Dari 10 Kijang Super hingga 80 Armada, Begini Perjalanan 37 Tahun PO Ratu Intan Permata di Jambi
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Karyawan PO Ratu Intan Permata sedang melayanin penumpang yang akan berangkat ke berbagai jurusan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Jauh sebelum perjalanan antarkota di Jambi ditopang jalan yang semakin baik dan beragam pilihan transportasi, bepergian ke luar daerah bukan perkara sederhana. Kendaraan terbatas, infrastruktur belum seperti sekarang, dan perjalanan membutuhkan waktu serta kesabaran lebih. Di tengah kondisi tersebut, sebuah usaha angkutan kecil mulai dirintis di Jambi. Pada Juli 1989, Efendi atau yang dikenal sebagai Alex Efendi mendirikan PO Ratu Intan Permata. Usaha itu bermula dari sekitar 10 unit Toyota Kijang Super berbahan bakar bensin yang melayani trayek Jambi-Kuala Tungkal.
Tarif perjalanan saat itu hanya sekitar Rp10.000. Namun, perjalanan menuju Kuala Tungkal memiliki tantangan tersendiri. Sebelum Jembatan Aur Duri I dibangun, kendaraan harus menggunakan ponton untuk menyeberang. Perjalanan yang sekarang mungkin terasa biasa, pada masa itu membutuhkan waktu, tenaga dan kesabaran lebih dari penumpang maupun pengemudi.
Kantor pertama PO Ratu Intan Permata juga masih jauh dari gambaran perusahaan transportasi dengan jaringan luas. Kantor tersebut berada di kawasan Jalan Asad, tepat di depan Toko Roti Kristin dan tidak jauh dari terminal taksi lama. Kawasan tersebut pada masa itu juga dikenal sebagai salah satu titik aktivitas pasar dan angkutan sado.
Dua tahun setelah berdiri, PO Ratu Intan Permata mulai memperbesar skala bisnis. Pada 1991, PO Ratu Intan Permata membuka trayek Jambi-Palembang. Untuk mendukung rute tersebut, PO Ratu Intan Permata membeli sekitar 10 unit Mitsubishi L300 dengan kapasitas delapan penumpang.
Langkah tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan PO Ratu Intan Permata. Setelah Palembang, jaringan perjalanan kemudian berkembang ke sejumlah kota lain di Sumatra, seperti Padang, Pekanbaru, Bandar Lampung dan Bengkulu.
Ekspansi trayek membuat PO Ratu Intan Permata memasuki periode pertumbuhan panjang. Dari usaha angkutan dengan 10 Kijang Super, PO Ratu Intan Permata berkembang menjadi operator transportasi dengan armada yang jauh lebih besar.
Pada periode 1991 hingga 2020, jumlah kendaraan PO Ratu Intan Permata disebut pernah mencapai sekitar 200 unit. Pertumbuhan tersebut juga ikut membuka lapangan pekerjaan. Jika pada era 1990-an jumlah karyawan masih sekitar 20 orang, kini jumlahnya mencapai sekitar 50 karyawan.
Namun, bisnis transportasi memiliki satu karakter: pasar tidak pernah diam.
Memasuki periode 2022-2026, PO Ratu Intan Permata menghadapi perubahan persaingan. Semakin banyak PO membuka jurusan atau trayek yang sama. Pada saat bersamaan, harga tiket pesawat menjadi semakin terjangkau dan kondisi jalan antarkota semakin baik.
Perubahan tersebut ikut memengaruhi jumlah armada PO Ratu Intan Permata. Dari sekitar 200 kendaraan pada periode pertumbuhan, kini PO Ratu Intan Permata mengoperasikan sekitar 80 unit kendaraan, terdiri dari 40 Toyota Innova Reborn dan 40 Toyota Hiace.
PO Ratu Intan Permata juga sempat mencoba menggunakan kendaraan Huling pada 2018. Namun, kendaraan tersebut hanya bertahan sekitar dua tahun karena dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Ruang Tunggu Penumpang PO Ratu Intan Permata Jambi.
Meski jumlah armada berkurang, aktivitas perjalanan tetap berjalan. Untuk rute Jambi-Palembang, rata-rata penumpang mencapai sekitar 70 orang per hari. Jika seluruh rute digabungkan, jumlah penumpang PO Ratu Intan Permata berada di kisaran 200 orang per hari.
Untuk perjalanan Jambi-Palembang, harga tiket saat ini sekitar Rp175.000.
Di tengah persaingan transportasi yang semakin terbuka, PO Ratu Intan Permata tidak hanya mengandalkan trayek dan armada. Pelayanan juga menjadi bagian penting yang terus diperhatikan.
Kepala Operasional Kendaraan PO Ratu Intan Permata, Abdul Hamid, mengatakan evaluasi pelayanan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari penerimaan telepon, kondisi kendaraan hingga kinerja pengemudi.
Keluhan pelanggan menjadi bahan evaluasi. Jika terdapat laporan terkait pelayanan pengemudi, PO Ratu Intan Permata akan melakukan pemeriksaan dan dapat memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Bagi PO Ratu Intan Permata yang telah beroperasi selama puluhan tahun, menjaga kepercayaan pelanggan menjadi pekerjaan yang tidak pernah selesai.
Perjalanan PO Ratu Intan Permata sejak 1989 memperlihatkan perubahan besar dalam bisnis transportasi Jambi. Dari 10 Kijang Super dengan tarif Rp10.000, kini PO Ratu Intan Permata beroperasi dengan puluhan kendaraan dan melayani ratusan penumpang setiap hari.
Rute perjalanan berkembang, infrastruktur berubah, kompetitor bertambah, moda transportasi udara semakin mudah diakses, dan pelanggan memiliki ekspektasi pelayanan yang semakin tinggi.
Karena itu, perjalanan PO Ratu Intan Permata selama lebih dari tiga dekade dapat dibaca sebagai bagian dari perjalanan industri transportasi Jambi sendiri. Dari era ponton dan Kijang Super hingga jalan antarkota yang semakin terkoneksi, bisnis transportasi terus dipaksa untuk beradaptasi.
Setelah 37 tahun, tantangan PO Ratu Intan Permata bukan lagi sekadar bagaimana membawa penumpang sampai tujuan, tetapi bagaimana terus menjaga kepercayaan pelanggan ketika masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk bepergian.
- Penulis: say say
