Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

Tak Main-Main! Mentan Ancam Perusahaan Sawit Penekan Harga TBS

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperketat pengawasan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna memastikan petani memperoleh harga yang wajar di tengah perubahan kondisi pasar dan nilai tukar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masih terdapat sekitar 270 hingga 300 pabrik kelapa sawit (PKS) dari total sekitar 1.900 PKS di Indonesia yang belum melakukan penyesuaian harga TBS sesuai perkembangan pasar.

“Ada kurang lebih 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga dan kami akan kirim langsung ke Polda tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirkrimsus ditindaklanjuti,” kata Amran dalam konferensi pers, Senin (8/6/2026).

Menurut Amran, harga TBS saat ini seharusnya mengalami kenaikan, bukan justru mengalami penurunan. Ia menilai penguatan nilai dolar AS terhadap rupiah yang mencapai sekitar 10% semestinya memberikan ruang bagi kenaikan harga yang diterima petani.

“Kenapa? Nilai dolar dengan rupiah itu selisih kenaikannya 10%. Jadi minimal sama dengan seperti semula. Mulai hari ini harus kembali 100% dan bila perlu tambah 10% dari harga sebelumnya karena nilai dolar,” ujarnya.

Amran menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam apabila terdapat praktik yang berpotensi merugikan petani sawit. Pasalnya, sektor sawit menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 15 juta petani di berbagai daerah.

Menurut dia, kondisi saat ini menunjukkan adanya anomali karena harga TBS justru mengalami tekanan ketika faktor nilai tukar seharusnya mendukung kenaikan harga.

“Ini ada anomali di saat ini harga harusnya naik bukan turun. Kenapa? Karena nilai dolar selisih 10 persen. Ya harus naik, tidak ada alasan turun,” tegasnya.

Terkait ratusan PKS yang belum melakukan penyesuaian harga, Amran mengatakan pemerintah akan menyerahkan proses pemeriksaan kepada aparat penegak hukum untuk memastikan penyebab belum naiknya harga pembelian TBS di tingkat pabrik.

Namun demikian, ia menegaskan langkah yang dilakukan pemerintah tetap mengedepankan proses pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Enggak boleh dong langsung sanksi, harus melalui pemeriksaan dulu. Ini repot nanti Dirkrimsus, langsung diperiksa. Surat hari ini kita berikan bawa pulang diperiksa,” ujarnya.

Pemerintah berharap penyesuaian harga TBS dapat segera dilakukan sehingga petani sawit memperoleh manfaat yang lebih optimal dari kondisi pasar saat ini dan tetap memiliki kepastian pendapatan untuk mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas

    Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tercatat tidak bergerak terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (3/12/2025). Rupiah dibuka stagnan sehingga tetap di angka Rp16.625, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp16.625 per dolar AS. Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat […]

  • Yuk! Kenali Penyakit Umum Mobil Tua dan Cara Mencegahnya

    Yuk! Kenali Penyakit Umum Mobil Tua dan Cara Mencegahnya

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mobil dengan usia di atas 10 tahun bisa dikatakan sebagai mobil tua. Pada kondisi tersebut, umumnya garansi dari pabrikan sudah usai sehingga dikhawatirkan muncul berbagai penyakit umum karena usia pemakaian. Istilah “penyakit mobil tua” mengacu pada berbagai kerusakan atau penurunan performa yang umum terjadi karena usia kendaraan. Meski bisa tetap handal jika dirawat […]

  • Cuaca Kota Jambi Hari Ini 34 Derajat Celsius, Panas Terik Tertutup Kabut Tipis

    Cuaca Kota Jambi Hari Ini 34 Derajat Celsius, Panas Terik Tertutup Kabut Tipis

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Warga Provinsi Jambi perlu mewaspadai kondisi udara dan kabut asap di tengah musim karhutla. Berdasarkan prakiraan BMKG untuk Jumat (4/9/2026), cuaca di sebagian besar wilayah Jambi relatif cerah hingga berawan. Namun, beberapa daerah masih diprakirakan mengalami kabut/asap dan udara kabur. Di Kota Jambi, cuaca hari ini diprakirakan cerah dengan suhu 27–34 derajat Celsius […]

  • Rupiah Menguat 20 Poin, Jadi Rp16.686 per Dolar AS Pagi Ini

    Rupiah Menguat 20 Poin, Jadi Rp16.686 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026), terpantau bergerak menguat. Rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.686 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.888 per dolar AS. Penguatan tersebut membuat rupiah menjauh dari level psikologis Rp17.000 yang sempat tersentuh bulan lalu. Pergerakan rupiah ini sejalan […]

  • Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

    Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan. Rupiah dibuka pada perdagangan Rabu (31/12/2025) menguat sebesar 34 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Rupiah kini diposisi Rp16.737 per dolar AS. Terhadap penguatan tersebut rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Disusul yuan China berada satu level di […]

  • Investor Asing Balik Masuk Saat IHSG Anjlok, OJK Sebut Sinyal Kepercayaan Pasar

    Investor Asing Balik Masuk Saat IHSG Anjlok, OJK Sebut Sinyal Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kembalinya investor asing ke pasar saham domestik sebagai sinyal positif, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (2/2/2026). Penjabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK yang juga Wakil Ketua DK OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp […]

expand_less