Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

Kembangkan Mobil Nasional, Airlangga Hartarto Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Stop

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah RI melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sinyal kuat bahwa insentif kendaraan listrik tidak akan dilanjutkan pada 2026. Kebijakan tersebut dinilai telah mencapai tujuan awalnya, yaitu mendorong produsen otomotif untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Meski demikian, ketiadaan insentif bukan berarti pengembangan industri otomotif dihentikan, melainkan akan mengalihkan fokus ke pembangunan mobil nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Stimulus itu diberikan supaya mereka bangun pabrik. Sekarang setelah mereka bangun pabrik, struktur biaya masuknya lebih rendah. Jadi ketika insentif berhenti, industri tetap jalan,” ujar Airlangga di Subang, Jawa Barat, kemarin.

Airlangga juga menilai, selama dua tahun pemberian insentif kendaraan listrik, hasilnya sudah terlihat. Harga mobil listrik saat ini menjadi lebih terjangkau, dan sejumlah produsen mulai merealisasikan investasi melalui pembangunan pabrik di Indonesia.

“Sekarang sudah ada mobil listrik dengan harga Rp 152 juta. Sebelum kebijakan ini, tidak ada mobil listrik di bawah Rp 200 juta,” kata Airlangga.

Seiring berakhirnya insentif, anggaran pemerintah akan diarahkan untuk mendukung pengembangan mobil nasional. Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan perencanaan dengan mempelajari model bisnis dan strategi investasi yang sudah berjalan, termasuk dari VinFast.

“Anggarannya kita arahkan ke perencanaan mobil nasional. Itu sedang dalam proses,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak akan ada tambahan insentif baru bagi produsen kendaraan listrik. Skema yang ada saat ini dinilai sudah cukup untuk mendorong pembangunan pabrik dan investasi jangka panjang.

“Tidak ada tambahan, yang ada itu existing saja. Jadi yang lain, yang belum punya pabrik tapi menikmati insentif harus ikut seperti VinFast ini (mendirikan pabrik),” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah saat ini tengah menyiapkan pengembangan mobil nasional sebagai bagian dari strategi jangka panjang industri otomotif. Gagasan tersebut disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia dapat memiliki mobil buatan dalam negeri dalam tiga tahun ke depan. Bahkan, alokasi dananya sudah disiapkan.

“Belum merupakan prestasi, tapi sudah kita mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam tiga tahun yang akan datang,” ujar Prabowo beberapa waktu lalu.

“Saya sudah alokasikan dana, sudah kita siapkan lahan untuk pabrik-pabriknya. Sedang bekerja sekarang tim. Kita sudah menghasilkan jip buatan Indonesia,” sambungnya.

Prabowo juga mengungkapkan, pengembangan mobil nasional diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membangun kebanggaan terhadap produk buatan Indonesia. Adapun beberapa insentif otomotif yang akan terhenti pada akhir tahun ini adalah pembebasan tarif bea masuk bagi mobil listrik berbasis baterai dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 10 persen.

Insentif pengurangan PPN ini termaktub dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025. Syaratnya, kendaraan listrik diproduksi lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tertentu, yaitu minimum 40 persen, sementara tarif PPnBM juga akan dibebaskan.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pak Haato

    Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Mbak Tutut: Kontra Boleh Ekstrem Jangan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anak Presiden ke-2 RI,Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana dan Bambang Trihatmodjo, menjadi perwakilan keluarga saat penganugerahan gelar tanda pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Mereka tampak semringah. Seperti diberitakan, nama Soeharto masuk dalam 10 penerima gelar pahlawan nasional 2025. Presiden Prabowo Subianto langsung menganugerahkan gelar tanda pahlawan tersebut. Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak […]

  • 20.289 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT hingga 5 Januari 2026

    20.289 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT hingga 5 Januari 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat sebanyak 20.289 Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Tahun Pajak 2025 telah disampaikan oleh wajib pajak hingga 5 Januari 2026. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Rosmauli mengatakan, data tersebut tercatat hingga pukul 15.37 WIB. “Progres Pelaporan SPT Tahunan PPh Per tanggal 5 Januari 2026 Pukul 15.37 WIB, untuk […]

  • Turun Rp350, Harga Perak Antam Jadi Segini

    Turun Rp350, Harga Perak Antam Jadi Segini

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak keluaran Antam terpantau melemah pada Senin (6/4/2026). Kini harga perak Antam dipatok sebesar Rp46.200 per gram. Penurunan ini menjadi perhatian bagi para pelaku pasar dan investor. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga perak Antam terkoreksi sebesar Rp350 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, harga perak Antam […]

  • Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    Kembali Melemah, Rupiah Diposisi Rp16.733 per Dolar AS Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan pagi ini, Rabu (5/11/2025), rupiah dibuka di level Rp16.733 per dolar AS. Rupiah melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,36% secara harian ke Rp 16.724. Sebelumnya, […]

  • Produksi Melimpah, Klaim RI Siap Ekspor Beras

    Produksi Melimpah, Klaim RI Siap Ekspor Beras

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa Indonesia telah siap untuk mengekspor beras. Namun, pemerintah lebih memilih untuk memperkuat stok terlebih dahulu, sebelum dapat mengirimnya ke negara lain. Zulhas menyampaikan bahwa Indonesia pada dasarnya telah mencapai swasembada beras. Mengingat stok cadangan beras telah menembus empat juta ton. “Kalau ekspor saja, hari […]

  • Papua Jadi Target Perluasan Perkebunan Sawit Usai Sumatra, Ini Rencana Prabowo

    Papua Jadi Target Perluasan Perkebunan Sawit Usai Sumatra, Ini Rencana Prabowo

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, melayangkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto terkait wacana penanaman kelapa sawit di Papua. Usman menilai gagasan tersebut menunjukkan pengabaian terhadap pelajaran pahit dari bencana ekologis yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat deforestasi, terutama di Aceh dan Sumatra. Pernyataan Presiden Prabowo soal rencana penanaman sawit di […]

expand_less