Prancis Favorit, Swedia Pantang Menyerah
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan pertarungan sarat gengsi. Dua wakil Eropa, Prancis dan Swedia, akan saling bentrok di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Di atas kertas, Les Bleus jauh lebih diunggulkan. Namun, status favorit tak membuat Swedia ciut nyali. Tim berjuluk Blågult itu datang dengan tekad menciptakan kejutan dan mengakhiri langkah salah satu kandidat juara dunia tersebut.
Prancis melangkah ke fase gugur dengan performa yang nyaris sempurna. Pasukan Didier Deschamps menyapu bersih tiga laga Grup I dan keluar sebagai juara grup.
Ketajaman lini depan menjadi senjata utama Prancis. Kylian Mbappe tampil luar biasa dengan koleksi empat gol dan dua assist.
Penyerang Real Madrid itu, dipastikan kembali menjadi andalan. Mbappe akan didukung Ousmane Dembele, Michael Olise, Rayan Cherki, dan Desire Doue yang juga sedang berada dalam performa terbaik.
Tak hanya tajam di depan, pertahanan Les Bleus juga tampil kokoh. Duet William Saliba dan Dayot Upamecano menjadi tembok kokoh di jantung pertahanan. Sementara Mike Maignan tetap dipercaya mengawal gawang. Pelatih Deschamps diperkirakan mempertahankan formasi 4-23-1 yang sukses membawa timnya mendominasi fase grup.
Di kubu lawan, Swedia melaju ke fase gugur dengan perjuangan lebih berat. Tim racikan Graham Potter itu, membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, kemudian dihajar Belanda 1-5, lalu menutup fase grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Jepang.
Empat poin mengantarkan Swedia lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Meski berstatus underdog, Swedia tak ingin hanya menjadi pelengkap. Mereka bertekad memberikan perlawanan habis-habisan dan membuktikan bahwa kejutan masih bisa terjadi di Piala Dunia 2026.
Alexander Isak dan Viktor Gyokeres diprediksi kembali menjadi ujung tombak. Anthony Elanga akan mengandalkan kecepatannya untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Prancis melalui skema serangan balik.
Menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, Potter diperkirakan mengubah pendekatan dengan memakai formasi 3-4-1-2 yang lebih defensif.
Secara statistik, Prancis juga unggul. Dari 23 pertemuan, Les Bleus membukukan 12 kemenangan, Swedia menang enam kali, sementara lima laga lainnya berakhir imbang.
Meski demikian, Swedia tak gentar. Potter menegaskan timnya siap memberikan perlawanan maksimal.
“Ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa, pertandingan yang selalu diimpikan sejak masih kecil. Bermain di New Jersey melawan Prancis pada babak gugur Piala Dunia adalah pengalaman yang tidak bisa lebih besar dari itu,” ujar Potter.
Bagi Prancis, kemenangan akan membuka jalan menuju babak 16 besar sekaligus menjaga asa merebut kembali mahkota juara dunia. Namun, jika lengah sedikit saja, Les Bleus bisa bernasib sama seperti Jerman dan Belanda yang lebih dulu tersingkir secara mengejutkan pada babak 32 besar.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
