Terungkap, Pedagang Pasar Tanah Abang Dapat Pasokan Air Zamzam dari Jamaah Umrah hingga Importir
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Penjualan air Zam zam di Tanah Abang, Jakarta
JAMBISNIS.COM – Penjualan air Zamzam di Pasar Tanah Abang kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang mengungkapkan jalur distribusi air Zamzam dari Arab Saudi ke Indonesia, di tengah pembatasan ekspor yang diberlakukan pemerintah setempat.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, air Zamzam yang dijual di pasar tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari jamaah umrah, importir khusus, hingga awak kabin pesawat.
Salah satu pedagang, Riadi, mengatakan pasokan air Zamzam umumnya dibawa langsung oleh jamaah umrah. Menurut dia, jalur ini lebih memungkinkan dibandingkan melalui jamaah haji yang memiliki aturan lebih ketat terkait barang bawaan.
“Kalau di sini, air Zamzam dibawa oleh jamaah umrah. Kalau haji kan lebih susah karena ada ketentuannya,” ujar Riadi.
Ia menambahkan, jamaah umrah yang membawa air tersebut merupakan bagian dari jaringan toko yang bersangkutan dan rutin bepergian ke Tanah Suci.
Sementara itu, pedagang lain bernama Firman mengaku memperoleh pasokan dari importir khusus. Ia menyebut saat ini persyaratan distribusi air Zamzam semakin ketat, sehingga tidak bisa dibawa secara sembarangan.
“Air Zamzam yang dijual di sini dari importir. Ada importir khusus karena sekarang persyaratannya lumayan ketat,” kata Firman.
Ketatnya jalur distribusi berdampak pada harga jual. Untuk kemasan galon 5 liter, air Zamzam dijual sekitar Rp 500.000 per galon.
“Karena lewat importir khusus, jadi harganya mahal. Satu galon 5 liter bisa Rp 500.000,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Deny, menyebut pasokan juga datang melalui pramugari. Menurut dia, pembatasan ekspor dari Arab Saudi membuat jalur distribusi semakin terbatas.
“Di sini dibawa pramugari, karena kalau lewat orang biasa sudah tidak boleh dari sananya,” kata Deny.
Dalam sehari, ia mengaku bisa memperoleh sekitar lima galon ukuran 5 liter. Namun, pengambilan dilakukan secara berkala setiap dua pekan.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar