaha nasional menghadapi tekanan yang semakin kompleks seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik. Dalam kondisi tersebut, penguatan jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha dinilai menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga keberlangsungan dan daya tahan bisnis.

Business Networking International (BNI) Indonesia National Director Grace Hakim mengatakan, tantangan global dan domestik menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada persaingan, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung.

“Jejaring yang kuat dan kolaboratif dapat membuka peluang bisnis baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong inovasi yang berdampak luas bagi perekonomian nasional,” ujar Grace, Selasa (20/1/2026).

Melalui platform BNI Achievers, BNI mendorong terbentuknya komunitas pelaku usaha lintas sektor yang mengedepankan kepercayaan, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama berkelanjutan. Saat ini, anggota BNI Achievers berasal dari berbagai bidang, mulai dari jasa hukum, pemasaran, konstruksi, manufaktur, kesehatan, hingga teknologi informasi.

Keberagaman sektor tersebut dinilai memperkuat sinergi lintas industri dan membuka peluang kolaborasi strategis yang saling menguntungkan. Integrasi rantai nilai antarsektor diharapkan mampu meningkatkan daya saing dunia usaha di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) juga dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang untuk memperluas pasar, termasuk melalui ekspor. BNI Indonesia National Director Setio Priyono menyebutkan, kontribusi UKM terhadap perekonomian nasional sangat signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), UKM menyumbang sekitar 61,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Kontribusi tersebut menegaskan peran strategis UKM dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Untuk meningkatkan daya saing UKM, BNI menghadirkan berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi pelaku usaha sekaligus membuka akses jejaring bisnis di tingkat internasional.

“Dengan memanfaatkan jaringan BNI yang tersebar di puluhan negara, UKM dapat terhubung langsung dengan mitra bisnis global. Ini menjadi bagian dari komitmen BNI mendukung penguatan ekonomi nasional,” kata Setio.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Tegaskan Siap Jadi Motor Transisi Energi Indonesia di COP30

    PLN Tegaskan Siap Jadi Motor Transisi Energi Indonesia di COP30

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam forum iklim COP30 di Belém, Brasil, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat transisi energi dan menurunkan emisi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Komitmen tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mewakili Presiden Prabowo Subianto. Dalam paparannya, Hashim menjelaskan bahwa Indonesia telah menegaskan […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Parah, Cek Selengkapnya Disini!

    Harga Emas Antam Anjlok Parah, Cek Selengkapnya Disini!

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam anjlok parah pada hari ini, Kamis (18/6/2026). Koreksi harga yang cukup dalam tersebut membuat emas Antam lebih murah dari hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun tajam Rp30.000. Dengan penurunan tersebut, harga emas Antam kini berada di level Rp2.703.000 per gram. Angka ini […]

  • OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    OJK Ingatkan Himbara Jika Ingin Naikkan Bunga Deposito Valas

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan kepada bank-bank milik negara (Himbara) terkait rencana menaikkan suku bunga deposito valas atau valuta asing. Rencana tersebut kabarnya akan diterapkan pada 5 November 2025, dengan bunga deposito USD (dolar AS) naik menjadi 4%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, keputusan penetapan bunga deposito dalam […]

  • Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Minggu Ini

    Harga Emas Antam dan Galeri24 Turun Minggu Ini

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Galeri24 terpantau menurun sepanjang pekan terakhir, menandai tren turun pada pasar emas domestik. Data periode 20-25 Oktober 2025 menunjukkan emas Antam merosot Rp 65.000, dari Rp 2.415.000 per gram menjadi Rp 2.350.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 turun Rp 59.000, dari Rp 2.504.000 […]

  • Harga Perak Naik Tipis Menjadi Rp 25.600 per Gram

    Harga Perak Naik Tipis Menjadi Rp 25.600 per Gram

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Rabu (29/10/2025). Perak Antam naik Rp200 menjadi Rp 25.600 per gram dibandingkan hari sebelumnya dibanderol Rp 25.400 per gram. Pada Rabu ini, harga dasar perak Antam (ANTM) murni dengan berat 250 gram dipatok Rp 5.800.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% […]

  • Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    Kadin: Industri Manufaktur Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi 8 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa industri pengolahan nonmigas (IPNM) atau manufaktur menjadi tulang punggung utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan pemerintah. “Tentu untuk tumbuh delapan persen salah satu faktornya adalah tumbuhnya industri. Tanpa industri tumbuh, ya jangan pernah berharap ekonomi bisa tumbuh 8 persen,” […]

expand_less