Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Otobiz » Mau Tahu Risiko Nyalakan Mobil yang Terendam Banjir? Ini Penjelasannya

Mau Tahu Risiko Nyalakan Mobil yang Terendam Banjir? Ini Penjelasannya

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menyalakan kendaraan yang baru saja terendam banjir adalah salah satu kesalahan paling berisiko yang masih sering dilakukan pemiliknya. Banyak yang tidak menyadari bahwa air yang masuk ke ruang mesin maupun sistem kelistrikan dapat memicu kerusakan serius dan membuat biaya perbaikan membengkak.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady mengatakan, menyalakan kendaraan yang baru terendam banjir sangat berisiko karena dapat memicu kerusakan berat pada mesin maupun sistem kelistrikan.

“Saat kendaraan terdampak banjir itu kita tidak boleh langsung starter, karena risiko kerusakannya tinggi,” kata Jayan dikutip Kompas.com, belum lama ini.

Pasalnya, air yang masuk ke mesin melalui saluran udara atau sistem kelistrikan dapat memicu water hammer, yaitu kondisi ketika air yang tidak bisa dikompresi masuk ke ruang bakar dan berpotensi menyebabkan piston jebol atau stang piston bengkok.

“Selain itu, sistem kelistrikan yang basah juga berisiko mengalami korsleting yang dapat merusak komponen elektronik atau bahkan memicu kebakaran,” jelas dia.

Maka dari itu, Jayan menyarankan pemilik kendaraan untuk langsung membawa kendaraan yang terendam banjir ke bengkel.

“Jangan dinyalakan, di-towing atau didorong dan dibawa ke bengkel yang sudah berpengalaman atau bengkel resmi,” katanya.

Nantinya, bengkel akan memastikan apakah air sudah masuk ke mesin atau belum. Beberapa komponen lain juga perlu dicek, karena ada potensi karatan setelah terendam air banjir.

Body harus segera dibersihkan dari air. Bila sudah ada tanda-tanda karat harus segera di-coating atau cat,” kata Jayan.

Tak hanya itu, Jayan juga menyarankan warga untuk membongkar interior mobil agar mudah dibersihkan secara menyeluruh.

Eko Sulistyo, Technical Leader Nasmoco Demak mengatakan, setelah mobil terendam banjir tidak boleh menyalakan mesin langsung hal ini untuk menghindari kerusakan yang lebih banyak.

“Jangan pernah (menyalakan mesin setelah mobil terendam banjir), ditakutkan air sudah masuk ke ruang bakar mesin saat unit terendam, bila kondisinya sudah seperti itu, menyalakan mesin akan membuat mobil mengalami water hammer,” ucap Eko.

Eko mengatakan, sebaiknya setelah mobil berhasil dievakuasi ke tempat aman, konsumen perlu memeriksa filter udara, apakah ada air di area tersebut atau tidak.

“Bila saringan udara basah, kemungkinan air masuk ke ruang bakar lewat saluran udara atau intake manifold, selanjutnya busi perlu dibongkar untuk mengeluarkan airnya pakai alat vakum,” ucap Eko.

Lebih lanjutnya, Eko mengatakan, pada kondisi normal, piston akan mengkompres udara. Sementara ketika ada air yang masuk maka kompresinya bisa menjadi sangat besar karena perbedaan massa keduanya.

“Bila water hammer terjadi, maka lengan piston bisa bengkok, patah, blok mesin pecah dan sejenisnya, dampak dari kompresi di luar spesifikasinya,” katanya.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Harga Emas Pegadaian: Bergerak Variatif!

    Update Harga Emas Pegadaian: Bergerak Variatif!

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diperjualbelikan di Pegadaian terpantau mengalami pergerakan yang bervariasi pada setiap jenisnya. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian. Berdasarkan data terbaru hari ini, Rabu (22/4/2026), emas cetakan Antam dibanderol seharga Rp2.996.000 per gram. Sementara itu, emas produksi UBS berada di angka Rp2.902.000 per […]

  • Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan padat perkotaan. Terbaru, proyek pembangunan rumah susun (rusun) akan segera dimulai di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan target konstruksi pada Mei 2026. Lahan yang digunakan merupakan aset milik PT Angkasa Pura Indonesia seluas 1,61 hektare. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa proyek […]

  • Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

    Rupiah Hari Ini Merosot, Sentimen Pasar Ekuitas Domestik Belum Pulih

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Rupiah dibuka melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,18% ke posisi 96,46. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Baht Thailand […]

  • Prabowo Pastikan Anggaran Hunian Korban Banjir Sumatera dan Aceh Sudah Disiapkan Pemerintah

    Prabowo Pastikan Anggaran Hunian Korban Banjir Sumatera dan Aceh Sudah Disiapkan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah Sumatera dan Aceh. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa proses pembangunan membutuhkan waktu karena kondisi lapangan yang masih dalam masa tanggap darurat. Kepastian tersebut disampaikan Prabowo ketika mengunjungi para pengungsi […]

  • 22 Emiten Umumkan Dividen 2025, BBRI hingga BBNI Paling Royal?

    22 Emiten Umumkan Dividen 2025, BBRI hingga BBNI Paling Royal?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musim pembagian dividen tahun buku 2025 kembali memanaskan pasar modal domestik. Sebanyak 22 emiten telah mengumumkan rencana distribusi laba kepada pemegang saham, dengan sektor keuangan menjadi kontributor terbesar. Sejumlah bank jumbo seperti BBRI dan BBNI tampil dominan dalam pembagian dividen tahun ini. BBRI tercatat membagikan dividen hingga Rp52,10 triliun atau setara Rp346 per […]

  • Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Terancam Batal, Washington Klaim Jakarta Mundur dari Komitmen

    Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Terancam Batal, Washington Klaim Jakarta Mundur dari Komitmen

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan berada di ambang kegagalan. Financial Times (FT) menyebut Washington menilai Jakarta mulai mundur dari beberapa komitmen yang sebelumnya telah disepakati dalam perundingan bilateral. FT mengutip pernyataan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, yang menilai Indonesia melakukan backtracking atau menarik diri dari sejumlah hal yang menjadi […]

expand_less