Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » PM Jepang Potong Gaji Demi Efisiensi, Mungkinkah Indonesia Meniru Langkah Takaichi?

PM Jepang Potong Gaji Demi Efisiensi, Mungkinkah Indonesia Meniru Langkah Takaichi?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, membuat gebrakan besar tak lama setelah menjabat. Ia berencana memotong gaji seluruh anggota kabinet, termasuk dirinya sendiri, sebagai langkah simbolik reformasi birokrasi dan efisiensi anggaran.

Menurut laporan The Japan Times, kebijakan ini akan dibahas dalam sidang luar biasa parlemen Jepang. Langkah tersebut mendapat dukungan dari Partai Inovasi Jepang (Nippon Ishin no Kai), mitra baru Partai Demokrat Liberal (LDP) yang juga mendorong pengurangan hak istimewa bagi anggota parlemen.

Saat ini, anggota parlemen Jepang menerima gaji sekitar 1,29 juta yen (Rp140 juta) per bulan, sedangkan PM dan menteri kabinet mendapat 1,15 juta yen (Rp125 juta) dan 489 ribu yen (Rp53 juta). Namun, Takaichi telah mengembalikan 30 persen gajinya, sementara menteri kabinet mengembalikan 20 persen, sehingga tunjangan mereka berkurang signifikan.

Langkah ini dipuji sebagai inisiatif moral untuk efisiensi, meski sebagian pihak menilai kebijakan tersebut hanya simbolik dan tidak berdampak besar terhadap perekonomian Jepang.

Sebelum Jepang, Indonesia lebih dulu menggaungkan efisiensi anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah menargetkan efisiensi nasional sebesar Rp306,69 triliun di seluruh APBN dan APBD tahun 2025.

Kebijakan ini menekankan pembatasan perjalanan dinas pejabat daerah dan penyisiran belanja di seluruh kementerian hingga level satuan terkecil. Hasilnya, total penghematan mencapai Rp308 triliun, melampaui target awal.

Pemerintah juga menargetkan tambahan Rp300 triliun dari dividen BUMN, dengan total efisiensi mencapai Rp750 triliun sepanjang 2025.

Meski begitu, publik tetap menyoroti struktur Kabinet Merah Putih yang dianggap terlalu gemuk  terdiri atas 109 menteri dan wakil menteri. Menurut FITRA dan Celios, struktur besar ini berpotensi menaikkan belanja pegawai hingga 30 persen, dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp777 miliar per tahun, hampir dua kali lipat dari kabinet sebelumnya.

Menurut peneliti FITRA, Badiul Hadi, langkah Takaichi memotong gaji kabinet lebih bersifat simbol moral dan etika publik, bukan solusi keuangan negara.

“Di Indonesia, langkah semacam ini relevan secara etis untuk menunjukkan empati dan solidaritas, tapi dampaknya terhadap APBN tidak signifikan,” ujarnya kepada tirto.id (12/11/2025).

Data APBN menunjukkan belanja pegawai pemerintah pusat mencapai Rp513 triliun, namun gaji pejabat tinggi hanya sekitar Rp2 triliun atau 0,1 persen dari total belanja. Jika dipotong 30 persen, penghematan hanya sekitar Rp600 miliar, jauh dari cukup untuk menutup defisit anggaran.

Namun secara moral, kebijakan itu dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Nilai moralnya lebih besar daripada nilai fiskalnya,” kata Badiul.

Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa Jepang memahami nilai moral di balik efisiensi.
“Langkah Takaichi seperti kepala keluarga yang berhemat lebih dulu sebelum meminta anak-anaknya berhemat,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia juga perlu membangun moral fiskal, agar kebijakan efisiensi tak berhenti di atas kertas. Pemerintah harus menertibkan tunjangan, fasilitas, dan belanja non-produktif di birokrasi.

Ia menilai langkah pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2025 sudah menuju arah benar, karena menargetkan 15 jenis pos belanja boros, termasuk perjalanan dinas, honor kegiatan, rapat, sewa gedung, dan jasa konsultan.

Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi sejati bukan sekadar menghemat, tetapi mengelola uang publik secara transparan dan beretika.

“Bangsa besar bukan hanya pandai berhemat, tapi mampu menggunakan uang publik dengan adil, efisien, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prediksi Cuaca Jambi Hari Ini, Suhu Udara Berkisar 20–31 Derajat Celsius

    Prediksi Cuaca Jambi Hari Ini, Suhu Udara Berkisar 20–31 Derajat Celsius

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi diprakirakan mengalami hujan ringan pada Senin (6/7/2026). Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca. Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG Provinsi Jambi, hujan ringan diprediksi terjadi di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, Tanjung […]

  • Turnamen Catur Non-Master Seri 9 di Merangin Jadi Penentu Tiket Kejurnas Banten

    Turnamen Catur Non-Master Seri 9 di Merangin Jadi Penentu Tiket Kejurnas Banten

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Setelah sukses menggelar Turnamen Catur Bulanan Non-Master Seri 8 di Paviliun JBC, Kota Jambi, Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jambi kembali melanjutkan rangkaian kompetisi ke Seri 9. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Merangin pada 26–27 September 2026. Seri kesembilan menjadi momentum penting karena hasil pertandingan akan turut menentukan posisi […]

  • Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Pilih Dorong Evaluasi Sistem Sampah

    Didesak Gunakan Hak Angket, DPRD Kota Jambi Pilih Dorong Evaluasi Sistem Sampah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Polemik pengelolaan sampah di Kota Jambi terus bergulir. Persoalan yang semula berkaitan dengan kebersihan lingkungan kini meluas menjadi isu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga kenyamanan kawasan perdagangan. Di tengah perdebatan penerapan sistem Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), sejumlah aliansi masyarakat mendatangi DPRD Kota Jambi dan mendesak lembaga legislatif menggunakan hak angket untuk […]

  • Gubernur BI Waspadai Ancaman Siber di Tengah Pesatnya Ekonomi Digital Indonesia

    Gubernur BI Waspadai Ancaman Siber di Tengah Pesatnya Ekonomi Digital Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengingatkan bahwa di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan sistem pembayaran nasional, ancaman serangan siber semakin meningkat dan perlu diwaspadai oleh seluruh pihak. Menurut Perry, perkembangan teknologi digital di Indonesia saat ini menjadi salah satu yang tercepat di dunia. Namun, semakin canggih teknologi, semakin tinggi pula risiko […]

  • 54 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Tanah Suci

    54 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Tanah Suci

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekitar 54.000 jemaah umrah asal Indonesia yang saat ini berada di Tanah Suci berpotensi mengalami keterlambatan kepulangan akibat meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dengan Israel yang didukung Amerika Serikat dilaporkan berdampak pada aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah udara kawasan tersebut. Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira meminta […]

  • Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    Terpukul Lagi! Nilai Tukar Rupiah Segini Pagi Ini

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali terpukul Kamis (9/4/2026) pagi ini. Pelemahan ini terjadi karena tertekan sentimen global di tengah ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran dan arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.030 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp17.012 […]

expand_less