10 Obat Sakit Lambung Paling Ampuh di Apotek, Ini Jenis dan Cara Kerjanya
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- comment 0 komentar

Foto: Ilustrasi
JAMBISNIS.COM – Sakit lambung atau maag merupakan keluhan kesehatan yang umum dialami masyarakat. Gejalanya bisa berupa nyeri ulu hati, perut terasa panas, mual, kembung, hingga sering sendawa. Untuk mengatasinya, tersedia berbagai obat sakit lambung di apotek, baik yang dijual bebas maupun yang harus digunakan dengan resep dokter.
Pemilihan obat sakit lambung tidak boleh sembarangan karena harus disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan keluhan. Secara umum, obat maag bekerja dengan cara menetralkan asam lambung, menurunkan produksi asam, atau melindungi dinding lambung dari iritasi dan luka.
Jenis Obat Sakit Lambung yang Umum Digunakan
Obat sakit lambung tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, maupun cairan (suspensi). Berikut beberapa pilihan obat yang paling sering digunakan dan dinilai efektif meredakan keluhan.
1. Antasida (Promag, Mylanta, Polysilane)
Antasida merupakan obat maag yang paling mudah ditemukan dan bisa dibeli tanpa resep dokter. Obat ini bekerja dengan menetralkan asam lambung sehingga gejala nyeri ulu hati, perut panas, dan kembung dapat cepat mereda.
Antasida umumnya dianjurkan diminum saat gejala muncul atau sebelum tidur. Namun, penggunaannya tidak disarankan lebih dari 2 minggu tanpa anjuran dokter.
2. Sukralfat
Sukralfat bekerja dengan cara melapisi dinding lambung yang luka sehingga terlindung dari asam lambung. Obat ini biasanya diresepkan dokter untuk penderita gastritis atau tukak lambung.
Sukralfat sebaiknya diminum dalam kondisi perut kosong dan tidak boleh dikombinasikan sembarangan dengan obat lain tanpa jeda waktu yang cukup.
3. Penghambat Pompa Proton (Omeprazole, Lansoprazole)
Golongan obat ini berfungsi mengurangi produksi asam lambung secara signifikan. Biasanya digunakan untuk sakit lambung yang lebih berat, GERD, atau tukak lambung.
Penghambat pompa proton harus digunakan sesuai resep dokter dan dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu agar aman dan efektif.
4. Antagonis H2 (Ranitidine, Cimetidine)
Obat antagonis H2 bekerja dengan cara menghambat zat pemicu produksi asam lambung. Obat ini sering diresepkan untuk mengatasi nyeri lambung akibat iritasi asam atau luka di saluran cerna.
Penggunaannya harus sesuai dosis yang dianjurkan dokter untuk mencegah efek samping.
5. Antibiotik untuk Infeksi H. pylori
Pada kondisi tertentu, sakit lambung disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori. Dalam kasus ini, dokter akan meresepkan antibiotik seperti levofloxacin atau clarithromycin yang dikombinasikan dengan obat lambung lain.
Antibiotik wajib dikonsumsi sampai tuntas meskipun keluhan sudah membaik.
Tips Aman Mengonsumsi Obat Sakit Lambung
Agar pengobatan lebih efektif dan aman, perhatikan beberapa hal berikut:
- Baca aturan pakai dan dosis dengan cermat
- Jangan mengonsumsi obat lebih lama dari yang dianjurkan
- Beri jeda waktu jika harus minum beberapa jenis obat
- Hindari makanan pedas, asam, kopi, dan alkohol selama pengobatan
- Perhatikan tanggal kedaluwarsa obat
Jika sakit lambung tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau disertai muntah darah dan penurunan berat badan, segera periksakan diri ke dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda disarankan berkonsultasi ke dokter bila:
- Nyeri lambung berlangsung lebih dari 2 minggu
- Keluhan semakin berat meski sudah minum obat
- Mengalami muntah berulang atau feses berwarna hitam
- Memiliki penyakit lain seperti diabetes atau gangguan ginjal
- Dokter akan menentukan penyebab pasti dan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.
Disclaimer:
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan dari dokter. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat tertentu.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar