Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » 9 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Anjing, Apakah Indonesia Termasuk? Cek Faktanya di Sini

9 Negara yang Masih Mengonsumsi Daging Anjing, Apakah Indonesia Termasuk? Cek Faktanya di Sini

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Meski menuai pro dan kontra, konsumsi daging anjing masih menjadi bagian dari budaya di sejumlah negara. Beberapa wilayah bahkan memiliki tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Humane Society International memperkirakan 30 juta anjing dibunuh setiap tahun untuk konsumsi manusia.

Asia tercatat sebagai benua dengan tingkat konsumsi anjing tertinggi. Banyak anjing disebut dicuri dari pemiliknya sebelum dibawa untuk disembelih.

Daftar negara yang masih mengonsumsi daging anjing

  • China
  • Korea Selatan
  • Filipina
  • Indonesia
  • Thailand
  • Laos
  • Vietnam
  • Kamboja,
  • Nagaland di India.

China menjadi negara dengan konsumsi daging anjing terbesar di dunia dengan sekitar 10 juta anjing dikonsumsi setiap tahun. Tradisi ini telah berlangsung ribuan tahun dan masih populer di berbagai wilayah. Salah satu daerah paling dikenal adalah Yulin, yang setiap tahun mengadakan Festival Lychee and Dog Meat. Festival ini menuai kecaman global dan semakin kontroversial dari tahun ke tahun.

Pada 2020, Shenzhen dan Zhuhai menjadi kota pertama di China daratan yang melarang konsumsi daging anjing dan kucing. Kementerian Pertanian China juga telah mengubah klasifikasi anjing dan kucing dari hewan ternak menjadi hewan pendamping.

Vietnam berada di posisi kedua konsumsi tertinggi. Hampir seluruh bagian tubuh anjing digunakan dalam berbagai hidangan seperti semur, sup, hingga tusuk sate. Sebagian masyarakat Vietnam percaya daging anjing membawa keberuntungan dan memiliki khasiat obat.

Korea Selatan juga menjadi negara dengan konsumsi daging anjing yang masih cukup tinggi. Metode penyembelihan sering menimbulkan kritik dari aktivis hewan. Di Filipina, daging anjing menjadi bahan utama masakan tradisional asocena.

Sementara itu, Taiwan menjadi negara Asia pertama yang melarang konsumsi daging kucing dan anjing serta penjualannya pada 2017. Pelanggar dikenakan denda besar hingga hukuman penjara. Hong Kong juga mengharamkan penyembelihan hewan ini selama puluhan tahun, meski konsumsi pribadi belum dilarang.

Indonesia bukan konsumen terbesar, namun angkanya tetap signifikan. Sekitar 5% penduduk Indonesia diketahui masih mengonsumsi daging anjing. Perdagangan daging anjing dinilai berbahaya karena rabies masih umum ditemukan di sejumlah daerah. Selain itu, proses penyembelihan dan lokasi penjualan sering dilaporkan tidak memenuhi standar sanitasi.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa konsumsi anjing dapat memicu risiko trichinellosis, kolera, hingga rabies.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan aktivitas jual beli gas bumi pada proyek pipa transmisi gas Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II dapat mulai berjalan pada Juni 2026. Proyek strategis nasional ini memiliki panjang 245 kilometer dan ditargetkan rampung secara fisik pada tahun ini. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode […]

  • Harga Sembako Pasar Angso Duo Jambi 6 Maret 2026: Cabe Rawit Merah Naik 20 Persen

    Harga Sembako Pasar Angso Duo Jambi 6 Maret 2026: Cabe Rawit Merah Naik 20 Persen

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada 6 Maret 2026 relatif stabil, meski terdapat lonjakan pada cabe rawit merah yang naik hingga 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui SIHARKO menunjukkan sebagian besar komoditas pokok lainnya tetap stabil. Beberapa komoditas penting yang […]

  • PTPN IV PalmCo Dorong Ketahanan Pangan dengan Pola Tumpangsari di Aceh dan Jambi

    PTPN IV PalmCo Dorong Ketahanan Pangan dengan Pola Tumpangsari di Aceh dan Jambi

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, anak usaha PTPN III (Persero), mendorong ketahanan pangan nasional melalui program tumpangsari padi gogo di kebun sawit. Program Tanam Padi PTPN (TAMPAN) ini memanfaatkan lahan peremajaan sawit rakyat yang belum menghasilkan untuk menanam padi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Panen perdana telah dilakukan di […]

  • Sentimen Positif Bursa Global, IHSG Dibuka Berseri

    Sentimen Positif Bursa Global, IHSG Dibuka Berseri

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan terakhir Oktober dengan penguatan di zona hijau pada Senin (27/10/2025). Penguatan yang terjadi ini seiring sentimen positif dari bursa global dan regional. Mengutip data RTI dari Kontan, IHSG naik 0,49% atau 40,57 poin menjadi 8.312,29. Sebanyak 304 saham menguat, 192 saham melemah, dan 176 saham […]

  • Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    Harga Cabe Rawit Merah di Pasar Talang Banjar Naik 8,33 persen

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Kamis (22/1/2026). Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya beberapa komoditas hortikultura yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas bahan pangan strategis masih bertahan di level sebelumnya. Komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabe rawit merah. Harga cabe […]

  • Simpang Bata Play Button

    Rapat Pemegang Saham Putuskan Bata Tak Lagi Produksi Sepatu dan Sandal

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jenama alas kaki lawas Bata, resmi tidak lagi memproduksi alas kaki. Hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang digelar 25 September 2025. Meski diputuskan akhir September lalu, namun sesungguhnya pada April 2024 lalu hal itu sudah dilakukan. Setidaknya diterapkan di pabrik sepatu Bata di […]

expand_less