Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan Japan Credit Rating Agency (JCR) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan minimal di angka tersebut. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan, tarif impor Amerika Serikat, dan lemahnya permintaan ekspor baru menjadi faktor utama yang menekan laju ekonomi Indonesia. Meski fundamental ekonomi dinilai kuat, para analis memperingatkan bahwa momentum pemulihan belum sepenuhnya pulih seperti masa pra-pandemi.

Dalam laporan bertajuk World Bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2025, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,8 persen year-on-year (YoY), sedikit lebih tinggi dari proyeksi April 2025 sebesar 4,7 persen. Namun, angka ini tetap berada di bawah target pemerintah. Dibandingkan negara kawasan lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah Filipina (5,3 persen), Vietnam (6,6 persen), Mongolia (5,9 persen), dan Palau (5,7 persen). Vietnam bahkan direvisi naik dari proyeksi sebelumnya 5,8 persen menjadi 6,6 persen tahun ini.

Sementara pada 2026, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stagnan di level 4,8 persen (YoY). Filipina diprediksi tumbuh 5,4 persen, sedangkan Vietnam melambat menjadi 6,1 persen.

“Di Indonesia, isunya lebih kepada arah belanja pemerintah daripada ukuran defisit, yang diperkirakan tetap berada di dalam aturan fiskal negara tersebut,” tulis Bank Dunia dalam laporan yang dirilis Selasa (7/10/2025).

Bank Dunia juga menilai, pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik masih berada di atas rata-rata global, namun laju pertumbuhan diperkirakan melambat pada 2025 dan 2026.

Indikator ekonomi domestik juga memperlihatkan sinyal perlambatan. Keyakinan konsumen belum kembali ke level pra-pandemi meski penjualan ritel meningkat. Produksi industri dinilai kuat, tetapi tidak diikuti oleh peningkatan optimisme bisnis. Di sisi lain, pesanan ekspor baru masih lemah di tengah kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat.

Bank Dunia membandingkan kondisi Indonesia dengan China yang mencatat pertumbuhan sekitar 5 persen berkat belanja pemerintah besar. Namun, utang China naik ke 70,8 persen terhadap PDB pada 2025, membatasi ruang stimulus fiskal pada tahun berikutnya. Kendati begitu, Indonesia dinilai masih menjaga disiplin fiskal, dengan defisit anggaran yang tetap terkendali sesuai aturan negara.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kluivert Gagal Lagi! Usai Indonesia, Suriname Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026

    Kluivert Gagal Lagi! Usai Indonesia, Suriname Ikut Tersingkir dari Piala Dunia 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Patrick Kluivert kembali mencatat hasil mengecewakan dalam kiprahnya di level tim nasional. Setelah gagal bersama Timnas Indonesia, kini ia juga tidak mampu membawa Timnas Suriname lolos ke Piala Dunia 2026. Suriname dipastikan tersingkir usai kalah 1-2 dari Timnas Bolivia pada babak playoff interkontinental yang berlangsung di Stadion BBVA, Guadalupe, Jumat (27/3/2026) pagi WIB. […]

  • Saatnya Berburu Emas! UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun

    Saatnya Berburu Emas! UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momentum emas murah akhirnya datang. Warga Jambi kini punya peluang untuk menambah koleksi logam mulia di tengah harga emas yang sedang bersahabat. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026) ini harga emas batangan di Pegadaian bergerak bervariasi dan kecenderungan melemah. Penurunan terjadi pada emas produksi UBS dan Galeri24. Harga emas UBS tercatat turun menjadi Rp2.824.000 per […]

  • Harga Minyak Dunia Turun 4,7 Persen ke US,83, Dipicu Harapan Damai AS-Iran

    Harga Minyak Dunia Turun 4,7 Persen ke US$98,83, Dipicu Harapan Damai AS-Iran

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia anjlok tajam pada perdagangan Senin (25/5/2026), dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun sebesar US$4,71 atau 4,55 persen menjadi US$98,83 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga merosot US$4,57 atau 4,73 persen […]

  • Ribuan Pabrik Pintar Canggih Beroperasi di China

    Ribuan Pabrik Pintar Canggih Beroperasi di China

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – China telah membangun lebih dari 7.000 pabrik pintar canggih dan kini menjadi basis aplikasi manufaktur cerdas terbesar di dunia. Data itu diumumkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China pada Kamis (27/11/2025). Dilansir Antara, Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi China Xin Guobin mengungkap data itu dalam pidatonya di Konferensi Manufaktur Cerdas Dunia (World […]

  • Ayu Puspita Pemilik WO Madelief Ditahan, Tipu 200 Klien dan Rugikan Rp20 Miliar

    Ayu Puspita Pemilik WO Madelief Ditahan, Tipu 200 Klien dan Rugikan Rp20 Miliar

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polisi resmi menetapkan Ayu Puspita sebagai tersangka kasus dugaan penipuan jasa wedding organizer (WO) setelah ratusan pasangan melaporkan kerugian. Total korban disebut mencapai lebih dari 200 orang, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp20 miliar. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan Ayu bersama satu tersangka lainnya, berinisial D, sudah ditahan di […]

  • Petani Keramba Merugi! Puluhan Ton Ikan Mati di Jaluko, Sungai Batanghari Makin Sekarat

    Petani Keramba Merugi! Puluhan Ton Ikan Mati di Jaluko, Sungai Batanghari Makin Sekarat

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sungai Batanghari kembali menghadapi persoalan serius. Puluhan ton ikan milik petani keramba di lima desa wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, dilaporkan mati dalam beberapa bulan terakhir. Petani menduga kematian massal tersebut berkaitan dengan pencemaran air Sungai Batanghari. Kondisi diperparah dengan debit air sungai yang terus menyusut akibat musim kemarau. […]

expand_less