BPBD Tanjab Timur Ingatkan Warga Waspada Puncak Musim Kemarau 2026, Karhutla Jadi Ancaman Utama
- account_circle say say
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Kepala BPBD Tanjab Timur, Amri Juhardy.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Masyarakat diminta berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Tanjab Timur, Amri Juhardy, mengatakan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pulau Sumatera, akan memasuki puncak musim kemarau dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya.
“Memasuki puncak musim kemarau, kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih waspada dan bersama-sama melakukan langkah pencegahan terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Amri.
Menurut dia, salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau. Selain itu, warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.
Amri menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pemerintah desa, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan juga diminta memperkuat koordinasi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi munculnya titik api.
“Tak hanya masyarakat, kami juga mengajak pemerintah desa, perusahaan, serta instansi terkait memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi munculnya titik api maupun potensi bencana lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan menghadapi musim kemarau sangat bergantung pada partisipasi semua pihak. Karena itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
Dengan deteksi dini dan respons cepat, risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat ditekan.
BPBD Tanjab Timur optimistis sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menjaga wilayah tetap aman selama musim kemarau.
“Kami optimistis, melalui kesiapsiagaan sejak dini dan sinergi seluruh pihak, dampak musim kemarau di Kabupaten Tanjabtim dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman dan kondusif,” pungkas Amri.
- Penulis: say say
