Selasa, 12 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

Bos Saudi Aramco: Pasar Minyak Global Terancam Tak Normal hingga 2027

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pasar minyak dunia diperkirakan belum akan kembali stabil dalam waktu dekat. Chief Executive Officer Saudi Aramco, Amin H. Nasser, menyebut normalisasi baru mungkin terjadi pada 2027 apabila gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.

Dalam paparan kinerja kuartal pertama perusahaan, Nasser mengatakan bahwa sekalipun jalur pelayaran itu dibuka saat ini, pasar tetap membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali seimbang. Ia menilai keterlambatan pembukaan hanya beberapa pekan dapat memperpanjang krisis hingga beberapa tahun ke depan.

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor utama yang menghambat pemulihan. Sebelum konflik meningkat, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati Selat Hormuz, menjadikannya salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.

Dampak gangguan ini terlihat nyata pada sektor logistik. Lebih dari 600 kapal tanker dilaporkan tertahan di kawasan Teluk Persia, sementara ratusan kapal lain menunggu giliran untuk melintas. Kondisi tersebut memicu ketidakseimbangan armada global dan mengganggu rantai pasok energi secara luas.

Nasser memperkirakan pasar kehilangan sekitar 100 juta barel minyak setiap pekan sejak jalur tersebut terganggu. Secara kumulatif, kehilangan pasokan telah melampaui 1 miliar barel. Meski demikian, sebagian kerugian berhasil ditekan melalui pengalihan distribusi dan pemanfaatan cadangan minyak strategis.

Sebagai langkah mitigasi, Saudi Aramco mengoptimalkan jalur pipa timur-barat yang mengalirkan minyak ke Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Namun kapasitasnya dinilai belum mampu sepenuhnya menggantikan peran jalur laut tersebut.

Di tengah kondisi ini, persediaan minyak global terus menyusut, terutama untuk produk turunan seperti bensin dan bahan bakar pesawat. Situasi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena terjadi menjelang musim liburan musim panas, ketika permintaan energi biasanya meningkat.

Nasser menegaskan tekanan terhadap pasokan energi global terus meningkat setiap hari. Ia menyebut gangguan di Selat Hormuz sebagai salah satu guncangan terbesar dalam sejarah modern pasar energi dunia.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Operasi Medis Pakai Robot Sudah Ada di Indonesia, Ini Keunggulan dan Jenisnya

    Operasi Medis Pakai Robot Sudah Ada di Indonesia, Ini Keunggulan dan Jenisnya

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan teknologi di dunia kesehatan terus melaju pesat. Salah satu inovasi yang kini mulai diterapkan di Indonesia adalah bedah robotik (robotic surgery), sebuah teknologi operasi modern yang mengandalkan sistem robot untuk membantu dokter melakukan tindakan medis dengan presisi tinggi. Spesialis Bedah Digestif, Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD, menjelaskan bahwa penggunaan robot dalam […]

  • 6 Benda Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Wajib Disingkirkan dari Rumah

    6 Benda Pembawa Sial Menurut Feng Shui, Wajib Disingkirkan dari Rumah

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam feng shui, keseimbangan energi di dalam rumah sangat dipengaruhi oleh benda-benda yang kita simpan. Meski tampak sepele, sejumlah objek dipercaya dapat membawa energi negatif dan sebaiknya disingkirkan agar keberuntungan tidak terhambat. Berikut enam benda yang dianggap paling sial menurut feng shui, dikutip dari Homes and Gardens. 1. Tanaman Kering atau Mati Tanaman […]

  • Kepulauan Seribu Diserbu 5.865 Wisatawan Selama Libur Natal 2025

    Kepulauan Seribu Diserbu 5.865 Wisatawan Selama Libur Natal 2025

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat sebanyak 5.865 wisatawan berlibur ke sejumlah pulau wisata pada periode 25–27 Desember 2025. Data tersebut disampaikan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu. Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, mengatakan wisatawan datang melalui […]

  • Capai Rp9.891,6 Triliun, Uang Beredar M2 November Tumbuh 8,3 Persen

    Capai Rp9.891,6 Triliun, Uang Beredar M2 November Tumbuh 8,3 Persen

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tumbuh lebih tinggi, yakni 8,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp9.891,6 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa pertumbuhan M2 pada November 2025 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2025 yang sebesar […]

  • Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Tembus Rp18,37 Triliun

    Kerugian Banjir dan Longsor di Sumut Tembus Rp18,37 Triliun

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memperkirakan total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayahnya mencapai Rp18,37 triliun. Kerugian tersebut mencakup kerusakan infrastruktur, sektor pertanian, hingga perumahan warga. Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan dampak bencana terjadi secara masif dan meluas di 14 kabupaten dan 5 kota di Sumatera Utara. Enam daerah […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.667 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.667 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan pagi ini, Selasa (25/11/2025). Rupiah dibuka menguat 32 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.667 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.699 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah […]

expand_less