Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Kendalikan Risiko Utang Daerah, China Bentuk Departemen Baru

Kendalikan Risiko Utang Daerah, China Bentuk Departemen Baru

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah China melalui Kementerian Keuangan (Ministry of Finance/ MOF) resmi membentuk departemen baru khusus pengelolaan utang daerah kepada pemerintah China. Ini menjadi langkah terbaru untuk mengendalikan risiko utang daerah di tengah perlambatan ekonomi nasional.

Dalam pernyataannya pada Senin (3/11/2025) yang dilansir Reuters, Kementerian Keuangan China menyebutkan Departemen Manajemen Utang ini akan bertanggung jawab dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta sistem pengelolaan utang pemerintah pusat dan daerah.

Tugas departemen tersebut mencakup penyusunan regulasi dan pedoman teknis terkait utang, menetapkan batas maksimum pinjaman pemerintah nasional maupun daerah, serta mengawasi penerbitan dan pembayaran kembali obligasi negara.

Selain itu, unit baru ini juga akan fokus pada pengendalian risiko utang implisit, yaitu utang tersembunyi yang sering muncul melalui skema pembiayaan pemerintah daerah di luar neraca resmi.

Kementerian Keuangan menunjuk Li Dawei sebagai kepala departemen baru tersebut.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari upaya China menekan risiko fiskal yang meningkat akibat membengkaknya pinjaman daerah. Tahun lalu, Beijing meluncurkan paket utang senilai 10 triliun yuan (sekitar US$ 1,4 triliun atau Rp 23.463,2 triliun) untuk membantu menstabilkan keuangan daerah dan menopang pertumbuhan ekonomi China yang melambat.

China selama ini berusaha menata kembali utang yang menumpuk melalui lembaga pembiayaan pemerintah daerah (Local Government Financing Vehicles/ LGFV). Mekanisme ini dikenal sebagai hidden debt, karena tidak tercatat dalam anggaran resmi.

Menteri Keuangan China Lan Foan sebelumnya menegaskan dalam lima tahun ke depan, pemerintah China akan memperkuat sistem manajemen utang agar sejalan dengan pembangunan ekonomi berkualitas tinggi.

“China akan terus memperbaiki mekanisme pengelolaan utang dan memperkuat pengawasan fiskal untuk memastikan stabilitas ekonomi jangka panjang,” kata Lan pada September 2025.

Peningkatan utang pemerintah daerah telah menjadi salah satu tantangan utama bagi perekonomian China. Sejak pandemi Covid-19, banyak pemerintah daerah di China mengandalkan pinjaman untuk membiayai proyek infrastruktur dan stimulus ekonomi, yang menyebabkan meningkatnya beban fiskal dan risiko gagal bayar.

Pembentukan Departemen Manajemen Utang menandai upaya konkret Beijing untuk menertibkan keuangan publik, meningkatkan transparansi fiskal, serta mencegah krisis utang yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi nasional. Langkah ini juga mencerminkan perubahan strategi kebijakan China dari pertumbuhan berbasis investasi menuju model pembangunan yang lebih berkelanjutan dan terukur.(*)

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    Lalai Tangani Krisis Iklim, Warga Jepang Gugat Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ratusan warga Jepang secara kolektif mengajukan gugatan terhadap pemerintah pusat pada Kamis (18/12/2025), menuntut ganti rugi atas kelalaian inkonstitusional dalam menangani perubahan iklim. Gugatan ini menjadi kasus pertama di Jepang yang secara langsung menuntut ganti rugi dari negara atas kegagalan kebijakan iklim. Gugatan penting ini mengkritik keras perjuangan Jepang yang dianggap tidak memadai, […]

  • Sering Mati Lampu Mendadak, UMKM Menjerit dan Rugi Produksi

    Sering Mati Lampu Mendadak, UMKM Menjerit dan Rugi Produksi

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan menuai keluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pengusaha roti mengaku mengalami kerugian karena produksi gagal. Keluhan ini ramai di media sosial. Salah satunya disampaikan akun Threads @safirayundap yang mengunggah video adonan roti gagal dipanggang karena listrik tiba-tiba padam. “Gagal ngembang, gagal ngoven, gagal dijual,” tulisnya, Jumat, […]

  • Harga Cabai Merah Besar di Pasar Talang Banjar Naik 15,79 Persen, Bawang Merah Turun 20 Persen

    Harga Cabai Merah Besar di Pasar Talang Banjar Naik 15,79 Persen, Bawang Merah Turun 20 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Selasa (7/7/2026) masih didominasi kondisi stabil. Namun, sejumlah komoditas hortikultura mengalami fluktuasi cukup tajam, terutama cabai merah besar yang naik 15,79 persen dan bawang merah yang turun hingga 20 persen. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi mencatat, harga cabai merah […]

  • ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    ASN Tebo Mulai WFH, Tapi Tidak Semua Bisa

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat. Kebijakan ini diberlakukan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya penyesuaian pola kerja yang lebih adaptif dan efisien. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Nyaris Tembus Rp3 Juta

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Nyaris Tembus Rp3 Juta

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas hari ini di Pegadaian mengalami kenaikan yang sangat tajam. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (22/1/2026), baik emas Galeri24 dan juga UBS mengalami kenaikan signifikan. Harga emas Galeri24 kini berada di level Rp2.854.000 per gram. Terjadi kenaikan sebesar Rp85.000 dari semula di angka Rp2.766.000 per gram. Untuk emas […]

  • Minyak Dunia Ambrol! Dari US1 Kini Terseret ke US

    Minyak Dunia Ambrol! Dari US$111 Kini Terseret ke US$92

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi (29/5/2026), memperpanjang tren penurunan tajam yang terjadi sepanjang pekan ini. Tekanan jual semakin kuat, menandai perubahan arah signifikan di pasar energi global. Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.35 WIB, harga minyak jenis Brent sebagai acuan global berada di level US$92,74 per barel, turun dari […]

expand_less