Bahlil Laporkan ke Prabowo: Target Lifting Minyak Nasional Lampaui 605.000 Barel per Hari
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025
- comment 0 komentar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
JAMBISNIS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan capaian produksi atau lifting minyak nasional yang telah melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Bahlil menyampaikan laporan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025).
“Target APBN kan 605.000 barel per hari, jadi sekarang sudah melampaui target itu,” ujar Bahlil dalam keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden.
Menurut Bahlil, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kinerja sektor hulu minyak dan gas (migas) terus membaik, didukung oleh peningkatan investasi serta optimalisasi produksi dari beberapa blok migas strategis. Pemerintah menargetkan produksi minyak nasional bisa mencapai 610.000 barel per hari pada akhir tahun 2025.
Selain membahas soal lifting minyak, Bahlil juga melaporkan kepada Presiden terkait program listrik desa yang menjadi salah satu prioritas nasional. Pemerintah menargetkan sebanyak 5.700 desa dan 4.400 dusun di seluruh Indonesia sudah menikmati akses listrik pada periode 2029–2030.
“Saya memberikan laporan karena beberapa hari ini saya melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan wilayah lain. Fokusnya adalah mengevaluasi realisasi program listrik desa,” ungkap Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga menyampaikan perkembangan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi. Hingga akhir Oktober 2025, realisasinya sudah mencapai 75% dari target Rp260 triliun yang ditetapkan tahun ini. Capaian itu didorong oleh stabilnya harga minyak dunia serta peningkatan ekspor gas alam cair (LNG).
“Pak Presiden menegaskan agar seluruh program strategis di sektor energi berjalan sesuai target dan tepat waktu. Kami diminta mempercepat proyek-proyek yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tambah Bahlil.
Sementara itu, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi peningkatan produksi minyak nasional hingga 1 juta barel per hari pada 2029. Salah satu langkahnya melalui percepatan eksplorasi blok baru dan revitalisasi sumur tua yang masih berpotensi menghasilkan minyak tambahan hingga 20.000 barel per hari.
Dengan pencapaian ini, sektor energi diharapkan tetap menjadi penopang utama penerimaan negara dan mendukung agenda pembangunan ekonomi berkelanjutan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar