Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Regional » Rp6,59 Triliun Belum Bergerak, Bendungan Merangin Masih Sebatas Rencana

Rp6,59 Triliun Belum Bergerak, Bendungan Merangin Masih Sebatas Rencana

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM –  Di atas kertas, Bendungan Merangin merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar yang pernah direncanakan di Provinsi Jambi. Nilai investasinya mencapai Rp6,59 triliun, menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta diproyeksikan menjadi bendungan multiguna yang mampu mengendalikan banjir, mengairi ribuan hektare sawah, menyediakan air baku, hingga menghasilkan listrik.

Namun hingga pertengahan 2026, megaproyek yang dirancang sejak beberapa tahun lalu itu masih belum memasuki tahap pembangunan fisik. Status proyek masih berada pada tahapan penyiapan dan proses pengadaan melalui skema KPBU.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kapan proyek benar-benar dimulai, mengingat manfaat ekonomi yang dijanjikan sangat besar bagi Kabupaten Merangin maupun Provinsi Jambi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Bendungan Merangin berada di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin.

Proyek ini menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintenance and Transfer (DBFOMT) dengan masa konsesi 36 tahun. Nilai investasi indikatif mencapai Rp6,59 triliun, sedangkan nilai konstruksinya diperkirakan sekitar Rp5,14 triliun. Skema pengembalian investasi dilakukan melalui Availability Payment (AP) dari pemerintah.

Artinya, pemerintah tidak membayar seluruh pembangunan di awal. Badan usaha terlebih dahulu membangun dan mengoperasikan infrastruktur, kemudian pemerintah melakukan pembayaran sesuai tingkat layanan yang diberikan.

Pemerintah merancang Bendungan Merangin bukan sekadar sebagai tampungan air. Dalam dokumen proyek, bendungan tersebut diproyeksikan memiliki berbagai fungsi strategis, antara lain:

  • Mengurangi risiko banjir di wilayah Merangin
  • Menyediakan air irigasi sekitar 5.244 hektare lahan pertanian (sejumlah dokumen awal menyebut hingga 12.000 hektare berdasarkan desain awal)
  • Menyediakan air baku bagi sistem penyediaan air minum
  • Mendukung pembangunan PLTA berkapasitas sekitar 95–107 MW
  • Mengembangkan kawasan wisata dan budidaya perikanan air tawar

Apabila seluruh manfaat tersebut terealisasi, Bendungan Merangin diperkirakan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Provinsi Jambi.

Meski telah lama masuk daftar proyek prioritas KPBU nasional, perkembangan di lapangan belum menunjukkan dimulainya konstruksi.

Dokumen resmi Simpul KPBU mencatat proyek telah melalui berbagai tahapan studi kelayakan, penyusunan Final Business Case, hingga persiapan transaksi. Namun target-target awal yang pernah dipasang, seperti konstruksi mulai 2025, belum tampak terealisasi. Status proyek pada portal KPBU pemerintah masih menunjukkan proses penyiapan dan transaksi.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Merangin mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan pendahuluan harus diselesaikan terlebih dahulu, mulai dari penetapan lokasi (penlok), penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga pengadaan lahan bagi area bendungan dan wilayah terdampak genangan.

Berbeda dengan bendungan yang sepenuhnya dibiayai APBN, Bendungan Merangin mengandalkan skema KPBU.

Skema ini memungkinkan pemerintah menggandeng investor swasta untuk membiayai pembangunan. Namun prosesnya jauh lebih kompleks karena harus melalui studi kelayakan, penjaminan pemerintah, penyusunan dokumen transaksi, pemilihan badan usaha, financial close, hingga kepastian pembiayaan.

Dalam proyek ini, pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk dukungan, antara lain fasilitasi pengadaan tanah melalui LMAN, penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), serta pendampingan Project Development Facility (PDF) dari Kementerian Keuangan bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).

Selain meningkatkan produktivitas pertanian melalui pasokan air irigasi, bendungan juga berpotensi menyediakan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), memperkuat ketahanan air bersih, mengurangi risiko banjir tahunan, hingga membuka peluang sektor pariwisata dan perikanan.

Bagi Kabupaten Merangin yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan, keberadaan bendungan tersebut diyakini dapat menjadi infrastruktur pengungkit pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

 

Sumber: Simpul KPBU Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Kementerian Pekerjaan Umum

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurangi Ketergantungan pada China, Trump Teken Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara ASEAN

    Kurangi Ketergantungan pada China, Trump Teken Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara ASEAN

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan perdagangan dan mineral penting dengan empat negara Asia Tenggara dalam rangkaian KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan rantai pasokan terhadap China, terutama di sektor tanah jarang dan mineral penting yang menjadi bahan utama chip […]

  • Update Harga Sembako Pasar Kasang Jambi: Cabai Merah Kecil Turun, Beras dan Daging Stabil

    Update Harga Sembako Pasar Kasang Jambi: Cabai Merah Kecil Turun, Beras dan Daging Stabil

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Kasang, Kota Jambi, terpantau relatif stabil berdasarkan pembaruan 15 Januari 2026. Dari pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, hanya sebagian kecil komoditas yang mengalami perubahan harga, sementara mayoritas sembako masih bertahan di level sebelumnya. Penurunan harga tercatat pada cabai merah kecil yang turun sebesar 12 persen […]

  • 5 Taipan Penguasa Industri Susu Indonesia, Kekayaannya Tembus Ratusan Triliun

    5 Taipan Penguasa Industri Susu Indonesia, Kekayaannya Tembus Ratusan Triliun

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri susu nasional terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan nutrisi masyarakat serta perluasan pasar melalui program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik berbagai merek susu yang beredar di Indonesia, terdapat sejumlah taipan yang mengendalikan industri bernilai triliunan rupiah ini. Berikut adalah lima tokoh penting yang menduduki posisi strategis di balik merek-merek […]

  • Presiden Prabowo Minta Daerah Perketat Pengawasan Hutan Pasca Banjir Aceh–Sumut

    Presiden Prabowo Minta Daerah Perketat Pengawasan Hutan Pasca Banjir Aceh–Sumut

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah di seluruh Indonesia, khususnya di Aceh dan Sumatera, meningkatkan kewaspadaan terhadap kerusakan lingkungan dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas penebangan pohon. Hal itu disampaikan Presiden saat mengunjungi para pengungsi banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang pada Jumat (12/12/2025). Dalam pertemuan dengan warga di posko pengungsian, Prabowo menegaskan bahwa bencana […]

  • Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    Jelang UMP 2026, Apindo Ungkap Banyak Perusahaan UKM Tak Mampu Bayar Upah Minimum

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan bahwa pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 harus mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha yang mayoritas didominasi oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menjelaskan bahwa sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia bukanlah perusahaan besar atau multinasional, melainkan UKM dengan kemampuan finansial terbatas. “Jangan […]

  • Rupiah Terus Melemah, Posisinya Kini Rp16.829 per Dolar AS

    Rupiah Terus Melemah, Posisinya Kini Rp16.829 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah terus melemah. Kini nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 31 poin atau 0,18 persen dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS. Rupiah sekarang diposisi Rp16.829 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik ke level 98,96. Naik dari sehari sebelumnya yang ada diposisi 98,93. Menurut sumber yang […]

expand_less