Ini 5 Daerah Transmigrasi Paling Sukses di Jambi, Tempat Tinggalmu Termasuk?
- account_circle -
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Program transmigrasi yang digagas pemerintah pusat puluhan tahun lalu terbukti membawa perubahan besar bagi Provinsi Jambi. Daerah yang dulunya didominasi hutan belantara kini menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan sektor perkebunan dan pertanian sebagai tulang punggungnya.
Provinsi Jambi menjadi salah satu tujuan utama program transmigrasi sejak beberapa dekade silam. Program ini bertujuan memindahkan penduduk dari wilayah yang padat ke daerah yang masih jarang penduduknya guna mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Setiap keluarga transmigran umumnya memperoleh lahan sekitar dua hektare. Lahan tersebut terdiri atas pekarangan untuk tanaman pangan serta lahan usaha yang ditanami komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit. Dari lahan inilah kehidupan ribuan keluarga perlahan berubah.
Seiring berjalannya waktu, program transmigrasi tidak hanya berhasil membuka kawasan permukiman baru, tetapi juga melahirkan sentra-sentra ekonomi yang kini menjadi penopang pertumbuhan daerah. Infrastruktur berkembang, aktivitas perdagangan meningkat, dan roda perekonomian terus bergerak.
Keberhasilan transmigrasi di Jambi tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk di wilayah baru, tetapi juga dari kemajuan sektor ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat. Bahkan, sejumlah kawasan kini dikenal sebagai daerah penghasil kelapa sawit, karet, maupun komoditas pertanian unggulan.
Berikut lima daerah transmigrasi yang dinilai paling berhasil berkembang di Provinsi Jambi.
1. Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo
Kuamang Kuning menjadi ikon keberhasilan transmigrasi di Jambi. Kawasan ini berkembang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit dengan produktivitas tinggi. Banyak keluarga transmigran yang kini mampu meningkatkan taraf hidup hingga memiliki kebun sawit produktif dan usaha mandiri. Perputaran ekonomi di kawasan ini terus tumbuh dan menjadikannya salah satu pusat ekonomi baru di wilayah barat Jambi.
2. Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Wilayah yang dahulu didominasi lahan rawa kini berubah menjadi kawasan pertanian dan perkebunan yang berkembang pesat. Kelapa sawit, pinang, hingga berbagai komoditas pangan menjadi penopang ekonomi masyarakat. Geragai juga menjadi salah satu kawasan transmigrasi yang diprioritaskan pemerintah untuk terus dikembangkan.
3. Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi
Keberadaan Kumpeh yang berada tidak jauh dari Kota Jambi menjadi nilai tambah tersendiri. Kawasan transmigrasi ini tumbuh menjadi sentra pertanian, peternakan, dan perkebunan sekaligus menjadi salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan bagi ibu kota provinsi.
4. Pauh, Kabupaten Sarolangun
Pauh berkembang menjadi kawasan perkebunan dengan komoditas utama kelapa sawit dan karet. Peningkatan infrastruktur jalan turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sehingga kawasan ini menjadi salah satu daerah transmigrasi yang mengalami kemajuan signifikan.
5. Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo
Selain Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo juga memiliki kawasan transmigrasi sukses di Bathin III Ulu. Daerah ini berkembang menjadi sentra pertanian dan perkebunan yang terus menunjukkan pertumbuhan ekonomi. Aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat ikut berkembang seiring meningkatnya produksi komoditas perkebunan.
Keberhasilan kawasan-kawasan tersebut menjadi bukti bahwa program transmigrasi mampu mengubah daerah yang semula terpencil menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan dukungan infrastruktur, akses pasar, dan semangat para transmigran, sejumlah wilayah di Jambi kini menjadi contoh sukses pembangunan berbasis transmigrasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
