Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » PM Jepang Potong Gaji Demi Efisiensi, Mungkinkah Indonesia Meniru Langkah Takaichi?

PM Jepang Potong Gaji Demi Efisiensi, Mungkinkah Indonesia Meniru Langkah Takaichi?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, membuat gebrakan besar tak lama setelah menjabat. Ia berencana memotong gaji seluruh anggota kabinet, termasuk dirinya sendiri, sebagai langkah simbolik reformasi birokrasi dan efisiensi anggaran.

Menurut laporan The Japan Times, kebijakan ini akan dibahas dalam sidang luar biasa parlemen Jepang. Langkah tersebut mendapat dukungan dari Partai Inovasi Jepang (Nippon Ishin no Kai), mitra baru Partai Demokrat Liberal (LDP) yang juga mendorong pengurangan hak istimewa bagi anggota parlemen.

Saat ini, anggota parlemen Jepang menerima gaji sekitar 1,29 juta yen (Rp140 juta) per bulan, sedangkan PM dan menteri kabinet mendapat 1,15 juta yen (Rp125 juta) dan 489 ribu yen (Rp53 juta). Namun, Takaichi telah mengembalikan 30 persen gajinya, sementara menteri kabinet mengembalikan 20 persen, sehingga tunjangan mereka berkurang signifikan.

Langkah ini dipuji sebagai inisiatif moral untuk efisiensi, meski sebagian pihak menilai kebijakan tersebut hanya simbolik dan tidak berdampak besar terhadap perekonomian Jepang.

Sebelum Jepang, Indonesia lebih dulu menggaungkan efisiensi anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, pemerintah menargetkan efisiensi nasional sebesar Rp306,69 triliun di seluruh APBN dan APBD tahun 2025.

Kebijakan ini menekankan pembatasan perjalanan dinas pejabat daerah dan penyisiran belanja di seluruh kementerian hingga level satuan terkecil. Hasilnya, total penghematan mencapai Rp308 triliun, melampaui target awal.

Pemerintah juga menargetkan tambahan Rp300 triliun dari dividen BUMN, dengan total efisiensi mencapai Rp750 triliun sepanjang 2025.

Meski begitu, publik tetap menyoroti struktur Kabinet Merah Putih yang dianggap terlalu gemuk  terdiri atas 109 menteri dan wakil menteri. Menurut FITRA dan Celios, struktur besar ini berpotensi menaikkan belanja pegawai hingga 30 persen, dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp777 miliar per tahun, hampir dua kali lipat dari kabinet sebelumnya.

Menurut peneliti FITRA, Badiul Hadi, langkah Takaichi memotong gaji kabinet lebih bersifat simbol moral dan etika publik, bukan solusi keuangan negara.

“Di Indonesia, langkah semacam ini relevan secara etis untuk menunjukkan empati dan solidaritas, tapi dampaknya terhadap APBN tidak signifikan,” ujarnya kepada tirto.id (12/11/2025).

Data APBN menunjukkan belanja pegawai pemerintah pusat mencapai Rp513 triliun, namun gaji pejabat tinggi hanya sekitar Rp2 triliun atau 0,1 persen dari total belanja. Jika dipotong 30 persen, penghematan hanya sekitar Rp600 miliar, jauh dari cukup untuk menutup defisit anggaran.

Namun secara moral, kebijakan itu dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Nilai moralnya lebih besar daripada nilai fiskalnya,” kata Badiul.

Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa Jepang memahami nilai moral di balik efisiensi.
“Langkah Takaichi seperti kepala keluarga yang berhemat lebih dulu sebelum meminta anak-anaknya berhemat,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia juga perlu membangun moral fiskal, agar kebijakan efisiensi tak berhenti di atas kertas. Pemerintah harus menertibkan tunjangan, fasilitas, dan belanja non-produktif di birokrasi.

Ia menilai langkah pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 56 Tahun 2025 sudah menuju arah benar, karena menargetkan 15 jenis pos belanja boros, termasuk perjalanan dinas, honor kegiatan, rapat, sewa gedung, dan jasa konsultan.

Namun, ia menegaskan bahwa efisiensi sejati bukan sekadar menghemat, tetapi mengelola uang publik secara transparan dan beretika.

“Bangsa besar bukan hanya pandai berhemat, tapi mampu menggunakan uang publik dengan adil, efisien, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Tugas dan Wewenangnya

    Bill Gates Rekrut Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus Gates Foundation, Ini Tugas dan Wewenangnya

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendiri Microsoft sekaligus filantrop dunia Bill Gates merekrut Sri Mulyani Indrawati sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Gates Foundation. Penunjukan ini menambah daftar tokoh global yang dipercaya mengarahkan strategi yayasan filantropi terbesar di dunia tersebut. Gates Foundation menilai rekam jejak Sri Mulyani sebagai ekonom global dan reformis kebijakan publik memberikan kontribusi penting bagi […]

  • Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBINNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah bukan berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI). “Kalau redenominasi itu bukan wewenang Kementerian Keuangan. Nanti Gubernur Bank Sentral atau BI yang menyelenggarakannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025). Pernyataan ini menegaskan posisi […]

  • Harga Sembako Pasar Angso Duo Jambi 6 Maret 2026: Cabe Rawit Merah Naik 20 Persen

    Harga Sembako Pasar Angso Duo Jambi 6 Maret 2026: Cabe Rawit Merah Naik 20 Persen

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada 6 Maret 2026 relatif stabil, meski terdapat lonjakan pada cabe rawit merah yang naik hingga 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Data yang diperoleh dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi melalui SIHARKO menunjukkan sebagian besar komoditas pokok lainnya tetap stabil. Beberapa komoditas penting yang […]

  • Bos BBC Mundur di Tengah Skandal Manipulasi Pernyataan Trump

    Bos BBC Mundur di Tengah Skandal Manipulasi Pernyataan Trump

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama British Broadcasting Corporation (BBC) Tim Davie mengundurkan diri dari lembaga penyiaran nasional Inggris tersebut di tengah tudingan telah menyesatkan publik dengan mengedit pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam dokumenter Panorama tahun lalu. Dalam memo internal kepada karyawan yang dikutip dari Bloomberg pada Senin (10/11/2025), Davie mengakui bahwa keputusan mundurnya […]

  • Harga Elpiji 3 Kg di Nunukan Tembus Rp 80.000, Warga Keluhkan Penjualan di Atas HET

    Harga Elpiji 3 Kg di Nunukan Tembus Rp 80.000, Warga Keluhkan Penjualan di Atas HET

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga elpiji subsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melonjak hingga Rp 80.000 per tabung di tingkat pengecer. Lonjakan harga tersebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp 30.000 per tabung di tingkat pangkalan. Kondisi ini memicu keluhan warga yang merasa terbebani dengan harga […]

  • Pemkab Pasaman Barat Apresiasi Respons Cepat PTPN IV Regional IV Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor

    Pemkab Pasaman Barat Apresiasi Respons Cepat PTPN IV Regional IV Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PTPN IV Regional IV dalam menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan longsor. Bantuan berupa paket sembako, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya diserahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk kemudian disalurkan berdasarkan data kebutuhan di lapangan. Bantuan tersebut dikirim melalui unit kebun PTPN […]

expand_less