Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Tak Berdaya! Pagi Ini Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS

Rupiah Tak Berdaya! Pagi Ini Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah jeblok lagi. Pada perdagangan Jumat (19/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini rupiah di level Rp17.845 per dolar AS.

Berdasarkan data dari Antara, mata uang Indonesia melemah 51 poin atau tergerus 0,29 persen menjadi Rp17.845 per dolar AS. Penutupan sebelumnya rupiah diposisi Rp17.794 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganggap rupiah melemah pascameningkatnya prospek kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) pascapertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC,” ujarnya.

Dia menerangkan bahwa prospek tersebut muncul karena inflasi AS saat ini berada di angka 4,2 persen, masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.

Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi bergerak melemah 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.845 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.794 per dolar AS.

Mengutip Anadolu, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan komitmen untuk mencapai target stabilitas harga 2 persen.

Ketika ditanya apakah The Fed dapat mempertimbangkan kembali target inflasi 2 persen, Warsh menyampaikan bahwa level tersebut tetapi menjadi tujuan jangka panjang bank sentral dan tak boleh ditinjau kembali sebelum The Fed kembali mampu mewujudkannya.

Selain itu, indeks dolar AS disebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih akibat perang turut mendukung dolar AS, kendati kesepakatan damai tahap pertama antara AS dengan Iran turut mendukung rupiah.

“Kesepakatan damai tahap pertama ini tentunya mendukung rupiah, namun untuk jangka pendek memang fluktuasi seperti ini terjadi, investor masih memberikan perhatian pada prospek suku bunga The Fed,” kata Lukman.

Adapun sentimen domestik, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk tetap mempertahankan status pasar Indonesia sebagai EM (emerging market) cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah. Begitu pula dengan keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-Rate yang dinilai sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan akan dinaikkan ke depannya sekitar 50 basis points (bps).

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas UBS-Galeri24 Stabil di Rp2,9 Juta

    Emas UBS-Galeri24 Stabil di Rp2,9 Juta

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan pada Jumat, 6 Februari 2026, tercatat stabil di Sahabat Pegadaian. Emas UBS dipatok Rp2.988.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di Rp2.974.000 per gram. Harga ini sama dengan catatan kemarin sore dan dapat berubah sewaktu-waktu. Emas Galeri24 dijual mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram, sementara emas UBS tersedia dari 0,5 gram […]

  • Indonesia Kuasai Tiket Piala Asia U20 2027

    Indonesia Kuasai Tiket Piala Asia U20 2027

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Misi besar Timnas U-20 Indonesia akhirnya tuntas. Garuda Muda memastikan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027 setelah tampil perkasa dengan menekuk Timnas U-20 Australia 2-0 pada laga terakhir Grup H babak kualifikasi di Lao National Stadium KM16, Laos, Minggu. Kemenangan tersebut menjadi penutup manis perjalanan Indonesia di fase kualifikasi. Menghadapi Australia […]

  • KPI Manfaatkan Teknologi Digital untuk Perkuat Keselamatan Operasional Kilang Migas

    KPI Manfaatkan Teknologi Digital untuk Perkuat Keselamatan Operasional Kilang Migas

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), subholding dari PT Pertamina (Persero), terus memperkuat komitmennya dalam menjaga dan mengutamakan aspek keselamatan kerja di lingkungan kilang migas melalui berbagai inovasi berbasis teknologi digital. “Keselamatan kerja dalam operasional kilang merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KPI. Kami menyadari bekerja di dunia migas termasuk kilang memiliki […]

  • Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

    Kemarau Makin Panjang, Debit Batanghari Mulai Menyusut: Waspada!

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Provinsi Jambi. Tak hanya meningkatkan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026 juga mulai membuat debit Sungai Batanghari menyusut. Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. Sebab, Sungai Batanghari menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat […]

  • FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Vs Bangladesh, Wajib Menang Besar!

    FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Vs Bangladesh, Wajib Menang Besar!

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menang saja belum cukup. Timnas Indonesia dituntut tampil lebih agresif saat menghadapi Bangladesh pada laga ketiga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026). Selain memburu tiga poin, skuad Garuda membutuhkan kemenangan dengan margin gol yang besar untuk bersaing di papan atas. Indonesia saat ini mengoleksi empat poin, sama dengan Malaysia. Namun, Harimau […]

  • Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    Harga Emas Naik Akibat Produksi Freeport Terganggu, Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Oktober 2025 mencapai 2,86% secara tahunan (year on year). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga emas perhiasan, yang menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kenaikan harga emas terjadi karena gangguan produksi di tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Insiden […]

expand_less