Sabtu, 16 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Geliat Kerajinan Bongsang di Sumedang Meningkat Jelang Idul Adha, Produksi Tembus Ratusan Ribu

Geliat Kerajinan Bongsang di Sumedang Meningkat Jelang Idul Adha, Produksi Tembus Ratusan Ribu

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Aktivitas perajin bongsang di Sumedang kembali menggeliat menjelang Idul Adha. Di sejumlah dusun seperti Andir, Kecamatan Sumedang Utara, suara anyaman bambu terdengar sejak pagi, menandai meningkatnya permintaan wadah tradisional ramah lingkungan tersebut.

Bongsang, wadah berbahan dasar bambu yang dianyam secara manual, telah lama digunakan masyarakat sebagai tempat pembungkus daging kurban. Tradisi ini kini kembali diminati seiring meningkatnya kesadaran penggunaan bahan non-plastik.

Di salah satu rumah panggung di Dusun Andir, Dadang Gunawan memulai aktivitasnya sejak subuh. Dengan tangan terampil, ia membelah, meraut, lalu menganyam bilah bambu menjadi bongsang tanpa bantuan mesin.

“Di sini hampir semua belajar dari keluarga. Sejak kecil sudah terbiasa melihat orang tua membuat bongsang,” ujar Dadang.

Kerajinan ini diwariskan secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu dan tetap bertahan sebagai sumber penghidupan masyarakat setempat.

Menjelang Idul Adha, ritme produksi pun berubah. Jika pada hari biasa satu keluarga mampu memproduksi sekitar 400 bongsang per hari, maka saat permintaan meningkat jumlahnya bisa mencapai 500 hingga 600 unit per hari, bahkan dengan tambahan jam kerja hingga malam.

Dalam satu bulan, produksi satu rumah tangga berkisar antara 10.000 hingga 12.000 bongsang, tergantung ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja keluarga.

Hasil produksi tersebut biasanya dijual dalam satuan “kantet” berisi 100 bongsang. Harga per kantet berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000. Pada periode ramai seperti menjelang Idul Adha, satu keluarga pengrajin dapat meraih omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta.

“Kalau lagi ramai, hampir tidak ada waktu berhenti. Pesanan terus datang,” kata Dadang.

Di balik aktivitas rumah tangga tersebut, industri bongsang di Sumedang menunjukkan perputaran ekonomi yang cukup signifikan. Tercatat lebih dari 60 kepala keluarga masih aktif sebagai pengrajin di satu wilayah sentra.

Dengan rata-rata produksi sekitar 10.000 bongsang per bulan per keluarga, total produksi dari satu sentra dapat mencapai lebih dari 160.000 bongsang setiap bulan.

Jumlah tersebut belum termasuk produksi dari wilayah lain seperti Cisarua, Wado, dan daerah perbatasan yang juga memiliki tradisi kerajinan bambu serupa.

Kondisi ini menunjukkan adanya jaringan ekonomi rakyat berbasis rumah tangga yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi, dengan pola produksi sederhana: rumah sebagai tempat kerja, bambu sebagai bahan utama, dan keterampilan tangan sebagai modal utama.

Selain bernilai ekonomi, keberadaan bongsang juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, terutama dalam mengurangi penggunaan plastik saat distribusi daging kurban.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Siapkan Rp16 triliun Bangun Hunian di Lahan Hibah Lippo

    Danantara Siapkan Rp16 triliun Bangun Hunian di Lahan Hibah Lippo

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara atau Danantara Indonesia menyiapkan anggaran hingga mencapai Rp16 triliun untuk mendukung pembangunan hunian vertikal pada lahan hibah Lippo Group. Pendiri Yayasan Pelita Harapan James Riady menghibahkan tiga bidang lahan sekitar 30 hektare di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang direncanakan untuk pembangunan 140 ribu unit hunian vertikal bagi […]

  • BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Salurkan Rp2,3 Triliun Awal 2026

    BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Salurkan Rp2,3 Triliun Awal 2026

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan hunian bagi masyarakat. Hal itu dilakukan melalui optimalisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) guna mendukung Program 3 Juta Rumah. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, BRI telah menyalurkan pembiayaan KPP senilai Rp2,30 triliun kepada 17.443 debitur. Realisasi tersebut […]

  • Bertemu Raja Charles III, Prabowo Dorong Kerja Sama Konservasi Gajah Sumatra

    Bertemu Raja Charles III, Prabowo Dorong Kerja Sama Konservasi Gajah Sumatra

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Charles III di London, Inggris, untuk membahas penguatan kerja sama konservasi gajah dan perlindungan habitat alaminya. Pertemuan tersebut berlangsung di sela agenda kenegaraan Prabowo saat menghadiri Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan di Lancaster House, Rabu (21/1/2026). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan […]

  • Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

    Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian China kembali menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan pada Oktober 2025. Serangkaian data terbaru yang dirilis Biro Statistik Nasional China (NBS) menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih rapuh, terutama akibat krisis properti berkepanjangan, lemahnya permintaan domestik, hingga tekanan eksternal dari melemahnya ekonomi global. Kondisi ini menambah kekhawatiran investor dan pelaku pasar […]

  • Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    Harga Emas di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Segini Harganya

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jelang hari raya Idulfitri 1447 H/2026 harga emas di Pegadaian mengalami penurunan. Baik itu produk logam mulia buatan UBS maupun Galeri24, pagi ini kompak turun Rp11.000. Dilansir laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (17/3/2026), emas UBS menjadi Rp3.015.000 dari semula Rp3.026.000 per gram. Sementara emas Galeri24 dipatok Rp3.001.000 per gram dari sebelumnya di angka […]

  • Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan […]

expand_less