Tubuh Sering Nyeri dan Kaku? Bisa Jadi Tanda Pengapuran Tulang
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi: Pengapuran tulang atau osteoarthritis dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan sendi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pengapuran tulang atau Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling sering dialami masyarakat, terutama pada usia lanjut. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antar tulang, sehingga memicu gesekan langsung yang menimbulkan nyeri dan kekakuan.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya karena membatasi aktivitas sehari-hari. Pengapuran tulang umumnya berkembang secara perlahan. Beberapa faktor yang berperan antara lain pertambahan usia, riwayat keluarga, serta kelebihan berat badan yang memberikan tekanan lebih pada sendi.
Selain itu, cedera sendi di masa lalu dan aktivitas berulang dalam pekerjaan atau olahraga juga dapat mempercepat kerusakan sendi. Kondisi medis tertentu, seperti diabetes, turut meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis.
Gejala osteoarthritis biasanya muncul secara bertahap. Penderita kerap merasakan nyeri sendi yang semakin memburuk saat bergerak atau setelah beraktivitas.
Selain itu, kekakuan sendi di pagi hari, pembengkakan, hingga munculnya bunyi berderit saat sendi digerakkan menjadi tanda umum yang tidak boleh diabaikan. Dalam kondisi tertentu, penderita juga mengalami penurunan fleksibilitas hingga sulit menopang berat badan.
Diagnosis osteoarthritis dilakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat medis, serta pemeriksaan penunjang seperti rontgen atau MRI.
Hingga kini, osteoarthritis belum dapat disembuhkan. Namun, berbagai metode dapat dilakukan untuk mengelola gejalanya, seperti penggunaan obat pereda nyeri, terapi fisik, hingga perubahan gaya hidup.
Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga ringan, serta menggunakan alat bantu seperti penyangga sendi dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi yang bermasalah.
Pada kasus yang lebih berat, tindakan medis seperti suntikan kortikosteroid atau operasi penggantian sendi dapat menjadi pilihan.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Aktivitas fisik teratur yang tidak membebani sendi, menjaga postur tubuh, serta mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tulang.
Menghindari cedera saat beraktivitas juga menjadi kunci dalam menekan risiko terjadinya pengapuran tulang di kemudian hari.
Masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami nyeri sendi yang tidak kunjung membaik, kekakuan berkepanjangan, atau pembengkakan yang mengganggu aktivitas.
- Penulis: say say
- Editor: Syaiful Amri
