Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan Japan Credit Rating Agency (JCR) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan minimal di angka tersebut. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan, tarif impor Amerika Serikat, dan lemahnya permintaan ekspor baru menjadi faktor utama yang menekan laju ekonomi Indonesia. Meski fundamental ekonomi dinilai kuat, para analis memperingatkan bahwa momentum pemulihan belum sepenuhnya pulih seperti masa pra-pandemi.

Dalam laporan bertajuk World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen year-on-year (YoY), sedikit lebih tinggi dari proyeksi April 2025 sebesar 4,7 persen. Namun, angka ini tetap berada di bawah target pemerintah. Dibandingkan negara kawasan lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah Filipina (5,3 persen), Vietnam (6,6 persen), Mongolia (5,9 persen), dan Palau (5,7 persen). Vietnam bahkan direvisi naik dari proyeksi sebelumnya 5,8 persen menjadi 6,6 persen tahun ini.

Sementara pada 2026, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stagnan di level 4,8 persen (YoY). Filipina diprediksi tumbuh 5,4 persen, sedangkan Vietnam melambat menjadi 6,1 persen.

“Di Indonesia, isunya lebih kepada arah belanja pemerintah daripada ukuran defisit, yang diperkirakan tetap berada di dalam aturan fiskal negara tersebut,” tulis Bank Dunia dalam laporan yang dirilis Selasa (7/10/2025).

Bank Dunia juga menilai, pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik masih berada di atas rata-rata global, namun laju pertumbuhan diperkirakan melambat pada 2025 dan 2026.

Indikator ekonomi domestik juga memperlihatkan sinyal perlambatan. Keyakinan konsumen belum kembali ke level pra-pandemi meski penjualan ritel meningkat. Produksi industri dinilai kuat, tetapi tidak diikuti oleh peningkatan optimisme bisnis. Di sisi lain, pesanan ekspor baru masih lemah di tengah kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat.

Bank Dunia membandingkan kondisi Indonesia dengan China yang mencatat pertumbuhan sekitar 5 persen berkat belanja pemerintah besar. Namun, utang China naik ke 70,8 persen terhadap PDB pada 2025, membatasi ruang stimulus fiskal pada tahun berikutnya. Kendati begitu, Indonesia dinilai masih menjaga disiplin fiskal, dengan defisit anggaran yang tetap terkendali sesuai aturan negara.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    Jemaah Haji Indonesia Bergerak ke Arafah, Puncak Haji 2026 Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, menandai dimulainya puncak ibadah haji 1447 Hijriah. Pergerakan dilakukan secara bertahap dari pemondokan di Kota Makkah menuju lokasi wukuf. Sejak pagi hari waktu Arab Saudi, ribuan jemaah terlihat telah bersiap di depan hotel masing-masing. Mereka mengenakan pakaian ihram dan membawa perlengkapan […]

  • DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    DME, Energi Alternatif Pengganti LPG untuk Kurangi Impor Gas dan Emisi Karbon

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia terus mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor gas elpiji (LPG). Salah satu inovasi yang kini menjadi sorotan adalah Dimethyl Ether (DME), bahan bakar alternatif yang disebut-sebut mampu menggantikan peran LPG di masa depan. DME merupakan senyawa eter paling sederhana dengan rumus kimia CH₃OCH₃. Bahan ini memiliki karakteristik mirip dengan LPG, […]

  • Kaharudin Umar, Pengusaha Kerinci yang Bangun Bisnis Hotel hingga Travel

    Kaharudin Umar, Pengusaha Kerinci yang Bangun Bisnis Hotel hingga Travel

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah geliat pariwisata Kerinci, bisnis perhotelan dan transportasi menjadi sektor yang ikut menopang pergerakan ekonomi daerah. Salah satu pengusaha yang dikenal memiliki bisnis di sektor tersebut adalah Haji Kaharudin Umar. Kaharudin merupakan pengusaha asal Kerinci yang memiliki sejumlah lini bisnis. Salah satunya adalah Grand Kerinci Hotel, selain bisnis hotel lainnya. Ia juga […]

  • BPS: Ada PHK Tapi Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat di 2025

    BPS: Ada PHK Tapi Pengangguran Turun, Serapan Tenaga Kerja Meningkat di 2025

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah pengangguran nasional di tengah maraknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data BPS per Agustus 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,46 juta orang, turun dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 7,47 juta orang, dan lebih rendah dari Agustus 2023 yang masih sebesar 7,86 juta orang. […]

  • Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    Ombudsman Temukan Maladministrasi, Piutang BLBI Masih Rp 211,98 Triliun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyoroti kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), menyusul masih besarnya piutang negara yang belum tertagih. Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2024, piutang negara bukan pajak yang didominasi BLBI tercatat mencapai Rp 211,98 triliun. Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra […]

  • Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor

    Stok Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Andi Amran Sulaiman Pastikan 2026 Tanpa Impor

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras sepanjang 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman setelah stok cadangan beras nasional menembus angka 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Amran menyebut lonjakan stok tersebut menjadi indikator kuat bahwa Indonesia telah mencapai titik swasembada pangan, setidaknya untuk komoditas beras. “Insyaallah 2026 tidak […]

expand_less