Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Bangkit! Data Buruh Amerika Bikin Dolar Tersungkur

Rupiah Bangkit! Data Buruh Amerika Bikin Dolar Tersungkur

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Setelah beberapa hari berada di bawah tekanan, nilai tukar rupiah akhirnya bangkit. Mata uang Indonesia berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (3/7/2026), didorong melemahnya data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam yang jauh dari ekspektasi pasar.

Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah terapresiasi 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp17.950 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang mengecewakan. Kondisi tersebut langsung memicu pelemahan dolar AS di pasar global sehingga memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

“Penambahan Non-Farm Payrolls (NFP) hanya mencapai 57 ribu pada Juni 2026, turun dari 129 ribu pada bulan sebelumnya dan jauh di bawah konsensus pasar yang memperkirakan 113 ribu,” ujar Josua dikutip dari Antara.

Menurutnya, perlambatan penciptaan lapangan kerja di AS menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi mulai kehilangan momentum. Hal ini meningkatkan ekspektasi pelaku pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar apabila tren pelemahan ekonomi terus berlanjut.

Ekspektasi tersebut membuat dolar AS kehilangan tenaga terhadap berbagai mata uang dunia. Rupiah pun ikut menikmati sentimen positif yang mendorong penguatan pada awal perdagangan.

Sementara itu, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen, lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar yang sebesar 4,3 persen.

Pelaku pasar disebut lebih menitikberatkan pada lemahnya data NFP, sehingga mendorong mundurnya ekspektasi waktu kenaikan suku bunga The Fed dari September 2026 menjadi Oktober 2026.

Di sisi lain, ia mengatakan terdapat kekhawatiran investor terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia, setelah mencatat defisit neraca perdagangan bulanan pertama dalam enam tahun terakhir.

Sentimen negatif semakin diperkuat oleh proyeksi Fitch yang memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan turun menjadi setara 4,9 bulan pembayaran eksternal pada akhir 2026, lebih rendah dibandingkan median negara berperingkat BBB yang sebesar 5,0 bulan pembayaran eksternal.

“Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit transaksi berjalan serta menekan sentimen investor terhadap rupiah,” ujar dia Josua.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Jatuh Hingga Rp 124 per Kilogram

    Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Jatuh Hingga Rp 124 per Kilogram

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren penurunan harga TBS kelapa sawit Provinsi Jambi masih berlanjut. Bahkan penurunan harga untuk periode kali ini jauh lebih dalam. Bila pada periode sebelumnya harga tandan buah segar umur tanam 10-20 tahun hanya turun Rp 39,71/Kg TBS, kali ini mencapai Rp 124,51/Kg TBS. Harga baru ini berlaku untuk 7-13 November 2025. Penetapan harga […]

  • Salip Honda dan Mitsubishi, BYD Masuk Tiga Besar Mobil Terlaris Indonesia

    Salip Honda dan Mitsubishi, BYD Masuk Tiga Besar Mobil Terlaris Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persaingan kendaraan roda empat atau lebih di dalam negeri pada Oktober 2025 menunjukkan kejutan besar. Sebab untuk pertama kalinya, BYD berhasil menembus posisi tiga besar sebagai merek mobil terlaris Indonesia secara bulanan, menggeser merek-merek Jepang yang selama ini mendominasi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), merek asal China itu mencatat penjualan […]

  • China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

    China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan kembali bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak untuk menyelesaikan krisis Ukraina, di tengah meningkatnya tekanan dan sanksi internasional terhadap Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa pendekatan berbasis paksaan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan terhadap konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga […]

  • Arus Peti Kemas Tembus 6,42 Juta TEUs, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat di Awal 2026

    Arus Peti Kemas Tembus 6,42 Juta TEUs, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat di Awal 2026

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan ekonomi nasional pada awal 2026 menunjukkan akselerasi yang kian nyata. Indikasinya terlihat dari meningkatnya arus barang yang melintasi pelabuhan pelabuhan utama di Indonesia, dengan lonjakan signifikan pada volume peti kemas. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat, hingga April 2026, arus peti kemas mencapai 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs). Angka ini […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel

    Harga Minyak Dunia Tembus USD 107 per Barel

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Minyak mentah acuan internasional jenis Brent Crude Oil tercatat menembus level USD 107 per barel setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi, terutama dari kawasan Timur Tengah […]

  • Turun Rp15.000, Emas Antam Kini Dibanderol Rp2.790.000 per Gram

    Turun Rp15.000, Emas Antam Kini Dibanderol Rp2.790.000 per Gram

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi PT Antam mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Harga emas Antam kini dibanderol Rp2.790.000 per gram, turun Rp15.000 dibandingkan harga hari sebelumnya. Penurunan ini menjadi perhatian bagi para investor logam mulia yang memantau pergerakan harga harian untuk investasi jangka panjang maupun pendek. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam […]

expand_less