Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) menyatakan kesiapan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan apabila perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi bergerak sesuai dengan proyeksi. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BOJ Kazuo Ueda di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter Jepang.

Mengutip laporan Reuters, Senin (5/1/2026), Ueda mengatakan ekonomi Jepang masih mempertahankan pemulihan yang moderat sepanjang tahun lalu, meskipun laba perusahaan sempat tertekan akibat kenaikan tarif Amerika Serikat.

“Upah dan inflasi kemungkinan besar akan naik bersamaan secara moderat,” kata Ueda dalam pidatonya di hadapan kelompok lobi perbankan Jepang.

Ueda menambahkan, penyesuaian tingkat dukungan moneter secara bertahap diperlukan untuk membantu perekonomian Jepang mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

Bank of Japan sebelumnya telah menaikkan suku bunga kebijakan ke level 0,75 persen, tertinggi dalam hampir 30 tahun, dari posisi sebelumnya 0,5 persen. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya BOJ mengakhiri era panjang stimulus moneter besar-besaran dan suku bunga mendekati nol.

Meski demikian, biaya pinjaman riil di Jepang masih berada di wilayah negatif. Hal ini disebabkan inflasi konsumen yang terus berada di atas target BOJ sebesar 2 persen selama hampir empat tahun terakhir.

Pasar kini menanti laporan prospek triwulanan BOJ yang akan dirilis pada pertemuan kebijakan 22–23 Januari 2026. Laporan tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai pandangan dewan BOJ terhadap dampak pelemahan yen terhadap inflasi.

Melemahnya nilai tukar yen dalam beberapa waktu terakhir telah mendorong kenaikan biaya impor dan inflasi secara lebih luas. Kondisi ini membuat sejumlah anggota dewan BOJ menyerukan kenaikan suku bunga lanjutan secara bertahap.

Pada perdagangan Senin, dolar AS tercatat menguat 0,2 persen menjadi 157,08 yen, setelah sempat menyentuh level 157,255 yen, tertinggi sejak 22 Desember. Seiring dengan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun juga meningkat dan sempat menyentuh level tertinggi dalam 27 tahun di 2,125 persen.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah Jambi

    Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah Jambi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Warga di Provinsi Jambi diimbau untuk waspada terhadap potensi hujan ringan yang melanda sebagian besar wilayah pada Kamis, 9 Oktober 2025. Berdasarkan data BMKG, hampir seluruh kabupaten dan kota di Jambi diprediksi mengalami cuaca hujan ringan disertai kelembapan tinggi yang bisa mencapai hingga 99 persen di beberapa daerah. Sejak pagi hingga malam hari, […]

  • Respons Menkeu Purbaya soal Misbakhun Masuk Bursa Calon Ketua OJK

    Respons Menkeu Purbaya soal Misbakhun Masuk Bursa Calon Ketua OJK

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons kabar Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang disebut masuk bursa calon Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Purbaya mengaku belum mengetahui informasi tersebut dan menegaskan fokusnya saat ini adalah pembentukan panitia seleksi (pansel) OJK. “Oh saya enggak tahu (Misbakhun masuk bursa calon […]

  • PHRI Ungkap Banyak Hotel Tutup & Dijual, Okupansi Anjlok Akibat Daya Beli Turun

    PHRI Ungkap Banyak Hotel Tutup & Dijual, Okupansi Anjlok Akibat Daya Beli Turun

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengungkapkan banyak hotel di Indonesia menutup operasional dan bahkan dijual akibat penurunan tingkat hunian atau okupansi sepanjang 2025. Salah satunya terjadi di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang mengalami penurunan okupansi cukup drastis. “Tadi pagi saya baru rapat internal untuk menggambarkan, satu […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar dan Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar dan Angso Duo Jambi Stabil, Cabe Rawit Hijau Naik 23 Persen

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di dua pasar utama Kota Jambi, yaitu Pasar Rakyat Talang Banjar dan Pasar Angso Duo, terpantau relatif stabil pada pekan pertama November 2025. Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, sebagian besar harga sembako tidak mengalami perubahan berarti, meskipun ada beberapa komoditas yang menunjukkan kenaikan dan penurunan […]

  • Indonesia Vs Arab Saudi, Berat Tapi Menantang

    Indonesia Vs Arab Saudi, Berat Tapi Menantang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Arab Saudi akan berlangsung dini hari nanti, pukul 00.15 WIB. Duel putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik dan menegangkan di babak kualifikasi Zona Asia. Secara performa terkini, Arab Saudi menunjukkan keunggulan dan dominasi dengan catatan kemenangan beruntun di babak […]

  • Rangka Atap Baja Ringan vs Kayu, Lebih Baik Pilih yang Mana?

    Rangka Atap Baja Ringan vs Kayu, Lebih Baik Pilih yang Mana?

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemilihan rangka atap masih menjadi topik hangat di kalangan pemilik rumah, terutama antara baja ringan dan kayu. Dulu, kayu merupakan material yang selalu digunakan untuk membuat rangka atap rumah. Namun seiring berjalannya waktu, baja ringan semakin diminati sebagai material alternatif. Keduanya memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi kekuatan, keawetan, dan biaya konstruksi. Dengan meningkatnya […]

expand_less