Harga Minyak Dunia Tembus US$104
- account_circle say say
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Harga minyak dunia naik ke US$104 per barel akibat ketegangan AS-Iran. Kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz dorong lonjakan harga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia kembali memanas. Pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, harga minyak melonjak lebih dari 2 persen seiring meredupnya harapan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Minyak mentah Brent naik US$2,38 atau 2,3 persen ke level US$104,96 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat US$1,73 atau 1,8 persen menjadi US$98,08 per barel.
Kenaikan ini terjadi setelah pasar mulai meragukan tercapainya kesepakatan dalam negosiasi antara Washington dan Teheran. Isu sensitif seperti stok uranium Iran dan pengendalian jalur strategis Selat Hormuz masih menjadi batu sandungan.
Padahal sehari sebelumnya, harga minyak sempat turun sekitar 2 persen dan menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan. Namun sentimen geopolitik kembali mengambil alih arah pasar.
Sumber dari Iran menyebutkan belum ada kesepakatan final dengan AS, meski perbedaan mulai menyempit. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui ada sinyal positif, tetapi menolak skema pembatasan di Selat Hormuz.
Analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida, menilai lonjakan harga dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
Ketidakpastian di Timur Tengah, khususnya di jalur distribusi utama Selat Hormuz, membuat pelaku pasar memilih bersikap defensif.
Yoshida memproyeksikan harga WTI masih akan bergerak di kisaran US$90 hingga US$110 per barel dalam waktu dekat, mengikuti pola sejak akhir Maret.
- Penulis: say say

