Semarak Festival Olahraga Tradisional di JBC: Diikuti Puluhan SD se-Kota Jambi, Lestarikan Permainan Tradisional
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Semarak Festival Olahraga Tradisional JBC
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Lapangan Mini Soccer Jambi Business Center (JBC) mendadak riuh dan penuh semangat pada Kamis (20/8/2026). Puluhan Sekolah Dasar (SD) negeri, swasta, hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Jambi berkumpul untuk memeriahkan ajang Festival Olahraga Tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian acara JBC Festival.
Kegiatan yang digagas atas kerja sama antara manajemen JBC dengan persatuan guru-guru olahraga Kota Jambi ini mempertandingkan empat cabang olahraga tradisional unggulan, yakni Hadang, Piau (Dart), Bakiak, dan Tarik Tambang.

Semarak Festival Olahraga Tradisional JBC.
Panitia Pelaksana Kegiatan, Indra Sukma, menyampaikan bahwa festival ini digelar selama empat hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Agustus 2026.
“Hari ini kita mengadakan lomba festival JBC permainan olahraga tradisional. Untuk hari pertama, mata lomba yang dipertandingkan adalah Hadang dan Piau,” ujar Indra Sukma saat ditemui di Lapangan Mini Soccer JBC, Kamis (20/8/2026).
Indra menjelaskan, antusiasme sekolah dasar di Kota Jambi sangat tinggi. Pada hari pertama, tercatat puluhan tim berpartisipasi aktif dalam pertandingan.
“Untuk permainan Hadang hari ini, kategori putra diikuti oleh 40 regu dan putrinya ada 38 regu. Sementara untuk permainan Piau (Dart) diikuti oleh 100 peserta putra dan putri,” jelasnya.

Semarak Festival Olahraga Tradisional JBC.
Tak hanya untuk hari pertama, rangkaian keseruan festival olahraga tradisional ini masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
“Untuk besok, ada dua pertandingan lagi yaitu permainan tradisional bakiak dan tarik tambang. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 20 sampai 24 Agustus,” tambah Indra.
Sedot Perhatian Hingga Hampir 1.000 Peserta
Antusiasme peserta dan pendamping membuktikan bahwasanya olahraga tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri di mata generasi muda. Pada hari pertama saja, diperkirakan ada sekitar 500 hingga 600 peserta yang memadati kawasan Lapangan Mini Soccer JBC.

Semarak Festival Olahraga Tradisional JBC.
“Hari ini diperkirakan sekitar 500 sampai 600 orang peserta yang hadir. Kalau diakumulasikan sampai hari terakhir, jumlahnya diperkirakan mencapai 933 orang, atau hampir 1.000 orang jika dihitung bersama para guru pendamping,” ungkap Indra.
Ajang Edukasi, Latihan, dan Mengenal Pusat Bisnis Jambi
Menurut Indra, event ini merupakan wujud nyata kerja sama yang positif antara manajemen JBC dan pihak sekolah-sekolah dasar di Kota Jambi. Selain sebagai wadah kompetisi dari hasil latihan rutin anak-anak di sekolah, kegiatan ini juga menjadi ajang mengenalkan kawasan JBC kepada para pelajar sejak dini.
“Kami menyambut sangat baik. Selama ini anak-anak sudah melakukan latihan di sekolah, jadi hari inilah lombanya. Anak-anak sangat senang sekali,” tuturnya.

Semarak Festival Olahraga Tradisional JBC.
“Kami sangat antusias dan kegiatan ini sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak kami bahwa di sinilah tempatnya Jambi Business Center (JBC). Pusat bisnis itu ada di sini, jadi sambil mengasah kemampuan olahraga tradisional, anak-anak juga mengenal lokasi JBC,” tambah Indra.
Harapan Sinergi Berlanjut Bersama KORMI Kota Jambi
Melihat kesuksesan dan tingginya antusiasme peserta, Indra Sukma berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara konsisten di masa mendatang. Ia juga mendorong adanya sinergi yang lebih luas dengan induk organisasi olahraga masyarakat, yakni Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Jambi yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.
“Olahraga tradisional kita sekarang sudah punya wadah resmi yaitu KORMI, yang dipimpin oleh Wakil Walikota Jambi (Wawako), Pak Diza. Kedepannya kami berharap manajemen JBC dapat terus bekerja sama dengan KORMI Kota Jambi,” harap Indra.

Semarak Festival Olahraga Tradisional JBC.
Ia menambahkan, pembinaan olahraga tradisional memiliki potensi besar jika digarap secara berkesinambungan.
“Di KORMI itu banyak sekali cabang olahraga tradisional yang bisa dipertandingkan, baik di tingkat sekolah maupun di tingkat mahasiswa. Itu harapan kami kedepannya, mudah-mudahan kegiatan positif seperti ini terus berlanjut,” pungkasnya.
- Penulis: say say
