Piala Dunia 2026: Drama Adu Penalti! Jerman dan Belanda Angkat Koper
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Timnas Belanda menyusul Jerman yang lebih dulu angkat koper dari Piala Dunia 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 langsung memakan korban besar. Dua raksasa Eropa, Jerman dan Belanda, kompak angkat koper setelah kalah dramatis lewat adu penalti pada pertandingan yang berlangsung Selasa (30/6/2026).
Kekalahan dua tim elite tersebut menjadi kejutan terbesar sejauh fase gugur berlangsung. Paraguay dan Maroko tampil sebagai pembunuh raksasa sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar.
Jerman menjadi tim pertama yang tersingkir. Menghadapi Paraguay di Boston Stadium, Der Panzer justru kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Paraguay membuka keunggulan menjelang turun minum melalui Julio Enciso. Jerman merespons lewat gol Kai Havertz pada awal babak kedua yang membuat skor kembali imbang 1-1.
Drama terjadi pada babak tambahan waktu. Jonathan Tah sempat membuat publik Jerman bersorak setelah mencetak gol. Namun, wasit menganulir gol tersebut sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Nasib buruk menghampiri Jerman pada babak tos-tosan. Jonathan Tah, yang sebelumnya golnya dianulir, gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya melenceng dari sasaran.
Jerman akhirnya kalah 3-4 dari Paraguay dan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Kejutan berikutnya terjadi dalam laga Belanda melawan Maroko. Singa Atlas tampil lebih dominan sepanjang pertandingan dengan unggul dalam penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang.
Belanda sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo mencetak gol pada menit ke-72. Namun, Maroko memaksakan hasil imbang lewat sundulan Issa Diop pada menit ke-90+1.
Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan waktu berakhir sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama kembali tersaji. Maroko sempat dibuat waswas setelah dua penendangnya gagal mencetak gol akibat bola membentur tiang gawang.
Namun, Belanda justru tampil lebih buruk. Tiga eksekutornya gagal menjalankan tugas. Satu tendangan membentur tiang, satu melenceng dari sasaran, sementara satu lagi berhasil dimentahkan kiper Yassine Bounou.
Maroko akhirnya memastikan kemenangan 3-2 pada babak adu penalti. Hasil itu sekaligus mengirim Belanda pulang lebih cepat dan mempertegas status Singa Atlas sebagai salah satu tim paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Tersingkirnya Jerman dan Belanda membuat persaingan menuju babak 16 besar semakin terbuka. Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa nama besar tak lagi menjadi jaminan untuk melangkah jauh ketika pertandingan memasuki fase gugur.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
