Prakiraan Cuaca Jambi 23 Juni–2 Juli 2026: Hujan, Petir, dan Kabut Mengintai
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Langit jambi mendung
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Provinsi Jambi pada periode 23 Juni hingga 2 Juli 2026 menunjukkan dominasi kondisi berawan dan hujan ringan, disertai potensi petir serta fenomena kabut dan udara kabur di beberapa daerah.
Di wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, suhu udara relatif lebih rendah, berkisar antara 16 hingga 30 derajat Celsius. Hujan ringan diprediksi terjadi di awal hingga pertengahan periode, kemudian diikuti kondisi berawan. Menjelang akhir periode, muncul potensi kabut dan udara kabur dengan tingkat kelembapan mencapai 99 persen.
Sementara itu, wilayah tengah seperti Kabupaten Merangin, Sarolangun, dan Batanghari didominasi hujan ringan pada awal pekan, lalu beralih ke cuaca berawan dan cerah berawan. Namun, potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi pada 28 hingga 30 Juni 2026. Suhu di wilayah ini berkisar antara 21 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi.
Untuk wilayah perkotaan seperti Kota Jambi dan Muaro Jambi, pola cuaca relatif serupa. Hujan ringan terjadi pada 24 Juni, diikuti cuaca cerah pada 26 Juni. Meski demikian, potensi petir diperkirakan muncul pada akhir Juni, disertai kondisi udara kabur yang dapat memengaruhi jarak pandang.
Di wilayah pesisir seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, cuaca cerah berawan mendominasi pada awal periode. Namun, hujan ringan dan potensi petir diprediksi meningkat menjelang akhir Juni hingga awal Juli. Selain itu, fenomena udara kabur juga mulai muncul, terutama pada pagi dan malam hari.
Kabupaten Bungo dan Tebo menunjukkan pola cuaca yang relatif stabil dengan dominasi berawan. Meski demikian, potensi hujan ringan dan petir tetap perlu diwaspadai, terutama pada akhir Juni.
Secara umum, seluruh wilayah Jambi diperkirakan mengalami kelembapan udara tinggi, berkisar antara 60 hingga 99 persen. Kondisi ini berpotensi memicu terbentuknya kabut atau udara kabur, terutama di wilayah dengan aktivitas lahan terbuka.
- Penulis: say say
