Investasi Batang Hari Menguat, Perkebunan dan Hilirisasi Jadi Sektor Strategis
- account_circle say say
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Hari mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp594,527 miliar. Nilai tersebut hampir menyamai target investasi sepanjang 2026 sebesar Rp600 miliar. Investasi didominasi sektor perkebunan, khususnya pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO). DPMPTSP menyebut terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan. Investasi juga berasal dari industri makanan, pengolahan kayu, plastik dan nonlogam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Aktivitas investasi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, menunjukkan perkembangan pada awal 2026. Sektor perkebunan dan industri pengolahan menjadi bagian penting dari investasi yang masuk, sejalan dengan karakter ekonomi daerah yang masih kuat berbasis sumber daya alam.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Hari mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp594,527 miliar. Nilai tersebut hampir menyamai target investasi sepanjang 2026 sebesar Rp600 miliar. Investasi didominasi sektor perkebunan, khususnya pembangunan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO). DPMPTSP menyebut terdapat tujuh pabrik CPO yang masih dalam tahap pembangunan. Investasi juga berasal dari industri makanan, pengolahan kayu, plastik dan nonlogam.
Namun, data tersebut perlu dibaca berdasarkan periodenya. Pemerintah Provinsi Jambi mencatat realisasi investasi tingkat provinsi hingga triwulan II 2026 mencapai Rp4,2 triliun. Dari jumlah tersebut, Batang Hari tercatat sebesar Rp124 miliar. Perbedaan angka dengan laporan DPMPTSP Batang Hari pada triwulan I menunjukkan adanya perbedaan periode dan cakupan pelaporan, sehingga keduanya tidak tepat dijumlahkan secara langsung.
Dari sisi perekonomian daerah, BPS mencatat ekonomi Batang Hari tumbuh 4,52 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi kabupaten masih tumbuh di tengah perkembangan ekonomi regional.
Di tingkat Provinsi Jambi, Bank Indonesia mencatat ekonomi tumbuh 4,15 persen pada triwulan II 2026, melambat dari 4,33 persen pada triwulan sebelumnya. Pada periode yang sama, kredit korporasi tumbuh 14,55 persen, kredit sektor perdagangan 14,36 persen dan kredit industri 19,44 persen. BI memprakirakan ekonomi Jambi sepanjang 2026 tumbuh dalam kisaran 4,20–5,00 persen.
Bagi Batang Hari, potensi investasi tidak hanya berada pada perkebunan. Peta potensi resmi DPMPTSP mencantumkan sektor perkebunan, pabrik kelapa sawit, perdagangan, pergudangan, transportasi, pertanian, kehutanan, industri, pariwisata, kuliner dan UMKM. Potensi tersebut tersebar di Bajubang, Batin XXIV, Maro Sebo Ilir, Maro Sebo Ulu, Mersam, Muara Bulian, Muara Tembesi dan Pemayung.
DPMPTSP juga mendorong investasi pada industri turunan CPO, seperti margarin dan produk olahan lainnya. Hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka kebutuhan tenaga kerja dan jasa pendukung di daerah.
- Penulis: say say
