Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen Usai Serangan Drone Ukraina Hantam Depot Minyak Rusia

Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen Usai Serangan Drone Ukraina Hantam Depot Minyak Rusia

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali merangkak naik sekitar 2 persen pada Jumat (14/11) menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan global setelah serangan drone Ukraina menghantam fasilitas minyak di pelabuhan Novorossiysk, Rusia. Pelabuhan ini dikenal sebagai salah satu pusat ekspor minyak terbesar Negeri Beruang Merah.

Mengutip data perdagangan terkini, harga minyak mentah Brent naik USD 1,24 atau 1,97 persen menjadi USD 64,25 per barel pada pukul 03.15 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat USD 1,25 atau 2,13 persen ke posisi USD 59,94 per barel.

Serangan drone yang terjadi pada Jumat dini hari tersebut merusak sebuah kapal, gedung apartemen, dan depot minyak di kawasan pelabuhan Novorossiysk. Sejumlah pejabat Rusia menyebutkan bahwa tiga awak kapal mengalami luka-luka akibat insiden itu.

Analis pasar minyak senior di Sparta Commodities, June Goh, menyebut bahwa serangan tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran serius mengenai stabilitas pasokan dari Rusia.

“Pelabuhan Novorossiysk adalah pusat ekspor minyak terbesar kedua Rusia. Jika pola serangan ini terus berlanjut, gangguan pasokan minyak mentah maupun produk olahan Rusia sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak ini terjadi setelah Brent dan WTI sempat terkoreksi hingga 3 persen pada Rabu sebelumnya. Tekanan tersebut muncul setelah laporan OPEC yang memperkirakan pasokan minyak global akan seimbang dengan permintaan mulai tahun 2026, bergeser dari proyeksi defisit sebelumnya.

Dari sisi pasokan Amerika Serikat, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan kenaikan stok minyak mentah sebesar 6,4 juta barel menjadi 427,6 juta barel pada pekan yang berakhir 7 November. Angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sekitar 1,96 juta barel.

Di sisi lain, dinamika sanksi Barat terhadap Rusia juga terus memengaruhi pergerakan harga. Pemerintah AS kembali menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak besar Rusia seperti Lukoil dan Rosneft. Kebijakan tersebut melarang transaksi baru dengan perusahaan-perusahaan tersebut setelah 21 November, menekan arus ekspor minyak Rusia secara signifikan.

Laporan JPMorgan menyebutkan bahwa sekitar 1,4 juta barel per hari, atau hampir sepertiga dari potensi ekspor laut Rusia, kini tertahan di kapal tanker akibat lambatnya proses pembongkaran imbas sanksi AS.

Pasar kini terus memantau perkembangan konflik serta kebijakan energi global karena setiap gangguan pasokan dari Rusia—salah satu produsen minyak terbesar dunia berpotensi mendorong harga minyak kembali melonjak dalam beberapa hari mendatang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Buruh Tolak UMP Rp5,7 Juta, Polisi Kerahkan 1.392 Personel Amankan Monas

    Demo Buruh Tolak UMP Rp5,7 Juta, Polisi Kerahkan 1.392 Personel Amankan Monas

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kepolisian menyiapkan pengamanan ketat dalam aksi unjuk rasa buruh yang digelar di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025). Sebanyak 1.392 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan aksi berlangsung aman dan kondusif. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, personel pengamanan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta […]

  • Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    Utang Proyek Whoosh Jadi Ujian bagi Danantara, Investor Waspadai Persepsi Negatif

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Besarnya utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kini menjadi ujian berat bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah pengamat menilai, kegagalan Danantara mengelola beban keuangan proyek strategis nasional ini bisa menimbulkan persepsi negatif dari investor global terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. “Masalah persepsi negatif akan muncul ketika Danantara tidak mampu mengatasi utang […]

  • AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) akan menunda tarif tambahan produk semikonduktor asal China hingga Juni 2027. Pengumuman tersebut disampaikan setelah berakhirnya investigasi satu tahun oleh kantor perdagangan, dilakukan di tengah meredanya ketegangan antara AS dan China. Kantor tersebut mengatakan tingkat tarif tambahan awal akan dipertahankan pada nol persen selama 18 bulan, meski […]

  • Dari Kebun ke Dapur: Inovasi Olahan Sawit Jadi Peluang Baru UMKM di Jambi

    Dari Kebun ke Dapur: Inovasi Olahan Sawit Jadi Peluang Baru UMKM di Jambi

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kelapa sawit selama ini identik dengan minyak goreng. Namun, di tangan seorang inovator asal Kabupaten Muaro Bungo, komoditas andalan Indonesia itu menjelma menjadi aneka produk pangan bernilai ekonomi tinggi. Melalui Workshop Kuliner Sawit yang akan digelar di Hotel Infinity, Kota Jambi, pada 9–10 Juni 2026 mendatang, inovator kuliner Iin Arlina akan kembali memperkenalkan […]

  • Fitch Pertahankan Rating BBB untuk BCA, Outlook Negatif Bayangi Risiko Eksternal

    Fitch Pertahankan Rating BBB untuk BCA, Outlook Negatif Bayangi Risiko Eksternal

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit Bank Central Asia (BCA) di level investment grade. Dalam laporan terbarunya, Fitch menegaskan Long-Term Issuer Default Rating (IDR) BCA tetap di level BBB dengan outlook negatif. Di saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga menahan National Long-Term Rating BCA di level AAA(idn) dengan outlook stabil. Fitch menyebut, kekuatan […]

  • Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    Oktober 2025, Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$ 423,9 Miliar

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso membeberkan, posisi ULN Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian, secara tahunan ULN Indonesia tercatat tumbuh. […]

expand_less