Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Polemik KDM vs Purbaya: Ini Untung Rugi Pemda Simpan Dana di Bank

Polemik KDM vs Purbaya: Ini Untung Rugi Pemda Simpan Dana di Bank

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Polemik antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali memunculkan sorotan terhadap kebiasaan pemerintah daerah (Pemda) menempatkan dananya di perbankan. Isu ini muncul setelah pemerintah pusat menyebut terdapat dana Pemda yang “mengendap” hingga triliunan rupiah di bank, termasuk di Jawa Barat. 

Dana Pemda di Bank: Aman tapi Bikin Serapan Anggaran Lambat

Menurut pengamat perbankan Paul Sutaryono, penempatan dana Pemda di bank, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD), merupakan hal yang wajar karena faktor keamanan dan potensi bunga.

“Tentu saja Pemda lebih senang memarkir dana di bank daerah karena aman dan menghasilkan pendapatan bunga,” ujarnya kepada kumparan, Kamis (23/10).

Namun, Paul menilai kebiasaan ini berdampak pada lambatnya penyerapan anggaran daerah (APBD).

“Penyerapan APBN saja baru sekitar 60 persen, padahal tahun anggaran hampir selesai,” katanya.

Dampaknya, daya dorong belanja pemerintah terhadap perekonomian daerah menjadi lemah.

Ekonom: Eksekusi Anggaran yang Lambat Jadi Penyebab Utama

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy, menilai meningkatnya simpanan Pemda di bank disebabkan keterlambatan eksekusi anggaran.

“Banyak Pemda terlambat menyalurkan anggaran karena menunggu petunjuk teknis dari pusat,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun politik 2025 turut memperlambat belanja daerah karena sebagian instansi menunggu kebijakan dari kepala daerah baru. Selama dana belum dibelanjakan, efek pengganda (multiplier effect) dari belanja pemerintah belum berjalan optimal.

“Kalau dana belum dibelanjakan, dampaknya ke ekonomi lokal, konsumsi, dan investasi jadi tidak maksimal,” kata Yusuf.

Meski begitu, Yusuf mengingatkan agar tidak semua peningkatan saldo kas daerah dianggap negatif, karena dalam beberapa kasus, hal itu juga bisa disebabkan oleh kenaikan penerimaan daerah.

KDM Bantah Dana Mengendap Rp 4,1 Triliun

Isu ini bermula dari laporan pemerintah pusat yang menyebut dana kas daerah Jawa Barat mencapai Rp 4,1 triliun.

Namun, Gubernur Dedi Mulyadi membantah data tersebut. Berdasarkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), jumlah sebenarnya hanya Rp 2,6 triliun per 17 Oktober 2025.

“Data BI itu per 30 September, sementara kami punya data harian. Jadi nilainya sudah berubah,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, perbedaan angka muncul karena BI mencatat data bulanan, sementara Pemda memiliki pembaruan harian. Sebagian dana juga berasal dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) seperti rumah sakit, yang memiliki pengelolaan tersendiri.

Respons Purbaya dan Bank Indonesia

Menanggapi bantahan KDM, Purbaya menegaskan bahwa data yang digunakan berasal dari Bank Indonesia (BI), bukan Kementerian Keuangan.

“Tanya saja ke Bank Sentral. Itu data dari sana,” katanya.

Sementara itu, BI menegaskan bahwa data simpanan Pemda diambil dari laporan bulanan seluruh bank di Indonesia dan telah melalui proses verifikasi sebelum dipublikasikan dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).

Per September 2025, total simpanan Pemda di bank mencapai Rp 233,97 triliun, terdiri dari:

  • Giro: Rp 178,14 triliun
  • Deposito: Rp 48,40 triliun
  • Tabungan: Rp 7,43 triliun

Kesimpulan: Efisiensi Anggaran Jadi Kunci

Polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi dan efisiensi pengelolaan kas daerah. Menyimpan dana di bank memang aman, tapi jika tidak segera dibelanjakan, pertumbuhan ekonomi daerah bisa terhambat. Percepatan realisasi anggaran menjadi kunci agar dana publik segera memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

    Impor Ilegal Hantam Industri Tekstil Lokal

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjirnya produk tekstil impor ilegal kembali jadi sorotan. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) menilai maraknya barang masuk tanpa izin resmi telah menekan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) tekstil yang kini makin kesulitan bertahan di pasar domestik. Ikatan Pengusaha Kecil dan Menengah (IPKB) mendesak pemerintah untuk segera memberikan dukungan nyata kepada industri […]

  • “Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir

    “Rakyat Saya Kelaparan”, Bupati Aceh Utara Menangis, Nyatakan Daerah Tak Mampu Tangani Banjir

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, secara resmi menandatangani surat ketidaksanggupan daerah dalam menangani banjir yang melanda wilayah itu sejak 22 November 2025. Surat tersebut diteken pada Rabu (3/12/2025), disertai ungkapan permintaan maaf dan tangis haru karena bantuan yang diharapkan belum kunjung tiba. Dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Posko Utama Pendopo Bupati, […]

  • Meta PHK 8.000 Karyawan Akibat Biaya AI Membengkak

    Meta PHK 8.000 Karyawan Akibat Biaya AI Membengkak

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Raksasa teknologi Meta Platforms mengambil langkah drastis dengan memangkas sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerja. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas melonjaknya biaya pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin membebani keuangan perusahaan. Keputusan ini menegaskan tren baru di industri teknologi global, di mana investasi besar-besaran dalam infrastruktur […]

  • Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    Agus Gumiwang Ajukan Pemindahan Entry Point Impor ke 3 Pelabuhan Timur

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan akan bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas usulan pemindahan jalur masuk barang impor atau entry point sebagai bagian dari penguatan instrumen non-tariff measures (NTM) di Indonesia. “Saya akan melakukan komunikasi dengan Menkeu untuk menjelaskan kepada beliau mengenai konsep kami mengenai konsep NTM,” ujar Agus di […]

  • Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap menaikkan harga rumah susun (rusun) subsidi tahun 2026. Saat ini BP Tapera tengah mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan hal itu usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of […]

  • Gaikindo Tunggu Langkah Konkret Pemerintah

    Gaikindo Tunggu Langkah Konkret Pemerintah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memberitahu bahwa tahun depan tidak ada insentif untuk mobil listrik. Meski demikian, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yakin pemerintah memiliki solusi terbaik. Alasan pemerintah tidak lagi memberikan insentif untuk mobil listrik adalah karena saat ini sudah banyak mobil listrik yang dirakit secara lokal. Selain itu, banyak juga mobil listrik yang harganya […]

expand_less