Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Babak Baru Restrukturisasi Garuda dan WIKA: Suntikan Modal Jumbo Rp44 Triliun

Babak Baru Restrukturisasi Garuda dan WIKA: Suntikan Modal Jumbo Rp44 Triliun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Garuda Indonesia (GIAA) dan PT Wijaya Karya (WIKA) memasuki babak baru restrukturisasi jumbo senilai Rp44 triliun, setelah upaya sebelumnya dinilai belum menyentuh persoalan fundamental. Rencana ini mempertegas bahwa langkah penyelamatan tahap pertama belum mampu memulihkan kondisi keuangan dua BUMN tersebut.

Manajemen WIKA menetapkan restrukturisasi lanjutan sebagai pilar transformasi pada 2026, selain program asset recycling dan efisiensi. Langkah ini merupakan kelanjutan dari master restructuring agreement (MRA) senilai Rp20,79 triliun yang disepakati pada 2024.

Sementara itu, Garuda Indonesia mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk menerima penyertaan modal Rp23,67 triliun dari PT Danantara Asset Management melalui private placement. Ini menjadi bagian dari proses penyehatan yang sebelumnya dilakukan pada 2022 ketika utang GIAA berhasil ditekan dari US$10 miliar menjadi US$5 miliar, dan ekuitas membaik meski masih negatif.

Pemerhati BUMN sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menilai restrukturisasi lanjutan ini menunjukkan permasalahan mendasar belum terselesaikan.

Pada WIKA, meski MRA disetujui kreditur, kinerja keuangan justru melemah. Pendapatan yang menurun membuat perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban.

“Selain ekuitasnya negatif, arus kas operasi WIKA juga defisit. Perusahaan ini membutuhkan suntikan modal serta restrukturisasi besar-besaran terhadap entitas usaha di bawahnya yang jumlahnya terlalu banyak dan menjadi beban tambahan,” ujar Herry.

Situasi serupa dialami Garuda Indonesia. Menurut Herry, restrukturisasi tahap pertama hanya memperpanjang tenor pembayaran tanpa menyelesaikan masalah inti.

“Walaupun secara operasional Garuda mencatatkan keuntungan, beban keuangan yang besar membuat kinerja keuangannya tetap rugi,” ungkapnya.

Herry menekankan perlunya restrukturisasi menyeluruh, mencakup sisi keuangan dan model bisnis. Kedua BUMN dinilai harus kembali fokus pada core business. WIKA memiliki hampir 30 entitas anak, sedangkan Garuda sekitar 20 unit bisnis yang dinilai menambah kompleksitas.

Senada, Associate Director BUMN Research Group FEB UI, Toto Pranoto, mengatakan restrukturisasi lanjutan menegaskan persoalan fundamental belum selesai. Tekanan keuangan dinilai bersumber dari lemahnya kinerja bisnis. Dia menilai injeksi modal jumbo Danantara ke Garuda menjadi langkah positif dan sinyal kuat bagi pasar.

Direktur Keuangan WIKA, Sumadi, menyebut perusahaan masih mengkaji skema restrukturisasi yang paling sesuai, termasuk opsi MRA baru dengan perbankan. Koordinasi dengan Danantara juga terus dilakukan untuk mendapatkan dukungan.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut persetujuan penyertaan modal sebagai momentum penting dalam pemulihan.

“Dukungan DAM mencerminkan kepercayaan terhadap arah strategis dan visi jangka panjang kami dalam mewujudkan maskapai nasional yang sehat dan berkelas dunia,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Hari Ini Melonjak Tinggi

    Harga Perak Hari Ini Melonjak Tinggi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni PT Antam kembali melonjak pada Selasa, 27 Januari 2026. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam melonjak tinggi Rp 1.150 ke level Rp 66.750 per gram. Kini harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 17.087.500, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 18.967.125. […]

  • Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima PBI BPJS Kesehatan

    Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima PBI BPJS Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan fakta mencengangkan terkait data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Dalam rapat bersama DPR RI, Senin (9/2/2026), pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut sebanyak 54 juta warga miskin di Indonesia belum menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan, meski masuk kategori masyarakat tidak mampu. Temuan tersebut diperoleh setelah […]

  • Harga Cabe di Pasar Talang Banjar Naik 20 Persen

    Harga Cabe di Pasar Talang Banjar Naik 20 Persen

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mengalami kenaikan signifikan pada Senin (12/1/2026). Sementara itu, mayoritas bahan pokok lainnya terpantau stabil, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Harga cabai merah besar tercatat naik 20 persen menjadi Rp 25.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah kecil […]

  • Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dipastikan batal rampung pada 2025. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penggabungan perusahaan tersebut bergeser ke kuartal I 2026. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena masih banyak persoalan keuangan yang harus dibereskan sebelum penggabungan […]

  • Belum Bangkit! Rupiah Makin Jauh dari Rp18.000

    Belum Bangkit! Rupiah Makin Jauh dari Rp18.000

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar (kurs) rupiah belum juga mereda. Pada pembukaan perdagangan Jumat (5/6/2026) pagi, rupiah kembali terpeleset dan masih bertahan di zona merah. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, mata uang Indonesia dibuka melemah 17 poin atau tergerus 0,09 persen menembus level Rp18.066 per dolar AS. Penutupan sebelumnya, rupiah di posisi […]

  • Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

    Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan kebijakan deregulasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan deregulasi ini bertujuan menyederhanakan aturan pemanfaatan PLTS agar lebih fleksibel dan mudah diakses […]

expand_less