Investasi Industri Makanan Jambi Tembus Rp795 Miliar, Tebo Berpeluang Keluar dari Ketergantungan Bahan Mentah
- account_circle say say
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

Pemerintah Provinsi Jambi mencatat realisasi investasi mencapai Rp4,2 triliun hingga triwulan II 2026. Dari jumlah tersebut, investasi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan mencapai Rp1,006 triliun, sedangkan industri makanan tercatat Rp795 miliar. Data tersebut menunjukkan adanya aliran modal pada sektor hulu dan industri pengolahan di tingkat provinsi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kabupaten Tebo memiliki peluang memperluas sumber pertumbuhan ekonomi melalui pengolahan hasil perkebunan. Di tengah masuknya investasi ke sektor industri makanan di Provinsi Jambi, tantangan bagi daerah penghasil komoditas adalah memastikan bahan baku tidak hanya dijual mentah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah melalui kegiatan industri.
Pemerintah Provinsi Jambi mencatat realisasi investasi mencapai Rp4,2 triliun hingga triwulan II 2026. Dari jumlah tersebut, investasi tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan mencapai Rp1,006 triliun, sedangkan industri makanan tercatat Rp795 miliar. Data tersebut menunjukkan adanya aliran modal pada sektor hulu dan industri pengolahan di tingkat provinsi.
Namun, besarnya investasi tersebut belum membuktikan bahwa industri pengolahan di Kabupaten Tebo telah berkembang sebanding. Diperlukan data lokasi proyek, jenis komoditas yang diolah, kapasitas produksi, dan jumlah tenaga kerja untuk mengukur manfaat investasi secara langsung bagi daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi kelapa sawit Provinsi Jambi mencapai sekitar 2,11 juta ton pada 2024. Produksi karet pada tahun yang sama tercatat sekitar 222.560 ton. Angka tersebut menunjukkan besarnya basis komoditas perkebunan di tingkat provinsi, meskipun bukan angka produksi khusus Kabupaten Tebo.
Bagi Tebo, pengembangan industri turunan sawit dan karet dapat membuka peluang usaha di luar penjualan bahan mentah. Pengolahan, penyimpanan, pengemasan, transportasi, hingga penyediaan suku cadang dan jasa pemeliharaan mesin dapat menciptakan kegiatan ekonomi tambahan.
Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Provinsi Jambi Agustus 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi Jambi sebesar 4,15 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, melambat dari 4,33 persen pada triwulan sebelumnya. BI juga mencatat kredit sektor industri tumbuh 19,44 persen secara tahunan. Pertumbuhan kredit ini menjadi indikasi perkembangan pembiayaan industri di tingkat provinsi, bukan bukti bahwa seluruh pembiayaan mengalir ke proyek hilirisasi Tebo.
- Penulis: say say
