Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Sepatu Bata (BATA) Resmi Setop Produksi Alas Kaki, Rugi Rp40 Miliar

Sepatu Bata (BATA) Resmi Setop Produksi Alas Kaki, Rugi Rp40 Miliar

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Emiten industri alas kaki legendaris, PT Sepatu Bata Tbk (BATA), resmi menghentikan kegiatan usaha di bidang industri alas kaki untuk kebutuhan sehari-hari. Keputusan strategis ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025. Langkah mengejutkan datang dari merek sepatu legendaris Indonesia. Setelah hampir satu abad beroperasi, Sepatu Bata (BATA) resmi menutup lini produksi alas kaki dan menghapusnya dari anggaran dasar perusahaan, menandai babak baru dalam sejarah industri sepatu nasional.

Dalam rapat yang digelar akhir September tersebut, terdapat tiga agenda utama, yakni perubahan anggaran dasar, perubahan susunan direksi, serta pengangkatan dan perubahan dewan komisaris.

“RUPSLB menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis manajemen dalam ringkasan risalah rapat, dikutip Kamis (9/10/2025).

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Rajeev Gopalakrishnan dari posisi Presiden Komisaris, yang telah diajukan sejak 25 Juni 2025. Langkah penghapusan lini bisnis utama ini terjadi di tengah kinerja keuangan perusahaan yang masih tertekan. Berdasarkan laporan keuangan semester I/2025, BATA mencatat rugi bersih sebesar Rp40,62 miliar, turun dibandingkan kerugian Rp127,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, penjualan bersih anjlok 38,74% menjadi Rp159,43 miliar, dari sebelumnya Rp260,29 miliar. Total aset pun ikut turun menjadi Rp377,98 miliar hingga akhir Juni 2025, dibandingkan Rp405,66 miliar di akhir 2024. Sementara total liabilitas tercatat Rp434,53 miliar dengan ekuitas hanya Rp56,54 miliar.

“Memberikan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan tersebut, termasuk menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan dalam suatu akta notaris,” demikian tertulis dalam risalah rapat.

Untuk diketahui, BATA telah menutup pabrik di Purwakarta sejak April 2024. Setelah itu, perusahaan menyelesaikan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membayar pesangon sebesar Rp16,7 miliar kepada ratusan karyawan hingga Mei 2024.

Direktur BATA, Hatta Tutuko, menyampaikan bahwa perusahaan kini akan fokus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memperkuat penjualan produk dan aksesori.

“Perseroan mengalihkan produksi dengan bekerja sama dengan supplier lokal yang mumpuni,” ujar Hatta dalam paparan publik pada Desember 2024.

Sebelumnya, BATA juga telah menjual pabriknya di Kalibata, Jakarta pada 2009, yang kemudian seluruh proses produksi dipusatkan di Purwakarta. Kini, setelah pabrik Purwakarta resmi tutup, BATA mengandalkan 100% produksi dari suplier lokal.

“Jalan keluarnya, kita kerja sama dengan suplier lokal agar perbaiki posisi keuangan,” ujarnya.

Perusahaan juga memindahkan pusat distribusi dari Purwakarta ke Jakarta, serta menggandeng perusahaan logistik untuk mengelola warehouse yang menyalurkan barang ke toko-toko Bata di seluruh Indonesia. Meski menghentikan produksi internal, BATA masih berupaya tetap eksis di pasar Indonesia dengan strategi baru yang berfokus pada kolaborasi dan efisiensi distribusi. Transformasi ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan menjaga keberlangsungan merek Bata di tengah persaingan ritel modern yang semakin ketat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Toyota Soroti Kesiapan Industri Lokal dalam Wacana Insentif Mobil Listrik 2026

    Toyota Soroti Kesiapan Industri Lokal dalam Wacana Insentif Mobil Listrik 2026

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Toyota Indonesia menyatakan siap mengikuti regulasi baru terkait insentif mobil listrik 2026 yang tengah diwacanakan pemerintah. Meski demikian, Toyota menegaskan penyusunan aturan tersebut harus mempertimbangkan kesiapan industri lokal, baik dari sisi hulu maupun hilir. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan sebagai pelaku industri, Toyota akan mematuhi setiap regulasi […]

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • BRI Ungkap Modus Penipuan Kartu Kredit, Nasabah Diminta Waspada Saat Transaksi

    BRI Ungkap Modus Penipuan Kartu Kredit, Nasabah Diminta Waspada Saat Transaksi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan kartu kredit seiring meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai di Indonesia. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kemudahan transaksi menggunakan kartu kredit perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan informasi perbankan. Pasalnya, kejahatan perbankan seperti […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Kompak Parkir di Level Lama

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Kompak Parkir di Level Lama

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas UBS, antam, dan Galeri24 yang diperjualbelikan di Pegadaian tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Tiga produk logam mulia andalan Pegadaian ini kompak stagnan alias tidak bergerak dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data dari laman resmi Sahabat Pegadaian, harga emas UBS hari ini masih bertahan di level Rp2.737.000 per gram. Sementara […]

  • Gen Z dan Milenial Dominasi Tabungan Haji Bank Syariah Indonesia, Tembus 1,2 Juta Nasabah

    Gen Z dan Milenial Dominasi Tabungan Haji Bank Syariah Indonesia, Tembus 1,2 Juta Nasabah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Generasi muda kini menjadi motor utama pertumbuhan tabungan haji di Bank Syariah Indonesia (BSI). Nasabah berusia 21 hingga 40 tahun tercatat mencapai sekitar 1,2 juta orang hingga kuartal I 2026. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan dominasi kelompok usia muda menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji dan umrah sejak […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun Lagi, Sekarang Dipatok Segini: Buruan!

    Harga Emas di Pegadaian Turun Lagi, Sekarang Dipatok Segini: Buruan!

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian kembali merosot hari ini, Selasa (7/4/2026). Emas produksi anak perusahaan pegadaian, galeri24, kini dihargai Rp2.860.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.870.000 per gram. Sementara itu, emas UBS turun menjadi Rp 2.874.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.885.000 per gram. Penurunan harga ini berdasarkan data terbaru dari Pegadaian. Perlu menjadi […]

expand_less