Pengusaha Jambi Perlu Membaca Arah Pertumbuhan Kawasan Sebelum Ekspansi
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Kawasan Jambi Bisnis Center yang akan menjadi pusat bisnis terbesar di Kota Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Perkembangan bisnis di sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh jumlah toko yang sudah berdiri. Arah investasi, pembangunan infrastruktur, perkembangan properti dan munculnya pusat aktivitas baru dapat mengubah peta ekonomi suatu kawasan dalam beberapa tahun. Kondisi tersebut membuat pengusaha yang hendak membuka cabang atau menempatkan modal perlu melihat ekosistem bisnis sekaligus arah pertumbuhan kawasan.
Bank Indonesia mencatat kredit korporasi di Provinsi Jambi tumbuh 14,55 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,06 persen pada triwulan sebelumnya. Kredit sektor perdagangan juga tumbuh 14,36 persen, sementara kredit sektor industri tumbuh 19,44 persen.
Data tersebut menunjukkan aktivitas pembiayaan korporasi dan dunia usaha tetap bergerak. Namun, pertumbuhan pembiayaan tidak berarti seluruh lokasi memiliki prospek yang sama. Bagi pelaku usaha, yang perlu dibaca berikutnya adalah di mana aktivitas ekonomi tersebut terkonsentrasi dan ke mana perkembangannya bergerak.
Pemerintah Kota Jambi pada Mei 2026 menyebut pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang modern serta terintegrasi menjadi salah satu arah pembangunan kota. Pemkot juga menempatkan peningkatan infrastruktur dan konektivitas sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.
Sementara dalam rancangan perubahan APBD 2026, Pemkot Jambi memproyeksikan belanja daerah mencapai sekitar Rp1,992 triliun. Pemerintah menyebut layanan kesehatan dan infrastruktur termasuk sektor yang mendapat prioritas.
Perubahan tersebut relevan bagi bisnis karena pembangunan tidak hanya menghasilkan fasilitas publik, tetapi juga dapat memengaruhi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Hal serupa terlihat pada sektor properti. Pemerintah Kota Jambi pada April 2026 menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan perumahan sekaligus mendorong kolaborasi pemerintah dan pelaku industri properti melalui agenda bersama REI Jambi.
Ketika perumahan bertambah, infrastruktur berkembang dan pusat perdagangan baru muncul, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai layanan ikut berpotensi berubah. Di sinilah konsep Read the Business dan Read the Growth menjadi relevan.
Pengusaha tidak cukup menghitung berapa kompetitor yang sudah ada. Mereka juga perlu melihat apakah kompetitor tersebut membentuk business cluster, siapa tenant yang berada di sekitarnya, bisnis apa yang saling melengkapi dan apakah permintaan pasar cukup besar.
Pada saat bersamaan, pengusaha perlu melihat indikator masa depan: investasi, properti, infrastruktur, pusat aktivitas baru dan ekspansi kawasan perkotaan.
Dengan membaca dua sisi tersebut, keputusan ekspansi tidak hanya berdasarkan kondisi pasar hari ini.
Sebab lokasi bisnis yang dibeli atau disewa untuk jangka panjang pada akhirnya bukan hanya bertaruh pada “ramainya kawasan sekarang”, tetapi juga pada bagaimana kawasan tersebut berkembang setelah bisnis masuk.
- Penulis: say say
