Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara tahunan (year on year). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas perhiasan, yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kenaikan harga emas terjadi karena gangguan produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Insiden runtuhnya tambang menyebabkan pasokan emas dalam negeri terganggu, sementara permintaan tetap tinggi.
“Produksi emas terganggu akibat kolapsnya tambang di Freeport. Ini yang mendorong harga emas naik ke level tertinggi sepanjang masa karena pasokan dan permintaan tidak seimbang,” ujar Airlangga dalam acara CEO Insight di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Selain menjadi pendorong inflasi, kenaikan harga emas juga menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai mencari aset berkualitas sebagai bentuk lindung nilai.
“Inflasi 2,86% salah satunya disebabkan pembelian emas. Ini hal positif karena masyarakat mulai berinvestasi pada aset yang aman,” tambahnya.
Airlangga optimistis kondisi akan membaik seiring dengan kembalinya aktivitas penambangan Freeport, yang diharapkan bisa menormalkan pasokan emas dalam negeri.
Sementara itu, sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat di angka 115, penjualan ritel tumbuh 5,8%, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur naik ke level 51,2, menandakan ekspansi industri.
“Neraca perdagangan juga masih surplus selama 65 bulan berturut-turut. Jadi kalau bicara angka, semuanya baik,” kata Airlangga.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar