Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Taman Setiti Jambi, Tempat Liburan Keluarga yang Kini Tinggal Cerita

Taman Setiti Jambi, Tempat Liburan Keluarga yang Kini Tinggal Cerita

  • account_circle say say
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Ada masa ketika liburan keluarga tidak perlu jauh-jauh. Cukup membawa anak, menyiapkan bekal dari rumah, lalu berangkat menuju Taman Wisata Indah Setiti. Bagi sebagian warga Jambi, nama Taman Setiti mungkin langsung membawa ingatan puluhan tahun silam. Masa ketika tempat wisata belum sebanyak sekarang dan pergi ke taman rekreasi menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu, terutama saat akhir pekan atau musim liburan sekolah.

Taman Setiti yang dulu berada di Kabupaten Batang Hari dan setelah pemekaran wilayah, taman tersebut masuk di kawasan Muaro Pijoan, Kabupaten Muaro Jambi, dibangun sekitar 1984. Tempat ini kemudian dikenal sebagai salah satu taman rekreasi keluarga yang cukup populer di Jambi.

Banyak yang datang bukan sekadar untuk berjalan-jalan. Anak-anak punya dunianya sendiri di sana. Ada area permainan, patung-patung hewan, goa buatan hingga danau buatan. Taman Setiti juga menjadi tempat berkumpul keluarga. Orang tua duduk menikmati suasana, sementara anak-anak berlarian dan bermain. Kamera mungkin belum secanggih sekarang, tetapi momen-momen di sana tetap tersimpan dalam ingatan.

Sekitar 2009, aktivitas Taman Setiti mulai berhenti. Saat didatangi pada 2012, sebuah catatan perjalanan menyebut taman tersebut sudah tutup sekitar tiga tahun dan kondisinya membutuhkan renovasi besar. Harapan untuk menghidupkannya kembali sempat muncul. Namun, kejayaan masa lalu ternyata sulit dikembalikan.

BACA JUGA : Sejarah Taman Setiti Jambi

Pada 2014, lokasi tersebut bahkan sudah disebut sebagai “eks Taman Setiti” dalam pemberitaan ANTARA terkait aktivitas eksplorasi minyak. Kini, Taman Setiti sebagai tempat wisata memang nyaris tinggal nama. Namun jejaknya belum benar-benar hilang. Nama Simpang Setiti masih dikenal dan digunakan masyarakat sebagai penanda kawasan Muaro Pijoan.

Bagi generasi yang pernah datang ke sana, Setiti bukan sekadar taman wisata. Ia adalah kenangan. Tentang liburan sederhana, tawa anak-anak, sepeda air di danau buatan, bekal dari rumah, dan perjalanan keluarga yang mungkin tak pernah terpikir akan menjadi bagian dari nostalgia puluhan tahun kemudian. Taman Setiti boleh hilang dari peta tempat wisata Jambi. Tetapi bagi mereka yang pernah bermain di sana, ceritanya mungkin tidak pernah benar-benar tutup.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Segini Dijual per Gram

    Harga Emas Antam Anjlok Lagi, Segini Dijual per Gram

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan Antam kembali mengalami penurunan pada awal pekan. Penurunannya cukup signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman resmi Logam Mulia pada Senin (27/4/2026), harga emas Antam hari ini anjlok Rp16.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.825.000 menjadi Rp2.809.000 per gram. Penurunan ini melanjutkan tren koreksi harga emas dalam beberapa waktu terakhir, […]

  • Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Stagnan!

    Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Stagnan!

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga emas di Pegadaian terpantau stagnan pada perdagangan Senin (6/7/2026). Tiga jenama logam mulia yang dijual, yakni Emas UBS, Antam, dan Emas Galeri24, kompak tidak bergerak. Harganya sama seperti sehari sebelumnya. Mengutip dari laman Sahabat Pegadaian, harga emas UBS bertahan di angka Rp2.661.000 per gram. Sementara itu, emas Antam masih di posisi […]

  • Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    Mendag Budi Santoso Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik, Rata-rata Nasional Rp40.259 per Kg

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab utama kenaikan harga daging ayam di sejumlah daerah. Menurut dia, kenaikan harga komoditas pada dasarnya dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan pasokan. Saat permintaan meningkat dan disertai kepastian pasar, produksi akan menyesuaikan secara linear sehingga harga cenderung stabil. “Justru sekarang ketika […]

  • Harga Kayu Manis Juni 2026 Rp18 Ribu–Rp120 Ribu per Kg

    Harga Kayu Manis Juni 2026 Rp18 Ribu–Rp120 Ribu per Kg

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kayu manis di pasar Indonesia pada Juni 2026 terpantau bervariasi, mulai dari kisaran Rp18.000 hingga Rp120.000 per kilogram, tergantung kualitas dan bentuk produk. Berdasarkan data pasar dan marketplace, kayu manis dalam bentuk batang dijual sekitar Rp115.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Sementara itu, kayu manis bubuk bisa mencapai Rp125.000 per kilogram untuk kualitas […]

  • Penandatanganan terkait Participating Interest

    Terkait Hak Partisipasi Migas, PT JII dan PetroChina Teken Perjanjian

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hak Provinsi Jambi berupa Participating Interest (PI) atau hak partisipasi migas 10 persen kian mendekati kenyataan. Keinginan Provinsi Jambi sejak lama ini menujukkan progres positif. Rabu (12/11/2025) pekan lalu BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII) resmi mengambil peran strategis di Wilayah Kerja (WK) Jabung melalui alokasi Participating Interest (PI) maksimum 10 persen. Proses […]

  • Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    Bank Dunia Nilai Dampak Tarif AS terhadap Ekspor RI Relatif Kecil

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Dunia menilai dampak kebijakan global Amerika Serikat (AS) termasuk kebijakan tarif, terhadap kinerja ekspor Indonesia relatif terbatas. Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menjelaskan total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini masih di bawah 20 persen, sebanding dengan Vietnam, meski sedikit lebih tinggi dibanding Malaysia dan Thailand. […]

expand_less